Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
9


Tok tok tok


woi bangun bangun bangun


"Cepat bangun dan segera berkumpul di lapangan belakang",kata seorang senior membangunkan kami, padahal baru jam setengah 1 malam, huft.


Setelah semua berkumpul seorang senior menjelaskan tentang kegiatan "jerit malam".


"Baiklah adik-adik,kita akan melakukan kegiatan jerit malam,apa kalian tau kegiatan apa itu?"


Hening.


"Baiklah jika tidak ada yang menjawab kakak akan menjelaskan sedikit. Nanti kalian akan berjalan menyusuri jalan di sekitar curug dago sembari melakukan tugas kecil yang akan di jelaskan lebih lanjut oleh pembina masing-masing. Lakukan semua dengan tertib,jaga sopan santun dan semangat."


Para pembinapun menghampiri kelas masing-masing dan membagi setiap kelas menjadi 5 kelompok. Kemudian kami di arak menyusuri jalan raya menuhu curug dago. Beberapa kali kami harus berhenti karena menjumpai post-post penguji. Di setiap post kami harus menjawab beberapa teka teki silang sebelum melanjutkan perjalanan.


Semua terlihat santai, enjoy. Namun ketika memasuki jalanan yang sepi kami merasa ada yang aneh, betapa tidak jika salah satu di antara kami melihat sosok wanita berambut panjang sedang duduk di atas pohon, bahkan teman kami ada yang pingsan karenanya.


Cista:" Jangan takut , itu hanya senior yang menyamar, kita jalan saja dengan santai dan diam apapun yang kita lihat, oke."


Indah:" Dari mana kamu tau cis?"


Cista:" Percaya deh, aku udah sering melakukan kegiatan seperti ini. Jangan takut oke."


Aku berusaha menenangkan teman sekelasku, karena ini bukan pertama kalinya untukku melakukan jerit malam. Jadi aku tidak heran jika banyak hantu jadi-jadian yang berkeliaran, hahaha. Namun ada satu titik di mana aku yakin itu bukan senior melainkan hantu beneran, ya aku yakin itu. Ketika kelompokku sampai di dekat air terjun aku melihat seorang wanita yang sangat cantik berpakain layaknya seorang putri keraton,dia tersenyum sangat manis,menatapku dengan penuh kasih sayang layaknya seorang ibu. Dia pergi sambil melambaikan tangan , yang membuatku yakin dia hantu sungguhan karena dia terbang tidak berjalan seperti senior -senior yang menyamar. Di situlah aku terjatuh pingsan dan saat tersadar aku sudah kembali ke sekolah, ya aku berada di uks bersama pak reihan.


Cista:" Mas Reihan?"


Cista:" Mas tadi aku melihat seorang putri, dia tersenyum padaku lalu melambaikan tangan, kemudian terbang dan menghilang di tengah-tengah air terjun. Namanya nawang wulan mas, dia bicara padaku bahwa dia telah memilihku. Aku sangat takut mas," kataku sambil memeluknya.


Reihan:" Baiklah, sekarang kamu istirahat lupakan yang terjadi tadi oke, semua pasti baik-baik saja." Katanya sebelum mencium keningku, akhirnya hal itu menyadarkan aku untuk melepas pelukanku.


Cista:" Maaf mas, aku tidak sopan."


Reihan:" Maaf untuk apa?"


Cista:" Maaf karena telah memelukmu."


Reihan:" Aku bahkan menikmatinya, jadi ngga harus minta maaf, sini peluk lagi."


Cista:"Idih apaan sih." kataku tersipu,mungkin wajahku bahkan sudah merah seperti tomat.


Reihan:" hei jangan malu, kamu kan calon istriku."


Cista:" ih ngaco lagi deh."


Dia hanya tersenyum penuh makna melihatku tersipu.


Cista kamu bidadari surgaku dan akan tetap menjadi bidadari surgaku sampai aku mati, ucap reihan dalam hati.


Semalaman aku tidur di uks di temani indah, esoknya karena kepalaku yang sangat pusing akhirnya aku di izinkan untuk pulang lebih awal di antar oleh pak reihan.