Heartstrings

Heartstrings
Kesepakatan Bersama


Setelah melewati malam yang melelahkan, Clara dan Rey sudah tiba di rumah keluarga Anggoro. Rumah yang mewah dengan halaman yang luas.


“ Rey, bawa Clara istiraha ke kamar ya ?” Kiran menatap Clara dengan senyum


“ Om,,tante,, selamat malam “


“ Lho kok manggilnya masih om sama tante” tanya Kiran “ Panggil mama sama papa ya sayang”


“ I..iyaa ma..pa..” Clara masih canggung dengan panggilan ini.


“ Ayo naik” Rey berjalan mendahului Clara. Sekali lagi Clara menundukkan setengah badannya memberi salam kepada kedua mertuanya itu.


Orang tua Rey yang melihat mereka berdua dari belakang tersenyum berharap anak dan menantunya itu bisa hidup rukun selamanya.


 Kamar


***


 “ Duduk “ Rey sudah duduk diatas sofa. Dia menunjuk sebuah sofa kosong untuk Clara duduk dengan matanya


“ Kamu umur berapa ?” tanya Rey membuka percakapan


“ 18 kak “


Rey merutuk dalam hati, bagaimana bisa orang tuanya menikahkan dia dengan anak kecil. Saat pertama kali bertemu dengan Clara, Rey tidak terlalu memperhatikan istrinya. Dia baru menyadari saat pesta pernikahan ini.


“ Kamu tau kan pernikahan ini terjadi karena janji kedua orang tua kita ?”


“ Iya kak.. Aku sudah dengar semua ceritanya”


“ Berarti kamu sadar dong kalau diantara kita tidak ada cinta?”


“ Iya kak.. Jadi maksud kakak mau apa ?”


“ Ayo kita buat kesepakatan “


“ Kesepakatan apa ?”


“ Pertama, kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing. Kalau kamu bertemu dengan laki-laki yang kamu sukai silahkan ditempat dimana tidak ada yang mengenalmu”


“ Kenapa begitu kak ?”


“ Karena aku ngga mau kejadian seperti hari ini. Aku baru saja menikahimu, tapi beberapa jam kemudian kamu sudah memeluk laki-laki lain. Dimana harga diri aku sebagai laki-laki dan suami?” nada Rey agak meninggi saat membahas ini.


“ Aku janji ngga akan melakukan hal seperti itu lagi. Tapi tempat yang orang tidak mengenalku itu dimana? Gimana kalau aku ngga sengaja bertemu dengan anggota keluarga besar di luar kak“


“ Itu urusanmu! Dan tanggung sendiri akibatnya kalau sampai kamu dicap sebagai istri ngga bener”


“ Kedua, kita hanya berlaku seperti suami istri hanya di depan keluarga saja. Usahakan jangan berpapasan di luar rumah “


“ Ketiga, apapun urusan dan kebutuhanmu minta sama aku”


“ Keempat, tolong rahasiakan pernikahan ini dari siapapun”


“ Kelima, aku akan menjagamu sampai dewasa dan membantumu mencapai cita-citamu, Dan sampai saat itu tiba, mari kita bercerai “


“ Bercerai?” tanya Clara sekali lagi memastikan


“ Bagaimana dengan orang tua kita ? Aku ngga mau mereka sedih kak”


Rey terdiam sejenak memikirkan ucapan Clara. Kalau sampai orang tuanya tahu mereka berpisah entah apa yang akan terjadi. Menurut Rey, papanya Budi adalah orang yang selalu serius dengan janjinya. Kali ini saja Budi tetap memaksa pernikahan ini tanpa memikirkan perasaan Rey.


Lalu Rey juga mengenang Marta dan Santoso, tanpa pengorbanan mereka mungkin sekarang dia tidak akan berada disini. Kenyataan yang harus di hadapi oleh Rey adalah bahwa dia penyebab gadis kecil didepannya ini menajdi yatim piatu.


Rey menatap Clara, ada perasaan bersalah saat dia menatap istrinya itu. Rey juga tidak mau merusak masa depan Clara karena menjadikan dia seorang janda diusianya yang masih sangat muda. Apa kata orang nanti? Bagaimana dia bisa menjalani kehidupannya ?


Tapi disisi lain Rey tau kalau gadis kecil ini menyukai laki-laki yang bernama Samuel itu. Dan dirinya sendiri pun yakin tidak mencintai gadis kecil itu.


Keadaan seperti apa ini ? Dua insan manusia yang tidak saling mencintai justru terikat dalam sumpah pernikahan


Melihat Rey terdiam, Clara tau bahwa sulit bagi Rey untuk menerima pernikahan ini begitu juga dengan dirinya. Perasaan mereka berkecamuk memikirkan banyak hal.


“ Baik kak.. Setelah aku dewasa mari kita berpisah “


Rey cukup terkejut dengan jawaban Clara. Clara bisa mengucapkan sebuah kata pisah sambil tersenyum. Perasaan bersalah muncul lagi dalam diri Rey. Seharusnya hari itu dia lebih ngotot dengan Budi untuk menolak pernikahan ini.


“ Aku boleh tambahin satu syarat ngga kak ?”


“ Apa?”


“Dilarang ada kontak fisik dalam bentuk apapun “ Clara sudah membentuk tanda silang dengan tangannya


“ Cih.. Aku juga tidak tertarik dengan body anak dibawah umur”


“ Deal?!” Clara menjulurkan tangannya meminta kesepakatan ini terbentuk.


“ Terus kamu rencana mau kuliah dimana ?”


“ Di Universitas S kak. Aku uda ambil dan isi formulirnya, tinggal dikembalikan aja”


“ Kapan mau kembalikan formulirnya ? “


“ Mmm.. mungkin besok kak. Sekalian mau ke mall juga beli buku”


" Mau Kuantar? "


" Tidak perlu kak. Aku sudah janji dengan temanku Tania"


“ Bawa kartu ini untuk bayar biaya kuliah dan belanja besok“ Rey menyerahkan Black card unlimitednya.


“ Yakin kak mau kasih aku kartu unlimited ini? Kalo aku khilaf belanjanya gimana?”


“ Nggak apa-apa.. kamu kan istriku” tiba-tiba Rey maju sehingga wajahnya dan Clara hanya berjarak 5cm. Pipi Clara memerah akibat ulah Rey barusan. Clara langsung berdiri dan berlari ke kamar mandi.


“ Aku..aku mau mmm..mandi duluan ya kak “


Rey terkejut dengan reaksi Clara tadi. Membuatnya tersenyum puas karena bisa menggoda gadis kecilnya.


Keduanya terlelap setelah selesai mandi karena sudah sangat kelelahan. Dalam hatinya Clara tenang karena dia tidak perlu melayani suaminya itu di tempat tidur. Dia tidak masalah kalau hanya melayani suaminya untuk sekedar makan, membuatkan kopi dan keperluan lainnya karena di rumahnya juga dia sering membantu kakaknya. Asal bukan urusan tempat tidur Clara bersedia.


Dia berharap waktu cepat berlalu agar dia tumbuh dewasa. Clara berencana menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun. Dia ingin cepat-cepat tumbuh dewasa untuk bisa mengejar cita-citanya tanpa terikat dengan orang yang tidak dicintai dan mencintainya juga.