Heartstrings

Heartstrings
Hari Peringatan


Hari minggu adalah hari untuk bermalas-malasan, seperti yang saat ini sedang dilakukan oleh Rey. Dia masih tidur pulas di dalam kamarnya. Saat mencoba memeluk sang istri, Rey meraba-raba disamping namun tak menemukan orang yang diharapkan.


Dengan malas Rey membuka mata dan mengalihkan pandangan ke sekeliling kamar tapi istrinya tetap tidak ditemukan. Kemana lagi dia, pikir Rey. Lalu Rey pergi ke kamar mandi, cuci muka dan turun ke bawah mencari Clara. Info dari ART yang sedang membersihkan tangga bahwa nona mudanya sedang ada di taman belakang. Segera Rey menghampiri sang istri yang didapati sedang berjongkok meletakkan sesuatu ke dalam tanah.


“ Sedang apa, ra?”


“ Kakak kenapa udah bangun? Aku lagi nanam bunga kak” Clara meletakan biji terakhir ke dalam tanah kemudian beranjak mendekatai Rey yang sedang bersandang di pintu belakang.


Rey terkejut dengan pemandangan yang disuguhkan oleh Clara. Pagi ini Clara terlihat seksi dengan balutan celana jogger hitam dipadukan dengan kaos crop top yang sedikit memperlihatkan bagian perutnya dan juga dibalut oleh sebuat jaket berwarna pink. “ Stop!!” Teriak Rey yang segera berlari kearahnya.


Rey lalu menarik zipper jaket itu sampai di leher Clara dan menggandeng tangan istrinya itu kembali ke kamar. “ Pagi pagi begini kamu sudah meggodaku ta?” tanya Rey


“ Menggoda gimana sih kak?”


Rey lalu membuka kembali zipper jaket Clara “ yaa dengan pakaianmu ini”


“ Hahahaha.. Kakak, aku habis olahraga, masa aku olahraga pakai piyama?” Clara melangkahkan kakinya menghilang dari pandangan Rey


“ Mau kemana kamu?”


“ Mandi kak..Badanku lengket smua”


Tanpa diduga Rey langsung menggendong istrinya menuju kamar mandi mereka “Kebetulan aku juga belum mandi, jadi kita bisa mandi bersama” Rey mengedipkan sebelah matanya menggoda Clara.


Tentu saja Clara tidak bersedia mandi bersama Rey, itu sama saja dia menyerahkan dirinya kepada harimau buas “ Tidak kak, aku bisa mandi sendiri!! Sekarang turunkan aku!”


“ Berontaklah sekuatnya, maka aku akan memakanmu sekarag juga” Seulas senyum dari Rey menandakan kemenangan saat Clara sudah tidak bisa lagi membalas kata-katanya.


Begitulah kegiatan permandian itu berlangsung lama, hingga selesai mandipun Rey tidak membiarkan istrinya memakai baju. Setelah mengeringkan tubuh masing-masing, Rey menggendong Clara ke tempat tidur untuk melanjutkan permainan yang tadi sempat ditunda karena Clara yang sudah mulai ngambek.


“ Kak, aku lelah..Badanku pegal semua, aku butuh tidur”


“ Tidurlah..aku tidak akan membangunkanmu” ucap Rey sambil memainkan dua gundukan yang selalu bisa memancing gairahnya. Clara benar-benar tidak mengerti kenapa suami yang selalu cuek dan dingin di depan semua orang bisa berubah menjadi buas juga mesum saat bersamanya. Clara sudah tidak perduli lagi dengan tangan-tangan jahil Rey yang sudah bergerilya di dalam tubuhnya. Sesekali hanya terdengar lenguhan kecil dari bibirnya yang justru membuat Rey kembali semangat untuk menekakn-nekan proses penyatuan tubuh mereka.


Clara terbangun karena mendengar suara alarm HPnya. Kali ini badannya benar-benar remuk semua, ditatapnya wajah Rey yang masih tertidur pulas disampingnya. “ Aku pergi dulu..” Clara mengecup kening Rey dang pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, Clara pergi meninggalkan rumah. Dia hanya berpesan kepada ART untuk menghangatkan makanan yang sudah dimasaknya tadi pagi jkalau Rey sudah bangun.


Puas tidur dan merau kenikmatan dari sang istri Rey bangun dengan wajah yang sumringah. Namun senyum itu kembali memudar seiring tidak ditemukannya sang istri di dalam rumah. Beberapa kali mencoba melakukan panggilan namun hanya selalu dijawab oleh operator.


“ Tuan, nona tadi tidak bilang pergi kemana. Nona hanya meminta saya menghangatkan makanan kalau tuan sudah bangun” ucap ART yang ketakutan karena wajah Rey yang sudah berubah dingin


“ Tidak perlu..pergilah”


Apalagi yang sekarang kamu lakukan, ra? Batin Rey. Baru tadi pagi mereka bersama, namun sore ini sang istri sudah menghilang.


Rey mengambil kunci mobil dan segera keluar dari rumah mencari keberadaan Clara sambil menghubungi sahabat sekaligus asistennya Alex, “ Lex, gue butuh bantuan lo.. Tolong lacak dong sinyal HP Clara sekarang posisinya dimana”


Tidak butuh waktu lama Alex berhasil mendapatkan alamat keberadaan Clara.


 Alex


Tempat Pemakaman Heaven Garden


Bro, istri lo ngapain di pemakaman?


Rey sudah tidak membalas pesan dari Alex, dia segera mengemudikan mobilnya ke alamat yang dituju. Rey kembali mengingat ucapan dari Ryan “ Bukan susah tapi nggak akan bisa nangis...” Tapi kemarin dia sudah melihat Clara menangis waktu dia menyatakan perasaanya pada gadis itu. Kenapa sekarang Clara menghindar lagi? Dengan siapa dia pergi ke tempat makam itu?


Rey jelas tahu tempat pemakaman itu, setiap tahun dia akan selalu berkunjung ke makam kedua orang yang telah menyelamatkan nyawanya.


Masih jelas di ingatan Rey tentang peristiwa 13 tahun yang lalu, bagaimana kedua orang itu mengorbankan dirinya agar dirinya tidak tertimpa reruntuhan gempa, bagaimana seorang anak kecil yang masih belum tahu apa-apa melambaiakan tangan kepada dua orang yang sudah terbujur kaku di dalam peti.


Rey tiba di area pemakaman, suasana tidak terlalu ramai karena hari yang sudah menjelang sore. Rey melangkahkan kakinya lebih dalam are pemakaman hingga ada sebuah tulisan Salim Family.


Rey melihat sosok yang sudah membuat khawatir itu sedang berdiri mematung menatap nisan yang ada dihadapannya.