
HAPPY READING GUYS!!!
MOHON MAAF KALAU MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN NOVEL INI..
LAPYU
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT DAN VOTE NYA YAA^^
***
Kediaman Salim
***
Ada yang berbeda pagi ini di rumah Keluarga Salim. Tampak Clara dan Rey yang juga ikut bergabung sarapan. Kemarin Clara memang menghubungi Rey menceritakan kalau orang tua mereka mengetahui soal kontrak pernikah itu tanpa menceritakan dengan detail bagaimana bisa sampai ketahuan.
Clara hanya menceritakan bahwa dia tidak sengaja kelepasan bicara.
Rey pun sudah meluruskan salah paham dengan orang tuanya lewat telepon, lalu kemudian memutuskan pulang ke rumah mertuanya untuk meluruskan salah paham ini. Walaupun Clara bilang kalau dia sudah menjelaskan kepada daddy dan mommynya tapi tetap saja Rey belum puas.
“ dad, mom, ada yang ingin Rey sampaikan” Rey memulai percakapan setelah kegiatan sarapan pagi telah selesai.
“ Rey, kita bicara di ruang kerja daddy aja”
“ Oke dad”
Selesai sarapan, mereka bertiga lalu berjalan menuju ruang kerja daddy Haris di lantai 2.
“ Kak, apa daddy dan mommy akan marah sama Kak Rey?”
“ Biarkan suamimu meluruskan salah paham ini”
“ Tapi aku kan sudah jelasin ke kalian semua”
Ryan menghembuskan nafasnya, memegang kedua sisi lengan adik kesayangannya itu “ Ra, mungkin ada hal lain yang ingin Rey jelasin ke daddy and mommy. Kamu nggak usah mikirin itu ya” pinta Ryan yang dijawab dengan anggukan kepala Clara.
“ Kak Ryan percaya kan sama penjelasan Ara kemarin?”
“ tentang nikah kontrak kamu?” Clara menganggukan sekali lagi kepalanya “ Percaya.. Walau kakak nggak habis pikir kenapa kamu bisa sebodoh itu menyetujui ide gila Rey”
“ Kak, ide itu atas kesepakatan aku sama Kak Rey.. Saat itu aku benar-benar tidak mencintainya kak. Aku menyetujui pernikahan itu karena aku nggak mau kecewain mommy dan daddy. Aku juga ngga mau kecewain orang tuaku di surga”
Clara sudah belajar untuk jujur dengan keluarganya. Dia tidak ingin ada kepura-puraan dalam keluarganya lagi. Melihat mommynya menangis kemarin sudah menjadi pukulan telak bagi Clara.
Ryan mengusap-usap kepala Clara, memikirkan adiknya ini yang terlalu baik hatinya. Mengorbankan dirinya untuk kebahagiaaan semua orang yang disayangi.
“ Ra, yang perlu kamu tahu apapun hal yang kamu lakukan sekalipun dunia ini menentangmu, ingatlah bahwa ada daddy, mommy sama kakak yang akan selalu ada buat kamu”
Clara sangat terharu mendengar kata-kata Ryan. Sungguh dia merasa benar-benar terlahir baru menjadi bagian dari keluarga ini.
“ Benarkah? Apapun yang kulakukan kakak nggak akan marah sama aku?”
“ Iya.. Kamu tahu kan siapa keluarga kita?”
Ingin rasanya Ryan tertawa sekencang-kencangnya. Hal jahat yang Clara pikirkan hanya sejauh sebuah bullyan. Entah Clara memang yang tidak mengerti apa saja perbuatan jahat ataukah memang hatinya yang terlalu baik dan polos.
“ of course kakak akan mendukungmu..” ucap Ryan dengan mantap yang membuat Clara membulatkan kedua bola matanya. Dia hanya mengetes kakaknya saja, lalu kenapa kakaknya bisa mendukung ucapan ngasal yang keluar dari mulutnya, begitu pikir Clara.
