Heartstrings

Heartstrings
DOBERMAN


HAPPY READING GUYS!!!


MOHON MAAF KALAU MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN NOVEL INI..


LAPYU


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT DAN VOTE NYA YAA^^


****


Satu Minggu Kemudian


Clara dan Rey sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Terkadang Clara bergantian mengunjungi mertuanya dan orang tuanya juga. Hari-harinya disibukkan dengan melayani Rey, dan perkuliahan. Kebahagiaan nampak jelas di wajah Cara, keraguannya tentang Rey seakan menguap begitu saja. Mungkin itu hanya pikirannya saja, kira-kira seperti itu isi hati Clara.


Siang ini setelah perkuliahan Clara berencana pergi makan siang di tempat favoritnya bersama dengan Tania. Dia sudah mengirim pesan kepada Rey dan pria itu mengijinkannya pergi. Rey sendiri sudah mulai aktif di perusahaan Anggoro karena kuliahnya sudah selesai dan tinggal menunggu acara wisuda saja.


Kini Clara dan Tania duduk di sebuah rumah makan yang sangat sederhana, tempat kenangan mereka saat masih sekolah dulu.


“ Sudah lama non nggak liat non mampir kesini” ujar bapak penjual makanan kepada Clara dan Tania. Dulu hampir setiap hari Clara dan Tania akan makan disini selain karena makanan yang dijual sangat enak tetapi juga karena tempatnya yang nyaman dan bersih.


“ Bapak ingat sama kita?” tanya Tania


“ Iya dong non. Dulu kan non suka makan disini, bapak sama ibu hapal banget wajah non berdua ini” Bagaimana tidak kedua pasang suami istri itu tidak langsung mengenali Clara dan Tania, dari seragam sekolah saja sudah kelihatan kalau mereka berdua adalah anak dari kalangan orang berada. Belum lagi ditambah Clara dan Tania yang selalu datang kesitu menggunakan mobil mewah.


“ Ra, kamu kayanya gendutan ya?”


“ Masa sih? Emang keliatan ya?”


“ Nih pipi kamu keliatan tembem” ucap Tania sambil mencubit pelan pipi Clara


“ Ini gara-gara Kak Rey, dia sama sekali nggak ijinin aku beresin rumah. Jadi kerjaan aku cuma makan tidur aja” tampak Clara mengerucutkan bibirnya menyalahkan Rey karena berat badannya naik.


“ Enak yaa jadi kamu, punya suami yang sayang, kaya dan pekerja keras “


Pembicaraan mereka terhenti karena makanan pesanan mereka datang. Tania tampak takjub dengan makanan yang dipesan oleh Clara. Porsi makan Clara meningkat drastis menjadi dua atau bahkan tiga kali lipat dari biasanya.


“ Ra, kamu bisa habisin semua makanan ini ?”


“ Bisa dong, emang kenapa? Biasanya juga kita pesennya kaya gini kok” Tampaknya Clara belum menyadari porsi makannya yang meningkat ataukah h=ini hanya perasaan Tania saja?


“ Tapi ra, ini kayanya kebanyakan deh.. Take away aja yaa?” Tania berniat mengambil beberapa makanan untuk minta dibungkus namun langsung dicegah oleh Clara. Clara sangat yakin dia bisa menghabiskan semua makanan ini.


“ Ra, nanti kamu...-”


“ Ra...”


“ Kakak kok kesini?”


“ Kakak mau makan siang juga “ ucap Rey. Sebenarnya Rey memang sengaja menyusul Clara ke tempat ini. Ada perasaan cemburu saat tahu tempat makan ini dekat dengan skeolah istrinya dulu. Mungkin saja tempat ini menyimpan kenangan sang istri dengan cinta pertamanya Samuel itu. Pikiran buruk mulai bermunculan dalam otak Rey, dia ingin memastikan dengan siapa istrinya makan saat ini, walaupun Clara sudah dengan jelas mengatakan bahwa dia makan dengan Tania


“ Sebentar aku pesenin makanan buat kakak “ Clara hendak berdiri namun dengan cepat tangannya di tarik oleh Rey hingga Clara kembali terduduk.


“ Nggak usah, aku makan punya kamu aja. Suapin ya Ra” titah Rey.


Clara nampak bingung dengan ucapan Rey namun sedetik kemudian mulai paham karena Rey sudah membuka ipadnya dan kembali menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.


Dengan telaten Clara menyuapi makanan ke dalam mulut suaminya, tidak lupa juga Clara menyuapi dirinya sendiri karena memang yang lapar sejak tadi adalah dirinya. Clara benar-benar melayani Rey dengan penuh cinta mulai dari memberikan minum, mengelap mulut Rey, mengupas udang bahkan memesankan segelas jus sebagai hidangan penutup tak lupa dilakukan. Begitu juga dengan Rey, sesekali tangan krinya digunakan untuk memeluk pinggang istrinya, menyampirkan anak rambut yang berantakan ke balik telinga atau sekedar mengelus pipi mulus Clara.


Tania sampai senyum-senyum sendiri melihat pemandangan romantis di depannya. Jiwa jomblonya meronta agar secepatnya menemukan pujaan hati yang sempurna seperti suami sahabatnya.


“ Ra, Kak Rey, kalian jahat banget sih mesra-mesraan depan aku. Aku ini masih jomblo”


“ Cari pacar donk tan makanya” ucap Clara.


“ Salah, yang bener cari suami” timpal Rey hingga membuat kedua gadis itu bingung


“ Kenapa cari suami? Tania masih muda kak, masih banyak yang mau dia lakuin. Lagian kalau mau dapet suami ya harus punya pacar dulu dong”


“ Kamu punya suami emang pacaran dulu? Atau kamu sebenarnya sudah punya pacar waktu nikah sama kakak?” kini Rey balik bertanya mencoba menyelidiki istrinya


“ Ngaco kamu kak, aku mana boleh pacaran sama Kak Ryan”


“ Bener kata Clara, kak. Clara itu nggak boleh pacaran sama Kak Ryan. Dulu aja semua anak cowok di sekolah sampai julukin Kak Ryan itu doberman karena saking galaknya” tambah Tania.


Senyum tipis terukir di wajah tampan Rey yang pasti tidak disadari oleh Clara dan Tania. Rey sangat bangga karena dirinya adalah orang pertama yang memiliki Clara seutuhnya.


Ingatkan Rey bahwa dia harus berterima kasih kepada ‘doberman’ yang menjaga Clara dulu.


***


Menurut kalian Ryan marah nggak ya kalau tahu dia di juluki doberman?


Hahahahah


SEKIAN DULU CERIITANYA..


TUNGGU NEXT CHAPTERNYA YAA..