
Fadli benar-benar lupa pada Asha, ia bahkan tidak menyadari Asha telah meninggalkan nya.
'Apa ini? Dia sama pacarnya? Katanya mau putus? Tapi keliatan deket banget gitu? Dia juga kenal si brandal Gilang? Kenapa? Kok bisa? Apa dia bohong?' Pikiran Fadli penuh dengan pertanyaan
Lama Fadli terus memandang ke arah Najwa hingga detik berikutnya, tatapan mereka saling bertemu. Najwa tidak sengaja menoleh dan menemukan Fadli yang tengah menatap ke arahnya, hanya sebentar setelah itu Najwa seperti buru buru mengalihkan pandangannya.
Fadli pun pulang dengan pertanyaan pertanyaan yang memenuhi otak, sebenarnya ingin sekali dia bertanya langsung menghampiri Najwa namun ia tidak mempunyai keberanian tersebut dan ia juga masih merasa malu. Di tambah lagi oleh fakta bahwa ia bukan siapa-siapa nya Najwa.
Setelah siang itu, ia terus kepikiran tentang ucapan Asha dan juga Najwa yang tengah di kerumuni banyak cowok.
Benar, ia tidak tahu sikap Najwa. Ia suka pada Najwa karena cantik, tapi ia tidak suka melihat Najwa bergaul dengan banyak cowok. Mungkin secara bahasa ia bisa merubah Najwa suatu saat, tapi ia teringat ucapan Asha yang mengatakan tidak semua orang bisa berubah seperti apa yang kita mau. Apalagi pasti akan lebih sulit merubah sikap yang sudah menjadi kebiasaan orang tersebut, apa ia akan mempunyai kesabaran yang cukup untuk merubah Najwa?
Dan, ucapan Ayara juga mengganggunya "Dia bisa suka sama kamu bahkan di saat dia punya pacar, dan walaupun kamu sama dia pacaran, bukan kah ada kemungkinan dia bakal suka sama orang lain lagi?"
Malam itu Fadli tidak bisa tidur karena terus memikirkan hal tersebut.
Brakk...
Fadli kesal ia lupa mengunci pintu kamarnya, Algi tiba-tiba masuk dan menumpahkan sekeranjang mainannya di kamar Fadli. Melihat adiknya yang seperti itu, Fadli tidak ingin peduli ia membelakangi Algi dan memaksa memejamkan matanya sendiri.
Tak.. Tak.. Tak.. Brak..
"Tembak.. Dol dol dol.. Bum... Bum... Bum... Bum.... Wiuw... Wiuw... "
Fadli mengerutkan mata dan alisnya, ia benar-benar kesal mendengar suara Algi. Kenapa punya adik seperti dia sih..💢💢
"Algi udah malem sana tidur" Fadli mengerutkan alisnya kesal
"Tembak tembak.. Dol.. Dol.. " Algi mengarahkan pistol mainannya pada Fadli
"Matiin nih lampunya" Fadli menakut-nakuti adiknya, karena Algi takut gelap
"Ibu.. Ini si Algi nya.. !"
Prakk..
Algi melemparkan pistol yang di pegang nya ke arah Fadli namun melesat, dan mengenai tembok.
Fadli bangkit dan meninggalkan Algi di kamarnya, "bu itu si Algi ganggu mulu aku mau tidur juga" Fadli menghampiri ibunya yang sedang menonton TV.
"Kamu tidur di sini aja dulu, biarin si Algi entar juga keluar sendiri. Mainannya biar ibu yang beresin pagi"
"Tuh tuh dia malah ke sini"
Algi terus mengarahkan pistol mainannya pada Fadli
"Algi bobo yuk, ibu mau bobo" Bujuk ibunya
"Dol.. Dol.. Dol.. " Algi menghiraukan ibunya
"Tuh sana tidur nakal banget sih" Tau gak gue lagi pusing ini.. Ucapnya dalam hati
"Algi tidur udah malem" Suara berat pak Sanu terdengar dari arah ruang tamu
"Denger tuh" Fadli segera kembali ke kamarnya dan langsung mengunci pintu.
Namun Algi merengek meminta mainannya yang berserakan di kamar Fadli, Fadli pun terpaksa mewadahi semua mainan itu dan memberikannya pada Algi, benar benar merepotkan! Pikir Fadli, padahal sudah jam 23.45.
...
Keesokannya di sekolah, Fadli meminta Ayara untuk menanyakan keseriusan Najwa. Fadli juga menceritakan kemarin menunggu beberapa jam di kecamatan, lalu menceritakan tentang ia yang melihat Najwa di danau C.