“ Kakak tahu kamu tidak akan menyakiti seseorang, dan sekalipun kamu disakiti kamu tidak pernah membalasnya. Jadi kakak pikir kalau sampai kamu ngebully orang berarti kamu punya alasan sendiri melakukannya.”
Dipeluknya Ryan dengan erat oleh Clara. Mata Clara terasa panas dan dia merasa aneh. Mengapa hatinya menjadi sangat sensitif seperti ini.
“ Makasih kak, karena Kak Ryan sudah mau menjadi kakakku”
Setelah berbincang dengan Ryan, Clara memutuskan kembali ke kamarnya dan bersiap-siap. Dia berencana akan menghabiskan waktunya bersama mommynya.
Rey berniat mencari Clara di kamarnya setelah tadi dia melihat ke ruang keluarga tidak ada sosok Clara, lalu tiba-tiba Ryan memanggilnya dan mengajaknya berbicara berdua. Dari tatapan Ryan, Rey sudah menduga kemana arah pemciraannya.
Kini Rey dan Ryan sudah ada di taman belakang, berdiri berhadapan seakan ingin mengukur kekuatan masing-masing.
“ Jadi apa yang mau lo omongin? “ tanya Rey
“ Pernikahan kontrak? Gue nggak nyangka seorang Reynaldi bisa kepikiran ide itu” Ryan menjeda sejenak ucapannya “ harusnya dari awal gue ngomong sama ortu gue buat mencegah pernikahan kalian”
“ Maksud lo apa ngomong kaya gitu?”
Ryan berjalan menjauhi Rey dan duduk di gazebo yang tidak jauh dari situ “ Yahh.. menurut gue Clara lebih cocok sama Samuel. Lo tau kan mereka tumbuh besar bersama. Samuel lah orang yang selalu menjaga Clara dan dia pasti bisa bahagiain Clara”
Rey mengepalkan kedua tangannya, sungguh emosinya saat ini tersulut dengan ucapan Ryan.
“ Gue nggak akan biarin itu terjadi Ryan”
“ Jadi apa lo cinta ama ade gue ?”
Rey mengerutkan keningnya “ Pertanyaan apa itu? Gue nggak perlu jawab pertanyaan omong kosong lo, karena bagi gue cukup Clara istri gue yang tahu gue cinta ama dia” Rey sengaja menekankan kata istri kepada Ryan. “
“ Apa Clara tahu lo cinta ama dia? Apa lo pernah bilang cinta ama dia?”
Rey diam sejenak memikirkan ucapan Ryan. Memang Rey jarang mengucapkan kata cinta pada Clara, tapi dari sikap dan perhatian yang Rey tunjukkan Clara pasti sudah tahu isi hatinya.
“ Sama seperti lo, gue juga ngga butuh janji manis lo. Gue butuh bukti nyata lo bisa bahagiain dan jaga dia baik-baik”
“ Gue pasti bahagiain dia, jaga dia seumur hidup gue”
“ Buktikan.. Kalau suatu saat gue liat Clara nangis atau terluka gara-gara lo, gue pastikan akan bawa Clara pulang ke rumah keluarga Salim dan meminta Samuel membawanya pergi jauh ke tempat yang nggak lo tahu” ucap Ryan sambil menepuk bahu adik iparnya itu lalu melangkah pergi.
Apakah ini ancaman? Rey tentu tidak akan takut karena dia sangat percaya bahwa hanya dirinyalah yang Clara butuhkan, hanya dirinyalah yang Clara cintai dan hanya dirinyalah yang akan selalu menjaga Clara. Ya Rey tidak pernah merasa terusik dengan ancaman Ryan.
****
HAYOLOH REY NYA PEDE BANGET NGGAK SIH MENURUT KALIAN?
TUNGGUIN NEXT CHAPTERNYA YAA ^^
SELAMAT MALAM MINGGU