
Najwa: (mengetik..)
'Dia ngetik apa kok lama?' Pikir Ayara, ia bolak balik buka status menunggu Najwa mengetik
Ting...
Najwa: Udah
'Cuma bilang gitu kenapa ngetik lama banget' Ayara bingung sendiri, apa mungkin Najwa sudah mengetik banyak tapi di hapus? Atau ia bingung mau mengetik apa?
Ayara: ohh..
Najwa: Kenapa?
Ayara: Temen aku ada yang suka sama kamu
Najwa: Siapa?
Ayara: Fadli
Najwa: Hah?!
Ayara: Iya tadi di sekolah dia minta aku buat chat kamu
Najwa: Oh, aku juga suka sih sama diaš¤
'Loh? Katanya udah punya pacar?' ayara mengerutkan alis sebelum ia membalas chat tersebut
Ayara: Bukannya barusan kamu bilang udah punya pacar?
Najwa: Iya, tapi lagi renggang
Ayara: Ohh..
Najwa: Beneran dia suka sama aku?
Ayara: Iya
Setelah itu Najwa tidak membalas chat lagi dan Ayara pun keluar dari aplikasi Whatsapp tersebut.
Keesokannya..
Saat hendak istirahat tangan Ayara di tahan oleh Fadli, Fadli ingin membicarakan Najwa hanya berdua dengannya. Awalnya Ayara tidak mau kenapa juga harus berdua di kelas ia juga mau jajan bersama Fatimah, namun Fadli terus memaksa hingga Ayara kesal dan terpaksa menuruti.
"Fat kamu duluan aja entar aku nyusul" Ucap Ayara
"Jangan lama" Fatimah dan Okta pun keluar meninggalkan Ayara. Sedangkan anak laki laki sudah keluar semua, dan sekarang hanya ada Fadli dan Ayara berdua
"Kenapa pake sembunyi sembunyi segala sih" Ayara tidak tahu apa yang ada di pikiran Fadli, apa ia sebegitu tidak maunya ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka?
"Biar gak ada yang denger, kali ini cuma kamu aja yang tau aku suka sama seseorang. Aku gak mau anak anak lain tau, entar repot"
"Oh"
"Kamu udah chat dia? Gimana katanya? Kamu bilang apa aja?"
"Dia udah punya pacar, tapi hubungan sama pacarnya lagi renggang. Aku bilang kamu suka sama dia terus dia bilang dia juga suka sama kamu. Udah gitu aja"
"Kamu langsung bilang aku suka sama dia? Spontan? Gak ada basa basinya?" Fadli sedikit terkejut
"Ya... " Sebenarnya Ayara sempat basa basi namun ia malas menjelaskan sedetail itu pada Fadli, cukup poin utamanya saja
"Dih bukannya basa basi dulu kek"
"Kenapa? Gak papa kali"
"Dia bilang suka sama aku juga?"
"Iya"
"Tapi dia udah punya pacar?"
"Iya"
"Hubungan sama pacarnya lagi renggang?"
"Iya"
"Hahaha bagus deh"
"...menurut aku nih ya, kalo kamu langsung deketin dia sekarang yang ada kamu bakal di cap perusak hubungan orang"
"Entar nunggu mereka putus, lagian sekarang aja udah renggang bahkan sebelum aku ngedeketin dia"
"Iya sih terserah saran aja aku mah"
"Dia juga udah bilang suka sama aku, berarti aku ada peluang"
"Iya iya.. Udah kan? Laper nih mau jajan"
"Iya, aku juga mau ke bawah"
Ayara keluar lebih dulu, lalu Fadli mengejarnya. Ia terus terusan membanggakan wajah Najwa yang memang menurut Ayara juga cantik dan ramah. Tapi entah kenapa ada sedikit perasaan kesal saat Fadli terus terusan membicarakan Najwa di sampingnya.
Tiba di luar gerbang, Ayara melihat Fatimah dan Okta tengah membeli baso Ayara pun segera menghampiri mereka dan ikut membeli baso. Sedangkan Fadli menghampiri Firman Asha dan Agustin di warung.
