Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
25


Setelah kepergian mas reihan aku seperti pribadi baru yang enggan tersenyum apalagi tertawa. Aku seakan menjadi pribadi yang dingin,ambisius,misterius dan tidak mudah percaya pada orang,kecuali orang-orang yang selalu ada untukku disaat aku terpuruk.


Untungnya aku masih bisa fokus pada kuliahku,aku memiliki target lulus s1 dengan coumloud dalam waktu 2,5 tahun saja, bismillah.


Banyak laki-laki mendekatiku tapi aku selalu menolak dengan dalih ingin fokus kuliah,padahal hati inilah yang belum bisa menerima cinta selain cinta mas reihan.


Mas reihan adalah cinta pertamaku yang akan menempati ruang khusus di hatiku walau nantinya akan ada cinta yang lain,cintanya takkan terganti. Cinta yang baru nanti harus bisa berbagi ruang hati dengan cinta yang mas reihan ukir. Cinta yang baru nanti hanya bisa mengukir sisa ruang di hatiku. Dia harus bisa menerima cinta masa laluku yang telah mas reihan bawa ke gerbang keabadian menungguku menyusulnya. Aku yakin ketulusanku dan mas reihan akan mempertemukan kami lagi dalam kekekalan nanti. Karena cinta yang kami miliki adalah cinta abadi nan suci.


Sore ini,aku dan kak Clara pergi berbelanja di sebuah supermarket. Kami tak sengaja melihat tante Mira bersama seorang laki-laki yang tak lain atasan kak yahya. Kasihan Pak Raden hanya di jadikan atm berjalan bagi tante mira, aku yakin akan hal itu karena perempuan seperti dia akan sulit berubah menjadi baik. Apalagi yang di incar wanita itu selain harta, mengingat pak raden adalah duda kaya beranak satu pemilik hotel bintang 5 yang tersohor di Bandung. "Ya ,Allah lindungi orang baik seperti pak raden dari wanita-wanita jahat pengeruk harta."


Aku dan kak clara berusaha menghindarinya,berjalan agak tergesa hingga bertabrakkan dengan cowok misterius yang memakai topi,kacamata hitam dan masker yang menutupi sebagian wajahnya.


"Maaf,maaf,saya terburu-buru,sekali lagi maafkan saya."Ucapku sambil terheran karena cowok itu menatapku lekat-lekat.


"Cista."


"Ya. Anda mengenal saya?"


"Tentu, siapa yang tidak kenal primadona sekolah yang cerdas seperti kamu. Kamu yang mungkin tidak mengenalku." Katanya sambil membuka masker dan kacamata hitamnya.


"Kak bayu kan?"


"Ya,kirain kamu ngga kenal."


"Hehe bisa ja merendahnya. Kalau begitu aku permisi dulu kak. Udah di tinggal nih sama kak clara."


"Tunggu cis,boleh ngga minta nomor telp kamu?"


"Lain kali saja ya kak, maaf, permisi."


Pov Bayu


Aku terus memperhatian langkah gadis itu hingga tak teraih lagi oleh ujung mataku. Gadis yang telah aku cintai dalam diam,dia cerdas,baik dan cantik. Sangat pantas jika orang menjulukinya primadona nan cerdas. Tapi hari ini aku melihat sisi lain darinya,ia tampak lebih diam dari yang ku kenal dulu,mungkin kehilangan kak reihan sangat melukai hatinya.


" Aku akan mengobati lukamu cista. Walau aku yakin tak bisa menyembuhkannya tapi setidaknya aku bisa mengurangi bekas lukamu. Aku akan berusaha keras untuk itu."


Kembali ke cista.


"Siapa cis?" Tanya kak Clara.


"Itu kak Bayu kakak kelasku sewaktu SMA."


"Oh, cakep juga,hehehe."


"Kakak ganjen."


"Cis."


"Apa kak?"


"Kamu belum mau cari pacar lagi?"


"Belum kepikiran kak."


"Sampai kapan?"


"Entah."


"Reihan pasti sedih kalau kamu terus seperti ini, udah berbulan-bulan sejak kepergian reihan."


"Kak, aku belum mau pacaran lagi,aku juga tidak menutup hati. Biarkan cinta itu hadir dengan sendirinya tanpa harus memaksakan diri untuk menerimanya."


"Baiklah,kakak mendukungmu."


Kring kring kring kring kring.


"Hallo assalammualaikum."


"Wa'alaikumsalam,cista."


"Ya kak dzaky ada apa?"


"Ada sih tapi,aku baru saja pulang belanja bersama kak clara,lelah hehehe."


"Kalau begitu bolehkah aku berkunjung?"


"Tentu."


"Baiklah,langsung otw."


Satu jam kemudian.


Tok tok tok. "Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam. Ayo masuk kak. Duduk dulu kak aku tinggal ke dapur sebentar ya."


"Oke."


"Ini kak di minum. Kak dzaky cobain ini deh,enak lho." Kataku sambil memberikan sepiring mie.


"Apaan ni,enak ngga?"


"Enak dong,kan masakkan aku."


"Kakak makan ya."


"Makanlah."


"Ini enak, kamu tambahin apa cis?"


"Aku hanya menambahkan suwir ayam,telur,sayur,bawang goreng,dan daun bawang kemudian sambal."


"Serius ini enak. Makasih ya tau banget aku laper,hehehe."


"Habisin cepet keburu dingin."


"Cis ,aku mau curhat nih."Kata kak dzaky setelah makan.


"Curhat saja,aku denger kok." Jawabku sambil terus mendengarkan lagu dengan sebelah telinga.


"Ternyata sarah tak sebaik yang aku kira."


"Kenapa begitu?"


"Dia selingkuh."


"Masa sih?"


"Serius cis,dia selingkuh bahkan dengan saudaranya sendiri."


"Kakak yakin?"


"Yakin cis,bukan hanya aku yang pernah memergoki mereka sedang berzina,mama juga pernah melihatnya sekali."


"Terus apa yang akan kakak lakukan sekarang?"


"Aku kasih dia kesempatan sekali lagi,kalau sampai dia mengulanginya aku akan menceraikannya setelah melahirkan nanti."


"Tapi coba pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan,aku yakin kak dzaky yang sekarang sudah dewasa dan makin bijaksana."


"Ya ,aku janji akan memikirkannya dengan matang sebelum mengambil keputusan."


"Bagus,hehe."


"Ya sudah kakak pamit ya,mau ke cafe udah ngga di cek 3 hari nih. Bisa-bisa kak reihan menghantui aku lagi."


"hehehe."


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."