
Mereka tiba disebuah tempat yang agak jauh dari ibu kota dan berdekatan dengan pantai. Rey sempat bingung saat tadi Clara mengatakan akan mengajaknya kencan ke tempat yang tidak biasa.
Wangi air laut semakin pekat sejak mereka masuk ke dalam teapt yang dari gerbangnya bertuliskan KONSERVASI MAMALIA LAUT.
“ Mbak Rani!!!” Teriak Clara saat melihat seorang wanita yang sedang berdiri di tepi kolam. “ Ayo kak kita kesitu”
“ Heii, ra.. Apa kabar?”
“ Baik mbak.. Udah lama nggak main kesini”
Wanita yang dipanggil Rani itu melirik seorang laki-laki yang sejak tadi berdiri di belakang Clara “ Siapa?”
“ Oya mbak, kenalin ini Rey.. Kak Rey ini mbak Rani” Mereka berdua bersalaman
“ Mau ketemu Tama ya?”
“ Iya mbak..”
“ Yaudah langsung masuk aja ke tempat biasa ya..”
Clara mengangguk dan segera menarik tangan Rey untuk ikut berjalan bersama. Namun Rey bergeming hingga genggaman mereka terlepas.
“ Kenapa kak?”
“ Kamu ngajak aku kesini buat nemenin kamu ketemu sama cowok lain?”
CMbak Rani yang ada didekat situ hanya bisa tersenyum saja “ Kakak nethink mulu sama aku.. Ikut dulu makanya”
Clara kembali menggenggam tangan Rey dan berjalan masuk ke tempat yang dituju. Mereka sudah berdiri di depan sebuah kaca yang tebal dan juga menjulang tinggi sampai tinggi sampai ke langit-langit tempat itu.
Rey mengedarkan pandangannya mencari sosok laki-laki yang bernama Tama namun tak ditemukannya seorang pun.
“ Kak, kenalin ini Tama”
Rey melihat dari balik kaca itu ada seekor lumba-lumba yang tengah menghadap ke mereka berdiri saat ini. “ Lumba-lumba?”
Clara mengangguk “ Iya.. Haiii Tama kenalin ini namanya Rey”
Rey tersenyum bukan saja karena Tama yang dimaksud ternyata adalah seekor lumba-lumba tapi juga kenyataan bahwa kencan mereka adalah ke sebuah temapt Konservasi. Yang Rey tahu gadis seumurannya hanya tahu mall, cafe, club malam, liburan mewah dan lainnya. Harusnya Rey ingat bahwa sejak mereka menikah, Clara tidak pernah menghamburkan uangnya untuk belanja tas, baju atau barang mewah lainnya. Hanya sekali Rey menemani Clara berbelanja, itupun buat kebutuhan rumah tangga mereka.
“ Dari mana kamu tau lumba-lumba ini adalah Tama?”
“ Siripnya..Kakak liat sirip dipunggungnya?” Rey mulai memperhatikan “ siripnya cuma setengah”
“ Cuma itu aja?”
Rey menata Clara yang masih sibuk memandangi lumba-lumba yang berenang lincah kesana kemari namun tidak pernah jauh dari jangkauan pandangan Clara. Seolah mengerti bahwa yang hadir saat itu adalah temannya.
Kemudian Clara mengajak Rey untuk berinteraksi lebih dekat dengan Tama. Mereka berdua memberi makan, mengelus Tama dan berfoto bersama.
“ Ayo kak lempar ikannya!”
Rey bergidik bukan karena jijik tapi karena geli harus memegang ikan segar. Ini adalah pengalaman pertama baginya bisa berada sedekat ini dengan lumba-lumba. Saat foto pun Rey lebih suka mengambil foto Clara dengan Tama dari pada dirinya harus berada 1 frame dengan mereka. Setelah melakukan sedikit pemaksaan akhirnya Rey mengalah dan Mbak Rani membantu mengambil gambar mereka bertiga. Tampak raut wajah Rey yang tidak biasa.
Lalu hal yang paling mengejutkan bagi Rey adalah ketika Clara meminta ijin padanya untuk berenang bersama Tama.
“ Enggak ra! Aku nggak ijinin!”
“ Ayolah kak.. Aku udah biasa berenang sama Tama”
Rey memegang kedua sisi pundak Clara berusaha menjelaskan “ Ra, itu bahaya..Mau gimana pun juga lumba-lumba itu hewan liar”
“ Kak....”
“ Ssstt.. Ra, pliss” potong Rey, dia benar-benar sudah tidak mau berdebat dengan Clara.
“ Kak, kalau Tama mau nyelakain aku, dia bisa lakukan itu sejak dulu..Sejak pertama kali aku berenang sama dia”
Rey sudah frustasi mendengar jawaban Clara. Tidak biasanya Clara akan mengajaknya berdebat untuk hal yang sudah ditolaknya dengan tegas. “Baiklah kamu boleh berenang dengan tama”
Sebuah pelukan melingkupi Tubuh Rey, siapa lagi kalau bukan Clara yang kegirangan karena diijinkan berenang “ Makasih ya kak.. Aku pasti akan baik-baik aja”
“ Tapi kamu cuma boleh berenang di tempat yang masi bisa aku liat”
“ Iya kak..”
“ Pastiin si Tama dalam mood yang bagus, kondisinya sehat, terus......”
“ Kak, kakak tenang aja.. Cukup liat aku dari kaca, okei?”
Rey tidak Tenang. Bagaimana dia bisa tenang melihat istrinya masuk ke air berhadapan dengan hewan liar “ Aku temenin kamu aja ya?”
“ Maksudnya?”
“ Aku ikut kamu nyelam”
“ Jangan aneh-aneh deh kak. Tadi aja pas foto sama Tama uda pucat. Aku baik-baik aja kok”
Clara segera berlari ke ruang ganti untuk berganti dengan pakain selam. Tidak lama kemudian Rey sudah melihat Clara sedang mempersiapkan dirinya juga peralatan untuk diving.