"Abis ngapain?" Tatapan Okta penuh selidik
"Gak ngapa ngapain, cuma membicarakan hal yang tidak penting" Ucap Ayara
"Gak penting kok sampe harus berduaan di kelas?" Okta menaikan sebelah alisnya
"Mungkin penting bagi si Fadli ya.. Bagi aku sih nggak, dia juga yang minta ngomong berdua"
"Ngomongin apa sih?" Fatimah juga penasaran
"Entar aja di kelas" Ucap Ayara, sekali sedang banyak orang yang pasti pembicaraan mereka akan terdengar oleh orang sekitar yang juga sedang jajan. "Sedikit aja pak sambelnya"
Setelah membeli baso, mereka tak lupa membeli minum lalu kembali ke kelas. Mereka akan memakan baso tersebut lewat plastiknya, tidak ada mangkuk atau sejenisnya.
"Fatimah tadi di bawah kamu liat si Seli gak?" Tanya Putri
"Nggak" Ucap Fatimah
"Kemana ya.. " Putri pergi keluar hendak mencari Seli
"Eh tadi aku baru liat si Gema sama si Khair jajan bareng, biasanya si Gema suka sama si Yanto" Ucap Fatimah
"Iya aku juga baru liat, biasanya si Gema juga jarang jajan" Ucap Okta
"Bagus deh kalo sama si Kahir, dari pada sama si Yanto"
"Iya bener" Fatimah mengangguk begitu pun dengan Okta
"Tadi tuh aku sama si Fadli lagi ngomongin si Najwa"
"Najwa siapa?" Fatimah penasaran
"Itu anak sekolah sebelah, kebetulan ikut paskibra si Fadli suka sama dia"
"Hah?" Okta mengerutkan alis
"Iya kayaknya si Fadli suka sama dia, si Fadli minta aku buat bilang ke si Najwa"
"Ohh.. Terus?"
"Kata si Najwa nya dia udah punya pacar tapi suka sama si Fadli juga"
"Lah?" Fatimah bingung sendiri
"Iya, katanya hubungi mereka lagi renggang terus si Najwa juga suka sama si Fadli"
"Wah cewek gak bener" Ucap Fatimah
"Tapi dia ramah loh"
"Ahh formalitas aja itu mah"
"Iya tuh, sekarang di saat dia punya pacar aja masih bisa bisanya suka sama orang lain" Ucap Okta
"Iya aku juga mikir gitu" Ucap Ayara
"Dia cantik?" Tanya Fatimah
"Iya lumayan putih, tinggi nya sama kayak aku"
"Ohh.. "
Mereka terus mengobrol sepanjang jam istirahat, sepertinya acara mengobrol adalah hal yang tidak pernah terlewatkan di mana pun dan kapan pun.
...
"Kamu semalem kemana?" Tanya Sarah pada Lukas, saat ini ia tengah duduk bersama anak anak lainnya di tangga, mereka sudah seperti penghuni tangga saja.
"Semalem aku di rumah si Rama"
"Kok HP nya gak aktif?"
"Tuh di pake sama dia" Lukas menunjuk Farhan dengan lirikan mata
"Pake apa lo hp si Lukas? Kok sampe gak bisa di telpon?"
"Cuma pake maen game"
"Kok gak bisa di telpon!?"
"Gue sengaja ubah jaringannya LITE ONLY biar gak ada yang ganggu"
"Anj*** kan lo punya HP kenal pake pinjem punya orang"
"Kenapa? Si Lukas aja ngebolehin"
"Lain kali gak boleh, kamu jangan kasih pinjem dia" Ucap Sarah pada Lukas di sampingnya
"Kas tar malem nongkrong lagi kita" Rama mengangkat alisnya
"Ikuuuut.. " Ucap Sarah
"Kamu diem aja di rumah" Ucap Lukas
"Kenapa? Aku juga mau ikut"
"Iya lo gak usah ikut, ngerepotin aja" Ucap Rama
"Ya kenapa gue juga gak bakal ngerepotin lo"
"Liat lo ada aja udah risih"
"Apa lo?!" Sarah mulai kesal
"Apa?!" Rama membusungkan dadanya
Sarah hendak berdiri namun tangannya di tahan oleh Lukas.