Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
17


Semalam sebelum mas reihan pulang aku menyuruhnya membawa kunci agar besok pagi ia bisa datang dan mebangunkanku karena aku termasuk orang yang doyan tidur jadi agak sulit kalau harus bangun pagi. Biasanya setelah shalat tahajud aku akan tidur lagi dan bangun saat subuh kemudian aku tidur lagi hingga jam 6.00. Itu sebabnya keluargaku memanggilku si tukang molor alias tukang tidur.


"Sayang kenapa tidur lagi?"Namun aku masih belum berkutik,kemudian mas reihan menghampiriku."Sayang bangun sebentar lagi adzan subuh." Aku belum bergerak juga,jadi mas reihan menggodaku dengan menindih tubuhku dan menciumi wajah dan bibirku.


Aku merasakan ada yang menimpa tubuhku dan itu lumayan berat,terlebih aku mulai merasakan getaran-getaran aneh karena seseorang menciumku lalu aku buka mataku perlahan, ku ukir senyum termanis saat ku lihat orang yang sangat ku cintai itu sedang berupaya membuat aku terbangun dari tidurku.


"mmmm,mas reihan,jangan mengajakku mesum di pagi buta."


"Mas hanya membangunkan tidurmu yank."


"Ya tapi modus."


"Hehehe, salah sendiri ngga bangun-bangun. Sayang diam dulu mas masih ingin memeluk tubuh kamu."


"Jam berapa sekarang mas?"


"Jam 4, ayo bangun siap-siap shalat subuh kemudian berangkat."


"Tapi aku ngga mau mandi ya mas."


"Siapa yang nyuruh kamu mandi, mas saja ngga berani mandi, dingin hiiiiihhh."


Ku peluk erat tubuh mas reihan.


"Sayang, kenapa sekarang kamu yang menggoda mas?"


"Aku cuma peluk mas ,katanya dingin."


"Ya tapi mas takut ngga bisa mengendalikan diri, apalagi dingin-dingin seperti ini."


"Iihhh pokoknya mau peluk." Dan akhirnya kamipun berciuman lagi,ya agar sedikit lebih hangat, hehehehe."Mas setelah menikah nanti aku ingin kamu tetap seperti ini dan tidak pernah berubah."


"Pasti dong,mas janji ngga akan berubah. Mas akan menyerahkan segalanya untukmu,i love you ."


Allahhuakbar,allahhuakbar. Adzan subuhpun berkumandang. Kami membersihkan muka dan gosok gigi sebelum berwudhu setelah itu kami shalat berjamaah, untuk kesekian kalinya mas reihan menjadi imam shalatku. Aku berharap ia akan selalu menjadi imam terbaik untukku di dunia dan di akhirat nanti.


Setengah jam kemudian.


"Sayang ayo berangkat."


"Ngga ada yang akan ngambil mas dari kamu selain Allah ,kamu harus yakin itu."


"Ya ya,aku percaya sama mas. Mas keluar dulu dong aku mau ganti baju nih."


"Ngga mau, mas harus di sini."


"iiihhh mas nyebelin ah."


"Udah buru ganti mas tutup mata nih, janji ngga akan ngintip."


"Janji?"


"Ya yank."


Ku ambil boneka tedyy bear besar pemberiannya. "Ni mas tutup pakai ini."Ucapku sembari menyerahkan boneka itu.


"Ok."


Ku ganti bajuku,tanpa tau kalau mas reihan tetap membuka matanya dan memandangiku.


"Mas ayo berangkat,malah melamun."Kataku setelah selesai memakai baju.


"Sayang kamu sexy,"sambil memelukku dan mencium bibirku.


"Mas kamu ngintip?"


"Hahahahaha, mas ngga nutup mata yank, maaf ya. Mas kan cuma liat yank belum juga nyicip."


"Emang makanan di cicip."


"Ya itu semua makanan mas setelah menikah nanti hehehe."


"Yayaya terserah mas lah."


"Ayo berangkat, mas udah tidak sabar di peluk tubuh kamu yang sexy sepanjang perjalanan." Mas rrihan menggandeng tanganku keluar kamar ,tangan satunya mengunci pintu lalu memakaikan helm di kepalaku. Kamipun berangkat .