
Happy reading yaa guys....
Maaf telat update karena mood aku belakangan terganggu banget..
Yukkk bantu aku promosiin novel ini biar aku semangat nulisnya juga..^^
***
Rey menepikan mobilnya sesaat..
“ Hari ini kakak harus ke perusahaan.. Gimana kalo hari minggu kita ke rumah mommy ?”
“ Kalau kakak ke perusahaan aku di rumah sama siapa?”
Clara menghembuskan nafasnya dengan kasar “ aku nggak mau sendirian di rumah kak”
“ Apa kamu mau ikut dengan kakak?”
“ Ke perusahaan? Tidak kak...Aku lelah”
Rey tampak berpikir sejenak bagaimana cara untuk membuat istrinya ini mau tinggal diam di rumah.
“ Gimana ajak sahabatmu main ke rumah kita? Kamu belum pernah mengajaknya kan?”
Sedetik kemudian senyum sumringah menghiasi wajah Clara. Dia sangat senang bisa menghabiskan waktu dengan sahabatnya itu.
“ Bener kak aku boleh ajak Tania ke rumah?”
“ Tentu saja kalau istriku ini tidak lelah” Rey mengecup kilat pipi Clara.
“ Aku tidak lelah kak.. Kalau gitu ayo antarkan aku pulang dulu”
Di jalan Clara mengirim pesan ke Tania untuk datang ke rumahnya. Tentu saja undangan Clara disambut hangat oleh Tania mengingat sahabatnya itu memang belum pernah mengunjungi rumahnya. Sepanjang jalan Clara sudah bisa membayangkan apa saja yang akan mereka berdua lakukan selama dirumah.
***
Kedua sahabat itu sedang berbincang diselingi tawa yang lepas. Sepertinya sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini. Bi Sumi pun tidak lupa menyiapkan makanan ringan untuk menemani nona majikannya berupa semangkok kentang goreng, puding coklat dan dua gelas jus mangga.
“ Wah ra,, aku suka banget sama rumah kamu” Tania mengedarkan pandangannya menatap sekitar ruangan yang cukup nyaman.
“ Sering sering dong main kesini. Atau hari ini kamu mau nginap disini?”
“ Aku nggak bisa ra, aku masih ada urusan”
“ Next time ya kamu janji harus nginap disini?” Mereka berdua menautkan jari kelingking masing-masing seperti anak umur 5 tahun lalu tertawa lagi.
Clara terdiam sejenak, haruskah dia menceritakan kegundahannya pada Tania? Tapi ini masalah anatara dirinya dan Rey, haruskan dia melibatkan orang lain? Tapi ini Tania, sahabatnya sejak sekolah.
“ Nggak usah dipikirin ra, aku akan selalu mendoakan kebahagiaan untukmu” ujar Tania dengan Tulus. Ya, bagi Tania sosok Clara sudah seperti keluarganya. Clara adalah satu-satunya orang yang masih mau berteman dengannya disaat semua orang menjauhinya. Terkadang status menjadi tolak ukur pertemanan bagi segelintir orang, tapi tidak untuk Clara. Claranya tetap datang dan menggandeng tangannya walau semua murid-murid di sekolah menjauhinya.
“ Pindah yukk” ujar Clara seraya bangkit dari duduknya “ kita ngobrol di gazebo taman aja biar lebih enak”
Kini mereka duduk di gazebo menghirup udara sore yang terasa sejuk. Angin sore memang yang paling menyenangkan, pikir Clara.
“ Hubunganku dengan Kak Rey baik-baik aja....”
Clara bangkit dari duduknya berjalan sedikit menjauh dari Tania sembari memandang langit. Sinar matahari sore masih cukup menyengat untuknya dapat membuka mata lebar-lebar.
“ Bagus....-”
“ Aku sungguh berharap pernikahanku baik-aik aja” sela Clara.
Dari tempat duduknya Tani bisa melihat wajah Clara. Tatapan mata Clara mengekspresikan perasaan ragu dan takut. Tania tidak akan bertanya lagi permasalahan Clara, dia akan menunggu sampai sahabatnya itu siap untuk bercerita, walau kemungkinannya nihil.
“ Gosip hubunganku dengan Kak Rey pasti sudah menyebar ke seluruh kampus”
“ Kamu kepikiran soal gosip itu?”
Clara menghembuskan nafasnya pelan. Dia bingung harus mulai dari mana bercerita pada Tania. “ Seandainya Kak Rey mengumumkan pernikahan kami mungkin gosip-gosip ini akan mereda. Tapi kayaknya Kak Rey nggak berniat mengumumkan pernikahan ini”
“ Kenapa kamu ngomong kaya gitu? Udah ngobrol sama Kak Rey?”
Clara menggelengkan kepalanya “ apa memang begini perlakuannya kalau sayang dan cinta sama aku tan?”
“Kamu tau tan, dari gosip yang beredar ada 1 nama yang sering kudengar. Michele...Nama itu selalu dihubungkan dengan Kak Rey”
“ Kamu kenal orangnya? Apa dia satu kampus dengan kita? Apa dia... emmm dia mantan Kak Rey?”
“ Entahlah tan.Kalau aku meragukan perasaan Kak Rey apa wajar?”
Hari ini entah sudah berapa kali nama Michele itu dia dengar. Ada perasaan sesak dan sakit di dadanya setiap nama itu selalu dihubungkan dengan suaminya. Clara memang bukan orang yang suka duduk bergosip ria dengan teman-teman kampusnya, jadi dia kurang begitu update tentang semua berita di kampus.
Kali ini kepemilikannya sedang dihubungkan dengan wanita lain, bolehkah dia cemburu? Bolehkah dia egois untuk menjaga apa yang menjadi miliknya?”
“ Jangan ceroboh ra, maslaah ini kamu harus bicarakan baik-baik dengan suamimu”
“ Kamu ngga tau ra.... Awalnya pernikahan kami adalah pernikahan kontrak. Kami berencana bercerai setelah 1 tahun dan....-”
“ APAP???!!”