Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
38


Dua minggu setelah ngunduh mantu, kami mengadakan resepsi di Bandung karena teman-teman kami banyak yang tinggal di sini. Sebenarnya bukan resepsi sih lebih tepat di sebut kumpul bareng,hihihi. Acaranya hanya makan-makan di rumah sambil bercanda ria dari jam 10.00 sampai jam 22.00. Teman-teman silih berganti datang dengan membawa hadiah pernikahan .


"Hay." Sapa salah seorang wanita kepadaku.


"Hay, siapa ya?"


"Aku Amira."


"Cista."


"Selamat ya atas pernikahannya."


"Terima kasih, silahkan nikmati hidangannya."


"Ya baiklah. Cista."


"Ya."


"Aku ingin mengatakan sesuatu."


"Ada apa ya?"


"Jaga baik-baik suamimu karena aku masih sangat mengharapkan dia kembali padaku."


"Maksudnya? Oh tunggu, apa kamu salah satu mantan pacar suamiku.?"


"Ternyata kamu memang pintar persis seperti kata orang yang ku dengar tentangmu."


"Begini teh, mas Dzaky sudah memilih jadi sebaiknya teh amira juga move on sudah cukup lama bukan ? Kalau tidak salah sudah 5 tahun berlalu, atau mau aku bantu mencari laki-laki lain?"


"Berani juga kamu ya?"


"Saya hanya takut pada Allah teh."


"Cista kamu tuh jelek tau ngga mudah bagiku untuk merebut suamimu kembali."


"Silahkan, kalau teh amira memang merasa paling cantik. Setiap perempuan itu cantik apalagi kalau hatinya juga cantik pasti akan banyak pria yang ingin mendapatkannya. Mungkin paras teh amira cantik tapi hatinya jelek, buruk ,kotor makanya pria juga ilfiil sama teteh."


"Tau apa kamu tentangku?"


"Aku sudah tau setiap mantan pacar suamiku, dan aku percaya kalau dia sudah berubah sekarang karena apa,teteh tau karena saya cinta yang sangat dia harapkan. Kalian para mantan hanya dijadikan pelampiasan saja,jadi berhenti mengganggu kami."


"Dasar, tunggu saja, kamu akan merasa sangat kehilangan suatu hari nanti."


"Terima kasih teh, permisi."


Aku bergegas menjauh dari Amira.


"Sayang darimana saja?"


"Dari toilet."


"Kok lama?"


"Ada mantan kamu tadi yang ingin merebut kamu lagi katanya?"


"Siapa?"


"Amira."


"Terus kamu bilang apa?"


"Aku bilang silahkan saja kalau mampu."


"Pintar sekali istriku."


"Mas, setialah padaku maka aku akan berikan segala kebahagian untukmu."


"Tentu, jangan takut."


"Dia bilang aku jelek, apa aku memang jelek?"


"Hahahaha Cista kamu itu lucu, dia bicara seperti itu karena iri melihat kamu lebih cantik dari dia." Kata seorang teman Mas Dzaky yang bernanya dodit.


"Benar sayang, kamu itu cantik luar dalam makanya aku tergila-gila padamu."


"Halah gombal kan?"


"Serius." Katanya setelah mengecup keningku.


"Mas jangan cium di depan umum dong."


"Kenapa kan sudah SAH."


"Tetap saja malu."


"Dzak istrimu buat aku saja lah." sela dodit.


"Kurang ajar ,teman macam apa kamu."


"Hahahaha,Habisnya bikin gemes."


"Sayang pergilah ke kamar, aku tidak mau semakin banyak yang jatuh cinta padamu."


"Masa suruh ngumpet si Mas?"


Hahahahahahaha tawa serempak itu memenuhi ruangan.


Aku dan Mas Dzaki sama-sama takut untuk kehilangan satu sama lain. Begitulah cinta selalu disertai cemburu,takut kehilangan serta banyak lagi rasa yang lainnya sebagai bumbu dari cinta.


Acarapun berakhir ketika semua teman kami berpamitan untuk pulang. Kamipun menuju kamar untuk beristirahat.


"Sayang mandi dulu baru tidur."


"Mas aku lelah, mandinya besok saja ya, lagian sudah larut malam."


