Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
28


Weekend tiba,ujianpun telah usai. Selesai ashar aku menunggu kak dzaky karena aku mau nebeng pulang ke banyumas menjenguk ayah.


Mereka belum juga memberitahu padaku apa yang sebenarnya terjadi , tidak masalah aku tau mereka melakukannya untuk kebaikanku. Mereka tidak ingin konsentrasiku terbagi, tapi sebenarnya aku sudah tau semunyanya dari Rian ,karena sebelum rian tertangkap dia sempat menelponku dan menceritakan semuanya.


*flashback on


Kring kring kring kring kring kring kring kring kring kring kring kring kring kring kring kring kring kring.


Telpku terus berdering aku mendapat telp dari nomor tidak di kenal awalnya aku ragu untuk mengangkatnya tapi karena rasa penasaran akhirnya aku angkat juga.


"Ya ,hallo."


"Hallo cista,kau mengenal suaraku?"


"Rian."


"Pintar,tepat sekali. Aku ingin memberi sebuah kejutan untukmu."


"Katakan."


"Aku baru saja menusuk perut ayahmu dengan pisau, aku minta maaf jika sampai dia tidak bisa terselamatkan. Itu adalah sebuah kepuasan untukku, jika tidak matipun aku sudah cukup puas membuatnya kesakitan dan berlumuran darah."


"Kau gila, apa kau sudah berubah menjadi seorang psycopat?"


"Hahaha, cista aku sudah melupakan dendamku hari ini karena aku sudah berhasil menyakiti kalian selama ini."


"Dasar manusia gila,kali ini kau akan masuk bui, aku tidak akan mengampunimu lagi."


"Tidak masalah,tapi setelah keluar dari penjara aku akan menikahimu,ingat ya cintaku."


"Gila kau, jangan mimpi."


"Dah cista, good bye and i love you."


"Dasar sin****."


flashback off*


Tin tin. Suara klakson mobil menggema hingga kamarku. "Itu pasti kak dzaky." Ku seret koperku menuju mobil tak lupa ku panggil mega dan ku kunci seluruh pintu rumah.


"Hey, sudah siap?"


"Sudah dong."


"Oke lets go."


"Kak dzaky."


"hhhmmm."


"Bener nih ngga ngrepotin?"


"Ngga cis,santai saja, ini memang jadwalku untuk pulang ke Banyumas."


"Ada hal yang mendesak ya kak?"


"Ya begitulah, lihat ini!" Kak dzaky menyuruhku menonton sebuah video.


"Astaga,ini benar kak sarah?"


"Ya cis bahkan bukan hanya sekali tapi sering."


"Lalu apa yang akan kakak lakukan?"


"Aku akan segera menceraikannya."


"Jangan gegabah kak,pikirkan matang-matang terlebih dahulu."


Aku melihat mega di bangku belakang ternyata dia sudah tertidur,mungkin dia lelah karena sempat beristirahat setelah sekolah tadi. Aku juga sudah mulai mengantuk tapi aku memaksakan diri untuk tidak tidur demi menemani kak dzaky ngobrol namun pada akhirnya mataku tidak kuat lagi dan akhirnya terpejam saking ngantuknya.


"Mas reihan aku mohon bangun,buka matamu, jangan tinggalkan aku, bangunlah mas." kataku dalam mimpi.


"Cis,cista bangun,cis kamu baik-baik saja?" Kak dzaki mencoba membangunkanku. Dengan setengah sadar aku memeluk kak dzaky karena saat melihat orang di hadapanku ia nampak seperti mas reihan,orang yang sangat ku cintai dan ku rindukan.


"Astaga kak dzaky, sorry ngga sengaja." Aku berusaha melepaskan pelukanku tapi kak dzaky justru berbalik memelukku erat.


"Cista,aku mencintaimu. aku masih mencintaimu seperti dulu, dari SMA hingga kini perasaanku tidak berubah."


"Kak, kamu sudah punya istri sepertinya tidak pantas jika kakak menyatakan cinta pada perempuan lain."


"Cista aku serius."


"Kak, aku menyayangimu,tapi aku belum bisa menerima siapapun sekarang. Maafkan aku."


"Tidak cista, jangan minta maaf, aku tau kamu masih sangat mencintai kak reihan. "


"Sudahlah lupakan saja."


"Ok. Ayo maghrib 15 menit lagi udah maduk isya, setelah itu kita cari makan dulu."


"Baiklah aku bangunin mega dulu."


Kami sampai di rumah paman herman saat tengah malam. Rumahku masih di pasang police line sehingga paman melarangku pulang ke rumah sementara waktu.


Setelah mengantarkanku kak dzaky langsung pamit untuk pulang ke rumahnya. Pagi hari setelah mandi dan sarapan aku menemui ayah di rumah sakit,aku harus bergantian menjaga ayah karena kak clara harus ke rumah mertuanya di desa sebelah.


Saat jam makan siang paman dan kak clara datang lagi. Kak clara menyuruhku kembali ke bandung secepatnya karena mega harus sekolah.


"Cista,kamu harus kembali ke bandung bersama mega, biar aku dan paman yang mengurus semuanya di sini. Fokuslah pada skripsimu dan urus keponakanmu. Kak yahya tidur di kantor hotel seperti biasanya dan akan pulang saat hari minggu untuk mengambil baju bersih."


"Ya kak,aku sudah tau, tidak usah khawatir. Hihihi."


"Paman aku ingin mengirim sesuatu tapi pakai share it karena filenya lumayan besar."


"Begitu, ngirim apa?"


"Jadikan sebagai tambahan bukti nanti."


"Wau,rupanya keponakanku menyimpan bukti lain."


"Cepat mana hp paman."


"Hehehe ya ya ini."


Setelah terkirim pamanpun mendengarkan rekaman itu.


"Mungkin bocah itu memang sudah lelah dengan semua tindakannya selama ini."


" Nanti di penjara dia butuh banyak bimbingan psikiater paman."


"Tentu nak,itu hak setiap orang yang ada di dalam penjara sana. Karena paman sudah kenyang,paman kembali ke kantor dulu, dadah."


"Pergilah paman, aku sudah bosan melihat wajahmu."


"Masa, bukannya kamu sangat mencintai pamanmu ini?"


"Hahaha paman nglantur. Aku membencimu paman."


"Hahaha ya ya paman mengerti kalau kamu benar-benar mencintai paman, i love you too dadah."


"Hiiiissssttt menyebalkan sekali punya paman cuma satu tapi eror. "