Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
31


"Cis jalan-jalan dulu yuk."


"Ke mana?"


"Ke pasar malam."


"Pasar malam di monumen perjuangan ?"


"Ya,mau ngga?"


"Mau dong, lagian aku malas di rumah sendirian."


"Kak clara sama mega ke mana?"


"Ke rumah mertua kak citra, soalnya ibu mertua kak citra meninggal."


"Oh, semoga khusnul khotimah."


"Amin."


"Oh ya,ngomong-ngomong bagaimana kasusnya Rian?"


"Dia di hukum 10 tahun penjara kak?"


"Lama ya?"


"Ya begitulah,semoga saja setelah keluar insaf tuh anak."


"Ya semoga saja,yang terpenting dia berhenti mengganggumu."


Pasar malam selalu punya daya tarik tersendiri,terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Di sana kita bisa menghilangkan kebosanan,mungusir rasa lelah bahkan kita bisa shop shop shoping,hehehe.


Kami berjalan mengelilingi pasar malam,kak dzaky berhenti di sebuah stan yang menjual berbagai macam boneka.


"Cis,kamu suka ini?"


"Suka sih,aku suka semua boneka tapi,aku tidak punya jatah untuk membelinya."


"Aku akan membelikannya untukmu."


"Serius?"


"Ya,nih ambillah."


"Waaahh terimakasih kak."


"Sama-sama sayang." "Kamu suka menyanyi kan?"


"Ya,hanya sekedar hobi saja."


"Kalau begitu ikut aku."


"Ke mana lagi?"


"Ke sana,kamu harus ikut lomba menyanyi."


"Pasti sudah ditutup pendaftaranya secara sudah isya gini."


"Coba dulu." " Teh masih bisa mendaftar ngga?"


"Kalau satu orang boleh lah."


"Oke, atas nama cista ya."


"Lagunya apa?"


"Sebuah rasa."


"Ok, di tunggu ya."


"Baik."


"Sebuah rasa kak?"


"Ya,aku suka saat kamu menyanyikan lagu itu tempo hari. Kenapa mau di ganti?"


" Tidak perlu, apa saja yang penting aku tau lagunya."


Tibalah giliranku.


***Sebuah rasa (agnes moo)


aku dihadapkan pilihan


antara benar dan salah


aku mencintai kamu


sungguh mencintai


kamu berjalan bersamanya


selama kamu denganku


begitu rumitnya dunia


hanya karena sebuah rasa


cinta


jadilah aku,kamu ,dan dirinya


berada di dalam dusta yang tercipta


mengapakah harus ku rasa


sepenting itukah cintamu


kita berawal karena cinta


biarlah cinta yang mengakhiri


berada di dalam dusta yang tercipta


mengapakah harus kurasa


sepenting itukah cintamu


kita berawal karena cinta


biarlah cinta yang mengakhiri


mengapakah harus kurasa


sepenting itukah egomu


kita berawal karena cinta


biarlah cinta yang mengakhiri


kamu dihadapkan pilihan


antara aku dan dia


begitu rumitnya dunia


hanya karena sebuah rasa


cinta***


"Sayang kamu memang hebat."


"Masa sih, aku biasa saja tuh."


"Aku yakin kamu juaranya."


"Jangan terlalu berharap."


"Pokoknya aku yakin kamu juaranya."


"iiissshhhh."


Benar juga, ternyata aku jadi juara , yang lebih mengagetkan lagi hadiahnya lumayan ,hahaha. Aku mendapat uang tunai 5 juta dan sebuah novel best seller dari prilly latuconsina. Hhaaah senangnya hatiku,turun panas demamku kini aku dapat shoping dengan riang,hiihihihi.


"Aku bilang juga apa, kamu yang jadi juaranya."


"Baiklah kakak terimakasih."


"Besok kita jalan-jalan pakai uang ini,mumpung malam minggu. Gimana?"


"Oke,siapa takut."


"Besok aku jemput habis maghrib ."


"Siap."


"Sekarang kita pulang."


"Ya, ayo kita pulang, pasti kak clara dan mega juga sudah pulang."


"Tunggu aku mau beli sesuatu buat kak clara dan mega."


"Ok, aku langsung ke mobil ya kak."


"Nih kuncinya, jangan ke mana-mana di mobil saja."


"Siap komandan,hehehe."


Kak dzaky membeli martabak satu dengan rasa coklat kacang dan satu dengan rasa coklat keju.


"Makasih kak sudah mengantar aku pulang."


" Sama-sama sayang,aku ngga di ajak mampir nih?"


"Hayu atuh turun kalau mau mampir."


Kak dzakypun turun dengan membawa martabak yang tadi dia beli. Rupanya kak clara belum pulang, padahal sudah tengah sembilan malam.


"Kalau kak clara belum pulang aku ngga jadi mampir deh."


"Loh,kenapa kak?"


"Takut khilaf cis."


"Maksudnya?"


"Ngga ada maksud,hehehe."


"Dasar, mau mampir ngga nih."


"Aku pulang saja deh, bye. Cis."


"Mmuuaahh."


Dia mencium keningku kilat lalu berlari menuju mobil buru-buru pulang.


"Maaf ya cis,aku janji akan terus menjaga kamu."


Isi pesan dari kak dzaky tak lama setelah kepergiannya.


Inilah yang aku bilang dia suka nakal dan seenaknya. Dia juga terus memangilku sayang saat sedang berdua. Sebenarnya aku juga suka,tapi lagi-lagi aku berusaha untuk bersikap biasa saja sebelum benar-benar menetapkan hati dan pilihan. Bagaimanapun aku harus bersikap jual mahal,ya ngga? Menurutku perempuan itu harus jual mahal agar tidak di injak-injak oleh para laki-laki.