
Dua tahun yang lalu aku pernah menjalin hubungan dengan seorang gadis,tapi kami harus berpisah karena tak mendapat restu dari orang tuaku,mereka menganggap gadis itu bukanlah gadis yang baik terlebih orang tuaku memandang perbedaan di antara kami tidak mungkin untuk di satukan.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan semua perbedaan yang salah justru sudut pandang, benar bukan? Ya ku rasa begitu,sudut pandang oranglah yang salah. Ahhhh,sudahlah aku tidak ingin mengingat masa lalu.
Dan sekarang di saat aku dan orang tuaku memiliki sudut pandang yàng sama terhadap seorang gadis justru gadis itulah yang menolakku. Sebenarnya tidak di tolak, lebih tepatnya aku tidak pernah mengutarakan isi hatiku padanya karena aku terlalu tau diri. Dia hanya menganggapku sebagai kakak dan sahabat saja.
Tapi bolehkah aku sedikit egois untuk bisa lebih dekat dengannya dengan memanfaatkan sakitku ini? Aku hanya ingin melihatnya lebih sering sebelum aku mati. Entahlah aku hanya merasa waktuku tak lama lagi,mungkin ini adalah rasa keputusasaanku ,aku lelah dengan rasa sakit ini dan aku ingin di sisa waktuku ini aku bisa melihat dirinya selama mungkin. Jadi aku memilki rencana untuk itu.
"Ma,aku ingin cista yang menemaniku kemoterapi besok."
"Mama saja."
"Aku mau cista yang menemani atau biarkan saja aku mati karena penyakit ini."
"Ok,mama akan coba bicara pada cista. Itu karena mama ingin kamu sembuh."
"Gitu dong."
"Kalau begitu mama tinggal sebentar."
Esok harinya jam 7.30 orang yang ku nantikanpun muncul di kamar inapku.
"Selamat pagi tante."
"Pagi nak,maaf ya jadi merepotkan."
"Sama sekali tidak merepotkan kok tante."
"Kalau begitu tante pulang dulu ya,titip bayu."
"Ya tante,tenang saja."
"Kamu memang anak baik,aku senang sekali jika kamu adalah menantuku."
"Tante bisa saja,cista jadi malu."
"Tapi sayang kamu tidak tertarik dengan anak tante,hahaha."
"Walaupun aku bukan menantu tante,tante bisa anggap aku putri tante kok."
"Benarkah?"
"Tentu."
"Baiklah putriku,mama pulang dulu ya."
"Oke."
"Pagi kak,baru bangun?"
"Kamu sudah datang,mana mamaku?"
"Dia sudah pulang dan akan kembali nanti sore."
"Oh,terima kasih cista sudah mau menemaniku di sini."
"Sama-sama kak."
"Mana dzaky?"
"Lagi ngecek cafe dulu nanti siang baru ke sini jenguk kakak."
"Oh." "Kamu tau kenapa aku ingin kamu di sini?"
"Mungkin,tapi aku ingin mendengarnya langsung dari kakak."
"Aku takut jika waktuku tidak lama lagi jadi aku ingin di sisa waktuku ini aku di temani oleh orang yang sangat aku cintai."
"Maksud kakak?"
"Cista sudah lama aku memendam rasa cinta padamu,tapi aku tau kamu masih terbayang dengan masa lalu."
"Kak bayu maafkan aku."
"Tidak perlu minta maaf cis,aku sudah senang walau hanya menjadi kakak dan sahabatmu saja. "
"Maafkan aku,aku menyakiti orang sebaik kak bayu."
"Tidak cista kamu tidak salah dan tidak perlu minta maaf. Cinta tak pernah tau kapan datang dan pada siapa dia akan terjatuh."
"Terima kasih."
"Cista dengan melihatmu mulai bangkit,mulai bisa membuka diri seperti ini saja sudah membuatku bahagia. Kamu tau bahkan ada orang yang rela mencintaimu bertahun-tahun,tetap berada di sisimu walau dia belum bisa memilikimu,aku ingin kamu membuka sedikit hatimu untuk bisa menerima cintanya."
"Kak dzaky."
"Ya benar orang itu adalah dzaky. Kalau kamu sudah menyadari itu lantas kenapa kamu masih meragukannya?"
