Heartstrings

Heartstrings
MAKANAN PEMBUKA


Clara terbangun ketika jam dinding masih menunjukkan pukul 05.00 pagi. Perutnya terasa lapar. Clara tidak langsung bangun, dia masih asik menatap suaminya yang tertidur pulas.


Betapa bahagia hidupnya saat ini, orang yang dicintai juga mencintainya. Dia sudah melupakan semua kenangan buruk yang pernah mereka lewati di awal pernikahan. Sejak mereka saling jujur dengan perasaan masing-masing Rey selalu memperlakukannya dengan lembut.


Clara mengecup bibir Rey “ Love you kak...”


Clara beranjak dari tidurnya ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan menyiapkan pakain untuk Rey pakai. Pagi ini dia mau memasak yang spesial buat suaminya dan tentu saja dirinya. Dia ingat semalam setelah pulang dari konservasi, mereka tidak makan malam.


Di lantai bawah sudah ada Bi Sumi dan Lastri anaknya yang sedang membersihkan rumah. Kedua ART ini sudah biasa melihat nona mudanya bangun pagi-pagi, bahkan sudah hafal dengan rutinitasnya dipagi hari.


“ Pagi non” ujar Bi Sumi sambil terus mengepel “ Gembornya ( alat penyiram tanaman ) sudah bibi isikan air non “


“ Makasih yaa bi.. Kak Lastri kalo kerjaannya sudah selesai, tolong cucikan sayur untuk masak capcay sama keluarin daging dan bakso ikan juga ya”


“ Iya non”


Clara menelusuri halaman belakang rumah, tepatnya ke area yang kemarin sudah dia tanamkan bunga mawar. Masih butuh waktu kurang lebih 45 hari sampai bunga-bunga ini mekar. Segera selesai menyiram tanaman dia segera kembali menuju dapur. Disana tampak Lastri sudah selesai mencuci sayuran sesuai dengan permintaannya.


“ Saya bantu ya non”


“ Nggak usah kak, biar saya aja yang masak. Kakak bantuin Bi Sumi aja” Setelah itu Lastri undur diri kembali ketempat ibunya melanjutkan pekerjaannya lagi. Clara sangat menghormati kedua ARTnya, bukan hanya karena mereka lebih tua darinya tapi juga karena pengalaman hidup yang mereka miliki. Bi Sumi sendiri sudah menjadi janda diusia muda akibat suaminya meninggal karena penyakit Jantung. Sedangkan Lastri harus rela berjauhan dengan suami dan anaknya karena ikut bekerja dengan ibunya. Suami Lastri sendiri bekerja sebagai buruh diluar negri yang pulangnya hanya bisa 1 tahun sekali.


Setelah 1 jam lebih berkutat di dapur akhirnya capcay, beef bulgogi dan jus wortel sudah terhidang di atas meja makan. Clara sangat puas dengan keahlian memasaknya sekarang meskipun masih harus melihat video-video masak yang ada di yutub.


Clara kembali ke kamar untuk membangunkan Rey. Dari pintu kamar tampat Rey yang masih tertidur pulas seperti seorang bayi.


“ Kak, ayo bangun.. Udah jam 7 nih”


Rey hanya menggeliat kesana kemari tak menggubris ucapan Clara


“ Kak!! “ Clara berusaha menarik lengan Rey agar terbangun namun hasilnya nihil. Malah sebaliknya kini Clara yang jatuh diatas dada bidang Rey.


“ Wahh, baru buka mata langsung dikasi wajah cantik istriku” ujar Rey dengan suara serak baru bangun tidurnya.


Rey mengeratkan pelukan di pinggang Clara tidak mau melepaskan istrinya “ Kita tidur lagi yukk”


“ Ngaco kamu kak.. Ayo cepetan bangun”


“ Nggak mau bangun.. Aku belum dapet morning kiss”


Rey menghentikan ciumannya sesaat memberikan waktu bagi mereka untuk mengambil nafas. Tangan Rey masih berselancar di punggung dan turun sampai ke bok*ngnya. Dia sudah tidak tahan ingin memakan istrinya “ sayang...aku pengenn...”


“ Enggak kak. Kakak nggak bosen apa hampir tiap malam selalu menjadikan aku makanan penutup” sela Clara dengan cepat.


Rey terkekeh dengan jawaban Clara yang polos itu “ nggak mungkin aku bosen sama kamu, ada juga pengen nambah terus”


Clara memutarkan kedua bola matanya lalu bangkit dari atas tubuh Rey dan menyodorkan segelas air putih hangat “ minum air putih dulu kak”


“ Baju kakak udah aku taro di atas meja” lanjut Clara lagi “ terus shower udah aku atur air hangatnya tinggal mandi aja”


Rey memperhatikan setiap gerak gerik istrinya yang sekarang sedang membuka gorden dan pintu balkon kamarnya kemudian menghirup udara segar.


“ Oia, aku ada pasang aroma therapy biar kakak rileks, semoga suka sama wanginya”


“ Aku uda siapin air lemon hangat, kakak mau minum sekarang atau nanti pas sarapan aja ?”


“ Terus sepatu yang sering kakak pake uda kotor, kakak kenapa ngga minta tolong Kak Lastri buat cuci? Hari ini pake sepatu yang uda aku siapin dulu, karena sepatu itu lagi dicuci ”


Rey sangat senang mendengar celoteh Clara seperti ini. Dia merasa sangat dicintai oleh istrinya. Rey bangga di usia Clara yang masih 18 tahun tapi dia selalu berusaha menyenangkan dan melayaninya tanpa mengeluh. Bahkan sampai ke hal-hal kecilpun selalu diperhatikan oleh Clara.


“ Sayang, kamu ngomong terus dari tadi emang nggak cape bibirnya?” ujar Rey sambil melingkarkan tangannya dari belakang di pinggang Clara.


Disingkirkannya rambut panjang Clara ke samping lalu Rey mulai mencium pundak dan menjalar ke tengkuk.


Clara yang memang sejak tadi sudah terpancing dengan rangsangan Rey berusaha menekan gairahnya sendiri “ Kak...”


“ Ssstt mandi bareng yaa”


Seperti biasa tanpa menunggu jawaban dari Clara, Rey sudah membopong Clara masuk ke kamar mandi. Pagi itu Clara kembali menyerahkan tubuh dan hatinya kepada orang yang memang berhak atas dirinya. Kedua pasangan ini meraup segala kenikmatan yang tersedia, saling memuaskan dan memiliki.


Entah sudah pencapaian keberapa yang sudah diraih oleh Clara, namun Rey belum ada tanda-tanda kelelahan. Aku bisa gilaa, batin Clara. Jika diteruskan, maka dipastikan bahwa dirinyalah yang akan pingsan akibat kelelahan dan nikmat yang Rey berikan.


“ Kakkk...” Clara menatap mata Rey yang sayu berusaha menyampaikan keinginannya untuk menghentikan aksi gila ini. Dia benar-benar sudah tidak ada tenaga untuk berbicara lagi.


Rey paham bahwa istrinya sudah sangat kelelahan “ aku selesaikan sekarang sayang “


Tidak butuh waktu lama Rey menuangkan benih cintanya kedalam tubuh Clara sambil menikmati setiap detik pencapaiannya.