Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
26


Pagi itu di sebuah pemakaman ada seorang pria tampan yang tampak sedang berkeluh kesah pada sosok tak bernyawa penunggu pusara yang tengah ia kunjungi.


Dia adalah Yusuf, sahabat baik Reihan yang di percaya akan tepat jika menggantikan sosoknya mendampingi cista. Tapi itu baru keinginan reihan saja,kita belum tau bagaimana isi hati Yusuf pada cista ataupun sebaliknya. Sudah 2 tahun sejak kepergian Reihan namun cista belum juga bisa menerima cinta dari pria lain. Apakah Yusuf, atau justru Dzaky? Kita lihat saja,apa yang akan terjadi kedepannya.


"Reihan,aku datang berkunjung. Dua tahun kamu pergi,aku rindu bertengkar denganmu,aku rindu saling mengejek denganmu,aku juga rindu kebersamaan kita. Ah aku jadi seperti kekasihmu saja mengeluh ini itu padamu,hehe. Rei,sampai detik ini aku belum bisa mendapat kesempatan untuk mengetuk dan memasuki hati Cista. Kamu kan tau aku belum pernah pacaran sampai setua ini,hahaha. Ini begitu sulit untukku,tapi satu hal ,aku tidak tau kenapa jantungku selalu berdetak tak menentu saat dekat dengannya bahkan jika aku hanya sekedar memikirkannyapun irama jantungku masih sama seperti ngajak perang saja. Apa aku sudah jatuh cinta pada kekasihmu itu? Wajar saja bukan mengingat dia sosok yang mudah untuk di cintai tapi sulit untuk di dapatkan. Rei,kamu juga harus tau dia sudah banyak berubah sekarang, dia belajar bela diri , dia sekarang lebih pendiam dan misterius. Hal itu yang membuatku jatuh hati padanya,dia tampak semakin kuat dan pemberani terlebih muka juteknya itu membuat dia lebih cantik dan memukau. Tapi aku tau di balik itu semua dia rapuh. Mungkinkah aku bisa mengobati lukanya walau sedikit? Rei aku akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkannya bukan semata-mata karena dirimu tapi karena aku memang sangat menginginkannya menjadi milikku. Tenang saja,aku tidak akan menghapusmu dari hatinya,aku hanya akan menambah ukiran cinta yang telah kamu gambar di hatinya,semoga aku beruntung ,hihihi. Rei,aku pulang dulu ya,assalammualaikum."


Hari ini aku datang untuk mengajar ke kampus seperti biasanya , aku langsung menuju ke kantin untuk sarapan namun saat aku baru saja ingin masuk aku mendengar keributan yang berasal dari dalam kantin. Rupanya Rian masih terus mengganggu Cista.


"Biarkan dulu,aku yakin cista bisa mengatasinya."Batinku sambil terus memperhatikan pertengkaran itu.


Kembali ke Cista.


"Hallo Cista lama tidak bertemu,aku kira kamu sudah hancur dan mati." Kata Rian mengganggu makan pagiku.


"Jangan mimpi ,orang busuk sepertimu tidak akan pernah bisa menghancurkanku."


"Kamu tidak takut kalau aku melakukan hal lebih buruk dari kemarin,aku bisa melakukan apapun untuk menghancurkan ayahmu."


"Lakukanlah."


"Kau menantangku?"


"Pergilah dari hadapanku atau kamu sendiri yang akan malu."


"Kurang ajar,beraninya kamu!" Ucapnya dengan melayangkan telapak tangannya ke arah wajahku. Namun sebelum tangannta sampai aku menangkisnya lebih dulu,dia terlihat semakin marah dan akhirnya kami berkelahi di kantin ,dia babak belur karena seranganku,hingga kak yusuf datang dan menghentikanku.


"Hentikan Cista,jangan melawan ketika musuh kita tak berdaya. "Kata kak yusuf sambil meraih tanganku dan menarikku pergi menjauh dari kantin.


"Gadis sialan,tunggu pembalasanku."Caci Rian yang masih sempat terdengar olehku.


Kak Yusuf terus menarik tanganku hingga kami berhenti di taman belakang kampus.


"Cista kenapa harus sebrutal ini?"


"Aku hanya ingin dia berhenti menggangguku kak."


"Dia tidak akan berhenti sebelum dendamnya terwujud cis, kamu harus hati-hati padanya."


"Ya kak aku akan menjaga diri dan hati-hati."


"Sekarang masuklah ke kelasmu,sampai jumpa."


"Ok. Terima kasih kak,kakak selalu ada untukku."


Aku tersenyum simpul menanggapi ucapannya, lalu berjalan ke kelasku. Sejujurnya aku nyaman di dekatnya, dia pria yang sangat baik,dia selalu ada untukku saat keterpurukanku atas kepergian mas reihan.


Aku juga tau kalau dia memendam rasa cinta untukku. Aku bersyukur sampai sekarang dia masih memendamnya karena aku takut mengecewakan pria sebaik dan setulus dia. Pasalnya aku masih menolak untuk menjalin sebuah hubungan spesial dengan siapapun,aku masih ingin fokus mengejar impianku,mengejar kesuksesanku. Untuk sekarang aku hanya ingin menganggap kak yusuf sebagai kakak sama seperti kepada kak dzaky.


Sebentar lagi aku akan menghadapi ujian semester, setelahnya aku menyelesaikan skripsi. Semoga semua lancar dan berjalan sesuai target,amin.


"Cista,tunggu."


Aku menghentikan langkahku saat mendengar suara yang begitu familiar untukku.


"Hei kak baru pulang."


"Pulang bareng ya."


"Ngga ngrepotin nih?"


"Ngga nyantai saja,kan kita searah."


"Oke."


"Cis,nanti malam nonton yuk,ada film horor baru lho."


"Mmm,boleh,tapi jemput ya."


"Siap,habis isya aku jemput."


"Terimakasih tumpangannya,dah." Yusuf melambaikan tangannya lalu menjauh dari rumahku.


Sejak mas reihan pergi aku mengurangi bergaul dengan banyak orang aku hanya dekat dengan kak yusuf,kak dzaky dan indah. Merekalah yang menemaniku melewati masa buruk, mereka sudah seperti saudaraku.


Malamnya aku dan yusufpun pergi menonton, dia bahkan mengajakku pergi ke mall untuk main gamemaster lalu pergi karauke bersama indah dan kekasihnya.


"Cista aku bahagia melihatmu tersenyum dan mendengarmu bernyanyi seperti ini. Semoga suatu hari nanti setelah hatimu siap kamu akan memilihku."


Batin yusuf kala aku sedang bernyanyi.


Setelah hari cukup larut dia mengantar aku pulang seperti pesan kak clara kalau kita harus pulang tidak lewat dari jam 22.00.


Dia seperti mas reihan yang sangat penurut pada orang tua,itu salah satu hal yang membuatku nyaman kepada keduanya. Hanya saja nyamanku pada kak yusuf belum cukup untuk aku bisa jatuh cinta.