Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
11


Setiap hari aku selalu bersemangat pergi ke sekolah, aku bertekad untuk meraih nilai sempurna dan memuaskan. Jadi tidak ada hari untuk bermalas-malasan. Karena itu tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan satu bulan lagi aku harus menghadapi UN.


tring tring,suara hpku berdering karena ada pesan masuk.


assalammualaikum cista.


wa'alaikumsalam mas reihan.


Ngomong-ngomong besok ada acara ngga?


Besok aku free mas,kenapa ?


Gimana kalau besok kita jalan-jalan.


Boleh ,memang mau ke mana?


Kamu maunya ke mana??


mmm,ke mana ja deh, terserah mas reihan.


Ok. Besok aku jemput jam 06.00 ya.


Ok. Selamat malam.


Malam,mimpi indah.


assalammualaikum.


wa'alaikumsalam. muah


hehehe(emogi senyum).


Hubunganku dan mas reihan semakin dekat,kami sudah sangat mengenal satu sama lain. Dia memperlakukanku dengan sangat baik layaknya seorang kakak pada adiknya, karena memang aku yang memintanya. Seperti yang pernah ku katakan sebelumnya kalau aku tidak mau pacaran karena ingin fokus belajar. Tapi tetap saja kami seperti orang yang berpacaran, bahkan banyak yang iri dengan kedekatanku dengannya, tak jarang pula mereka mendoakanku berjodoh dengannya. Aminkan saja , ya kan. hehehe


Kami sering menghabiskan waktu bersama,entah itu menonton,jalan-jalan atau sekedar menjadi guru private gratis untukku,hahahaha. Hingga tanpa ku sadari aku semakin menyayanginya bahkan aku mencintainya. Cinta itu semakin bertambah dan menggunung memenuhi dadaku ini.


Walaupun aku tidak pernah mengatakkannya tapi aku yakin dengan segala perhatian dan kasih sayangku dia tau kalau aku sangat mencintainya.


ke esokkan harinya.


tok tok tok, asalammualaikum.


wa'alaikumsalam,eh reihan, ayo masuk. Cistanya masih mandi. Kata kak clara sembari membukakan pintu untuk teihan.


Ya kak makasih.


Duduk dulu ya,kakak ambilkan minum.


Ngga usah repot-repot kak.


Terima kasih kak.


Sama-sama. Kakak tinggal ya,soalnya mau pulang kampung nengok ayah,udah di tungguin soalnya. Oh ya, nitip cista sama mega ya beberapa hari,tolong sering tengok mereka di rumah.


Siap kakak, tenang saja.


Reihan, duluan ya, assalammualikum. Kata kak yahya setelah kak clara duduk di dalam mobil.


Wa'alaikumsalam. Hati-hati kak.


Karena aku begitu lama akhirnya reihan menyusulku ke kamar.


Cista, cista. Di mana cista kok ngga ada, aaahhh biarlah,lebih baik aku menunggu di sini sambil berbaring manja.


"Aaaaaaa,mas reihan, ngapain di sini?"


"Nungguin kamu."


"Kenapa di kamar, keluarlah aku mau pakai baju."


"Ngga mau, aku mau di sini."


"Mas reihan tolong keluarlah sebentar,please."


"Baiklah,tapi dengan satu syarat."


"Apa?"


"Cium aku,"mas reihan memonyongkan bibirnya.


"Yang lain donk."


"Kalau ngga mau, maka aku akan menjamah tubuhmu sekarang juga."


"Memang berani?"


Reihan mendorong tubuhku ke atas kasur dan menindihku menciumiku dengan rakus di bibir dan leher, ketika ia meremas bagian dadaku, aku mendorongnya .


Baiklah-baiklah aku akan menciummu, sekarang aku yang menindih tubuhnya dan menciuminya dengan lembut namun dia terus bangun dan berdiri.


Maafkan aku cista, kita hentikan di sini saja, aku takut tidak bisa mengendalikan diriku, aku akan menunggumu menjadi istriku.


"Mas reihan." Aku tersentuh dengan kata-katanya, ia selalu berusaha menahan diri dan selalu menjagaku. Itu salah satu alasan kenapa aku semakin jatuh cinta kepadanya.


"i love you," ucapnya berbisik menempel di daun telingaku. Jantungku yang sudah mulai tenang kembali bergejolak. Diapun keluar dari kamarku,memberi waktu untukku berpakaian sebelum kami jalan-jalan menghabiskan hari minggu, hehehe.