"Ya sudah tidurlah,kemarilah peluk aku."


Ke esokkan paginya kami terbangun oleh teriakan salam dari seorang pria.


"Siapa mas?"


"Tidak tau,tunggulah aku ke depan membuka pintu."


"Astaga Andra, pergi-pergi aku mau tidur."


"Kak Dzaky,aku baru saja datang malah di suruh pergi." Ucapnya sambil memasuki rumah dan duduk di sofa.


"Siapa mas?" Tanyaku sambil menuruni tangga.


"Hay kakak ipar, wuuuiiih pantas saja kak reihan dan kak dzaky tergila-gila pada kakak ipar lah wong baru bangun tidur saja sudah sangat cantik bak bidadari."


"Ini Andra sayang anaknya paman reza masih ingat kan adiknya papa ."


"Hai adik tampan."


"Jangan memuji pria lain di depanku yank."


"Maaf mas, emang adikmu ini tampan."


"Sayang, aku cium nih." Ucapnya sambil mendekatiku.


"Ya ya ya maaf. Andra ada apa pagi-pagi ke sini?"


"Aku ingin minta tolong kak."


"Oh ya sudah bicaralah dengan kakakmu, aku mau bikin sarapan dulu. Dah."


"Sekalian kak numpang sarapan."


"Oke."


"Minta tolong apa kamu?"


"Kak dzaky katanya punya kos-kosan ya."


"Husstt, itu kejutan untuk istriku. Kenapa memangnya?"


"Aku mau dong satu kamar, aku sudah di terima kuliah di UNIKOM kata pak dhe aku suruh nemuin kak Dzaky saja."


"Oooohhh. Gampang tapi ada syaratnya."


"Apa?"


"Bantu aku menjaga istriku saat aku sedang bekerja."


"Ya elah kak orang ditinggal ke cafe doang di jagain."


"Mau tidak?"


"Oke, tapi aku juga boleh ngajak teman cewek ya?"


"Asal jangan mesum saja."


"Hahahaha kak dzaky tau saja. Tenang saja kak aku tidak brengsek sepertimu."


"Gini-gini aku sudah tobat ndra."


"Tobat karena kak reihan meninggal coba kalau kak reihan masih hidup terus kak dzaky ngga menikah sama mba cista pasti masih main sana sini."


"Jodoh di tangan tuhan ndra. Karena sudah setuju jadi aku kasih diskon 50% deh."


"Bener nih?"


"Ya itung-itung buat jajan kamu lah biar ngga numpang makan terus . Nanti setelah sarapan kita ke sana sekalian ajak cista."


"Oke. Ngomong-ngomong gimana malam pertama kemarin?"


"Mantap ndra masih segelan."


"Masa sih, hebat juga ya kak reihan nahannya."


"Aku kasih tau ya, kalau kita bener-bener cinta sama seorang wanita kita ngga bakal tega merusak sebelum waktunya contohnya aku."


"Ya yaa ya percaya aku."


"Sayang setelah ini bersiaplah karena kita akan pergi ke suatu tempat."


"Ke mana mas?"


"Aku punya kejutan untukmu."


Satu jam kemudian.


Mas Dzaky mengajakku ke sebuah rumah yang sangat besar dengan banyak kamar layaknya kos-kosan. Bukan layaknya lagi memang itu kos-kosan. Letaknya hanya 100 meter dari rumah kami ,butuh waktu 2 menit dengan berjalan kaki untuk sampai ke sana.


"Mas ini kos-kosan siapa?"


"Ini punya kita, kamu yang akan mengurus semuanya di bantu pak yono dan bu nani."


"Besar sekali mas, ada berapa kamar?"


"100 kamar, yang kanan 50 kamar untuk putra yang kiri 50 kamar untuk putri sedangkan lantai dasar untuk office dan tempat parkir."


"Waaauu. Jadi aku tidak boleh bekerja di luar?"


"Ya, maaf ,aku takut kamu di ambil orang."


"Ok baiklah , tidak masalah."


"Sayang kamu marah?"


"Ngga mas aku justru beruntung punya kamu yang begitu mencintaiku."


"I love you istriku."


Aku mencium pipinya sebagai jawaban lalu berlari menjauh melihat seluruh kos-kosan itu.