Heartstrings

Heartstrings
KENCAN II


Rey dibuat terpana saat melihat Clara berenang bersama dengan lumba-lumba itu. Clara berenang lincah disamping Tama, sesekali lumba-lumba itu menyundul tubuh Clara seolah sedang mengajak bermain. Cukup lama Rey melihat pemandangan yang menghangatkan hatinya, walau tidak bisa melihat jelas wajah Clara, tapi dia tahu bahwa istrinya sekarang sangat bahagia.


“ Siapanya Clara?” terlihat Mbak Rani sudah berdiri disamping Rey


“ Saya suaminya”


Mbak Rani mengangguk seraya tersenyum “ Wah, Clara sudah menikah toh. Tolong jaga Clara baik-baik ya. Dia....tidak sekuat penampilannya”


Rey hanya diam memandang lurus kedepan sambil terus mengamati Clara. Dia tahu walau kini hubungannya sudah ada kemajuan, tapi tidak dengan isi hati Clara. Clara masih enggan mengutarakan apa yang sedang dipikirkannya.


“ Tama di rescue 5tahun yang lalu dari sebuah tempat sirkus. Kondisinya sangat memprihatinkan waktu dibawa kesini. Dia sangat kurus untuk ukuran seekor lumba-lumba. Kami berusaha mengembalikan berat badannya dan menyembuhkan semua luka di badannya”


Rey mulai menyimak cerita dari Mbak Rani.


“ Beberapa bulan disini, akhirnya luka-luka disekujur tubuh Tama sembuh tapi tidak dengan berat badannya yang belum ada perubahan. Berbagai cara sudah kami upayakan untuk Tama, tapi nihil. Suatu hari Clara datang berkunjung kesini, dia akhirnya bertemu dengan Tama. Saat melihat Tama, Clara menangis”


Rey menoleh memastikan ucapan dari Mbak Rani.


“ Clara menangis sambil melihat Tama dari balik kaca ini. Dia bilang ke kami kalau luka Tama belum sembuh” Mbak Rani tersenyum mengenang kejadian saat itu “ Disitu kami paham, luka apa yang dimaksud oleh Clara. Sebuah trauma terhadap manusia. Sejak saat itu hampir setiap hari Clara kesini hanya untuk sekedar memberi makan atau bercerita dengan Tama dan perlahan tapi pasti akhirnya Tama sudah menjadi seperti sekarang ini”


Rey kembali mengingat saat dia melihat Clara sedang duduk disamping nisan orang tuanya. Dia melihat Clara sedang mengoceh dan sesekali diiringi dengan tawa.


“ Nama Tama juga pemberian dari Clara. Tolong jaga dia baik-baik, bahagiakan dia. Clara.... gadis itu hatinya sangat rapuh dan lembut” ucap mbak Rani seraya meninggalkan Rey.


Rey masih berdiri di tempatnya bahkan setelah berkali-kali Clara memanggilnya dan menggerakan tangan di depan wajahnya.


Setelah tersadar bahwa Clara sudah beridir di depannya, Rey langsuk memeluknya dengan erat. Sudah 2 orang yang memperingatinya untuk menjaga pujaan hatinya baik-baik dan dia akan memastikan bahwa segala yang akan diberikan kepada Clara adalah yang terbaik.


Mereka kembali mengelilingi tempat konservasi itu untuk melihat-lihat dipandu oleh Clara. Clara tampak hafal dengan denah tempat konservasi ini.


“ Ku dengar kamu sering kesini?”


“ Apa kamu menyukai tempat ini?”


“ Tidak..kuharap tempat ini tidak akan pernah terisi oleh hewan rescue. Aku berharap tidak ada lagi korban seperti Tama”


Rey mengerti maksud Clara. Beberapa hewan disini memang hasil rescue, terutama lumba-lumba yang didapat kebanyakan dari tempat-tempat sirkus.


“ apa kakak tau arti nama Tama?” Clara menatap wajah Rey “ artinya permata”


 Rey bangga dengan pemikiran Clara yang mencintai sekelilingnya. Benar kata Mbak Rani, hati Clara sangat rapuh dan lembut.


Puas berjalan-jalan mereka kembali ke tempat Tama dan berpamitan. Seakan mengerti maksud ucapan Clara, lumba-lumba itu mengikut mereka sampai batas akhir dari aquarium.


“ Kak, maaf aku mengajakmu jalan-jalan ke tempat konservasi. Seharusnya kita pergi nonton di bioskop aja”


Clara merasa tidak enak hati saat sepanjang perjalanan pulang mereka hanya diam saja. Dia pikir sudah membuat Rey marah. Clara bukan tidak mengerti tempat kencan itu seperti apa, hanya saja tadi dia merasa ingin ke tempat konservasi ditemani oleh Rey.


“ Aku senang ada disana..Aku bisa melihatmu berenang dan tertawa”


“ Kakak nggak marah sama aku?


Rey menggelengkan kepala “ kenapa harus marah?”


“ Habis kakak diam aja dari tadi. Aku pikir kakak marah sama aku”


Tangan kirinya dipakai Rey untuk mengusap kepala Clara “ Aku hanya ingin memberi waktu untukmu tidur. Aku liat tadi kamu udah menguap,”


Setelah itu sudah tidak ada jawaban dari sang istri. Istri tercintanya sudah tertidur pulas dengan wajah polosnya.


“ Gimana aku bisa marah kalau kamu kasi liat wajah polos seperti ini” gumam Rey.