Heartstrings

Heartstrings
42.


"Aku bener bener bingung Ay" Fadli menyandarkan punggungnya pada kepala kursi, ia menghelakan napas panjang


"Iya entar aku coba nanya sama dia"


"Apa dia mempermainkan aku ya..?"


"Lagian cewek banyak Fad, kamu gak kayak kamu yang biasanya"


"Iya tau cewek lain banyak, cuma tolong tanyain sekali lagi"


"Iya iya entar aku tanyain"


"Iya..aku penasaran banget"


"Ya udah aku mau ke bawah" Ayara pun pergi meninggalkan Fadli sendirian di kelas. Ayara menyusul Fatimah dan Okta yang sedang jajan.


Hari itu Ayara Fatimah dan Okta makan langsung jajanan nya di warung, karena warung tersebut kebetulan sepi tidak seperti biasanya yang selalu ramai.


"Tumben ya ni warung sepi biasanya di huni sama anak anak kelas 9" Ucap Fatimah


"Kayaknya tadi di kelas 7 rame anak cowok, gak tau lagi pada ngapain jendelanya di tutup" Ucap Ayara


"Ohh pantesan.. " Pantesan warung sepi pikir Fatimah


"Tumben nih nongkrong di warung" Ucap Firman, diikuti oleh Asha dan Agustin


"Iya kalian biasanya makan di kelas" Ucap Asha


"Pasti karena warungnya sepi, iya kan?"


"Betul" Fatimah mengacungkan jempol pada Agustin


"Udah ngapel sama si Fadli nya Ay?" Tanya Agustin


"Bukan ngapel" Ucap Ayara


"Gak usah di tutup tutupin, udah pada tau kok"


"Orang bukan ngapel, iya gak?"


"Hmm" Fatimah mengangguk percaya ucapan Ayara


"Halahh bohong" Agustin tidak percaya, setiap hari sebelum istirahat Ayara dan Fadli jelas jelas suka berduaan di kelas, apa lagi jika bukan pacaran?


"Ya udah kalo gak percaya, atau kamu bisa tanyain ke orangnya"


"Tapi kalo bukan ngapel terus kalian ngapain?" Firman juga sama tidak percaya


"Membicarakan sesuatu" Ucap Ayara


"Sesuatu apa?" Sepertinya Agustin sangat penasaran


"Ada pokoknya.. " Ayara tidak ingin memberi tahu mereka


"Kepo banget sih" Ucap Okta


"Iya tuh.. "


Ke tiga laki laki itu pun membeli makanan di warung tersebut dan memakannya di sana, bersama Ayara Fatimah dan Okta.


"Eh Asha kamu kemarin dateng ke kecamatan ya hahaha kasian nungguin lama taunya di undur" Ucap Ayara


"Kenapa?" Agustin melirik Asha di sampingnya


"Iya kemarin gue dateng ke kecamatan, gak tau kalo latihannya di undur minggu depan"


"Emang gak ada info?" Tanya Fatimah


"Ada, dia nya aja gak mau masuk grup chat" Ucap Ayara


"Hahaha sukurin lo" Firman tertawa meledek Asha


"Makanya masuk grup" Ucap Ayara


"Males gue.. "


"Emang gak ada kontak buat di hubungin?" Tanya Fatimah


"Gak ada"


"Dia tuh sebenernya banyak kontak cewek, tapi bukan cewek di sini. Gak tau dia dapet dari mana" Ucap Firman


"Iya udah kayak bandar cewek" Agustin setuju ucapan Firman


"Minimal save lah kontak temen di sini biar bisa nanya nanya" Ucap Fatimah


"Tauu tuh" Firman melirik Asha


"Ya udah gue minta nomor lo aja Ay" Ucap Asha


"Nomor aku?"


"Iya, entar di kelas tulis nomornya di kertas"


"Oh iya iya"


"Abis dari mana lo?" Tanya Agustin pada Fadli yang tiba-tiba muncul entah dari mana


"Gue di kelas sama si Rio" Fadli duduk di samping Agustin


"Mana si Rio nya?" Tanya Agustin


"Bentar lagi juga ke sini"


Mereka pun menghabiskan waktu istirahat bersama di warung, saat mendengar bunyi bel mereka segera meninggal warung dengan cepat tak lupa juga membayar makanan yang masing masing mereka beli.


Saat pulang sekolah, Ayara memberikan sepotong kertas kecil bertuliskan nomor telponnya pada Asha.