
Tradisi pingitan
Aku akan di pingit selama 10 hari ke depan,itu artinya hari ini hari terakhir aku bisa bertemu Mas Dzaky sebelum akhirnya kami manikah.
Kami benar-benar menikmati perjalanan ini,mampir ke berbagai tempat wisata yang kami lewati selama perjalanan menuju Banyumas. Kami sampai lupa waktu hingga saat dini hari kami baru sampai di rumah.
Mas Dzaky langsung pulang setelah mengantarkanku. Aku pasti akan sangat merindukannya.
Kadang bahkan sering sekali aku teringat akan Mas Reihan. Seandainya ia masih ada pasti ini akan menjadi hari pernikahan kami tapi takdir berkata lain aku justru akan menikah dengan adiknya,hehehe.
Mas Reihan aku yakin kamu ikut bahagia di sana. Terima kasih sudah meninggalkan jejak cinta yang begitu indah untukku. Kamu akan selalu terkenang di hatiku karena kamu adalah simbol dari sebuah keabadian cinta. Cintamu takkan terganti,takkan terlupa namun akan selalu tersimpan di relung hati.
Mas Reihan,
Terimakasih karena telah menepati janji bahwa hanya maut yang sanggup memisahkan kita. Aku bahagia pernah menjadi ratu hatimu, tunggu aku di sana kelak kita akan berjumpa di gerbang keabadian.
*********
Tak terasa tinggal 3 hari lagi masa lajangku akan berakhir. Setiap hari berasa sangat panjang apalagi aku tidak boleh pergi dari rumah dan harus berpuasa. Sungguh adat yang menyebalkan, tapi tak apa asal adat itu tidak melanggar syariat agama aku akan dengan senang hati menjalankannya.
Rindu, tentu aku rindu padanya bahkan Mas Dzaky selalu mengajak aku kabur untuk bertemu diam-diam selama pingitan ini. Tapi itu hanya gurauan karena kami juga sangat menghormati orang tua kami jadi mau tidak mau ya harus mematuhi pingitan ini.
**********
Cinta adalah satu kata berjuta makna. Dulu aku kira jika cinta maka harus bersama dan saling memiliki, rela melakukan segala hal demi orang yang kita cintai. Namun pandangan itu berubah ketika aku yang tanpa sadar mencintai seorang gadis, dia Cista Putri Handoyo. Gadis berkharisma dengan kecantikan dan kecerdasan yang tak perlu diragukan lagi.
Awalnya aku tak mengira akan jatuh cinta padanya terlebih dia gadis yang sulit di dekati. Teman akrabnya saja hanya Indah. Pokoknya introvet gitu deh.
Aku selalu memperhatikannya dari jauh hingga entah sejak kapan aku benar-benar mencintainya. Memendam rasa cinta pada gadis itu adalah hal paling mulia yang pernah ku lakukan terhadap seorang gadis,alasanku hanya satu,aku ingin menjaga dia dari sifat bobrokku,aku tidak ingin merusak berlian berharga sepertinya terlebih dia dekat dengan Kak Reihan,kakak kandungku yang saat itu tengah menjadi guru magang di sekolah tempat kami menimba ilmu. Aku rasa Kak Reihan lebih pantas untuknya,ya itulah yang ku fikirkan waktu itu. Tapi pertahananku tak begitu kokoh untuk terus memendam perasaan itu. Saat hari kelulusanku,aku memberanikan diri untuk menyatakan cinta padanya, walau aku jelas di tolak tapi aku hanya ingin dia tau kalau aku mencintainya.
Ah ya ku rasa ini juga merupakan cara Allah menyadarkanku bahwa selama ini aku selalu menyakiti perempuan, maka saat aku benar-benar jatuh cinta aku tidak bisa mendapat balasan atas cintaku.
Aku juga pernah ditegur olehNya, perempuan yang ku nikahi menipuku karena ternyata anak yang di kandungnya bukanlah darah dagingku,dan akupun menceraikannya.
Ada saat aku ingin menyerah untuk mencintai cista tapi saat itu pula Kak Reihan meninggal dan itu membuat cista sangat terpukul dan terluka. Akupun justru menemaninya sesering mungkin,menghiburnya dan akhirnya malah semakin dekat.
Butuh waktu yang sangat lama ,perjuangan yang tidak mudah untuk sampai di titik ini, menikahinya. Aku sudah berhasil mendapat hati dan cintanya ,tapi itu bukanlah akhir dari perjuanganku karena setelah menikah nanti aku harus tetap berjuang menjaga hatinya.
Aku sangat mencintaimu sayang,terima kasih telah bersedia menikah denganku.
Aku semakin tidak sabar menunggu besok, aku senang sekali. Dia seperti hadiah dari Allah atas tobat nasuhaku. Mendapat berlian seperti dia,oh senangnya. I love you cista.
Ya benar,setelah aku bercerai aku tobat dari mempermainkan wanita, aku hanya mulai mendekati cista dengan sungguh-sungguh,di tolak berkali-kali . Eh ternyata dia ngga mau pacaran,malah ingin langsung menikah.
Saat itulah aku serius kerja, membangun rumah impiannya yang pernah ia ceritakkan pada kak reihan dulu,menyiapkan banyak tabungan setelah dia wisuda aku lamar deh. Dan tibalah esok, kata SAH DAN HALAL akan aku dapat. Pokoknya aku bahagia.