"Karena aku takut sifat mesumnya jadi aku tidak mau jadi pacarnya"
"Kak bayu,aku yakin di luar sana ada yang bisa mecintaimu dengan tulus kakak hanya harus bersabar sedikit lagi untuk menemukannya."
"Aku mungkin akan segera mati cis,tidak mungkin aku mencari kekasih kalau hanya untuk melihatku mati."
"Kakak pasti sembuh."
"Cis,tolong belikan aku kuota, aku lupa memberi tahu ayah kalau hari ini dia harus menemui clien di cabang hotel yang baru."
"Ok"
"Ambillah kartu ini,beli di alf****t saja yang deket."
"Baiklah."
"Hay,yu. Mana cista?"
"Keluar sebentar."
"Oh,yu harus semangat donk jangan lesu gitu, kamu pasti sembuh."
"Dzak."
"Apa?"
"Aku ingin kamu terus menjaga cista."
"Maksudnya apa ni?"
"Sudahlah dzak,aku tau kamu masih mencintainya bahkan aku rasa cintamu padanya semakin dalam kan?"
"Sudahlah tidak usah di bahas. Sembuhlah kita bersaing secara sehat untuk mendekati cista, aku juga tau kamu mencintainya bukan?"
"Kamu benar tapi aku tidak bisa memilikinya, sedangkan kamu masih punya banyak waktu dan kesempatan, berusahalah untuk mendapatkan hatinya."
"Yu kamu pasti sembuh."
"Dzak, ubah sifat mesummu, pasti cista lama-lama mau menerimamu?"
"Maksudmu?"
"Dia takut sifat mesummu dzak?"
"Hhhaaahhh, ini semua kan kamu yang ngajarin."
"Aku hanya mengajakmu menonton bukan mengajarkanmu praktek."
"Halah sama saja."
"Pokoknya ubah,oke. Aku tau diam-diam dia juga sudah mulai mencintaimu dzak tapi dia ragu karena kemesumanmu itu?"
"Masa sih?"
"Kapan aku pernah bohong padamu haah."
"Ok deh,aku akan belajar merubahnya, Aku akan mengajaknya mesum setelah menikah saja."
"Pede sekali kau dzak,emang dia mau menikah denganmu."
"Ya harus mau ."
"Dasar,songong ."
"Biarin lah."
"Kak bayu sudah waktuny kemo,susternya sudah datang." Ucap cista saat masuk lagi ke kamar inàpku bersama seorang suster. "Kak dzaky sudah datang."
"Ya nih, biar kamu ngga di goda sama bayu."
"Hahahaha , ayu buru susternya nanti lumutan karena menunggu terlalu lama."
"Ayo yu biar aku bantu."
Akupun menjalani kemoterapi,aku mulai merasa obat biusnya bereaksi,aku masih samar melihat wajah gadis yang ku cintai, aku bahagia sekali karena bisa melihatnya dalam waktu yang lama hari ini.
Terimakasih cista karena telah mengajarkanku arti sebuah ketulusan dan pengorbanan. Gadis sepertimu memang sangat pantas mendapat banyak cinta dan kasih sayang, semoga kamu cepat menemukan kebahagian. Batinku sebelum mata ini benar-benar terpejam tak sadarkan diri.
Beberapa jam kemudian.
Aku bisa mendengar suara banyak orang yang khawatir akan kondisiku yang menurun drastis setelah kemoterapi. Aku juga bisa mendengar suara ibuku yang benar-benar sedih akan kondisiku saat ini,raung tangisnya membuat dadaku semakin sakit, rasanya seperti nyawaku sedang di tarik keluar dari ragaku,sakit sekali. Dan benar saja aku bisa melihat semua orang menangisiku saat dokter mengatakan kalau aku sudah tiada.
Aku bisa bertemu dengan mama kandungku,tapi aku harus meninggalkan mama yang telah merawatku sejak kepergian mama kandungku sesaat setelah melahirkanku ke dunia ini. Sebenarnya mama yang selama ini kalian kenal adalah adik kandung ayahku, dialah yang selama ini menggantikan sosok mama untukku. Aku sakit melihatnya menangisiku seperti itu. Apa aku benar-benar sudah mati sekarang. Selamat tinggal semuanya. Aku menyayangi kalian.
"Sabar tante mungkin ini yang terbaik untuk bayu, dia tidak lagi merasakan sakit sekarang, sebaiknya kita ikhlaskan biar bayu juga bisa pergi dengan tenang."
Ucap dzaky.