Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
29


Beberapa jam kemudian.


Assalammualaikum, suara salam membuat pandanganku beralih ke arah pintu ruang rawat ayah. Rupanya orang tua mas reihan yang datang.


"Cista mama kangen."Ucap mamanya reihan sembari memelukku.


"Aku juga kangen ma, mama apa kabar?"


"Mama baik nak."


"Syukurlah, bagaimana kuliahmu?"


"Alhamdulillah lancar ma."


"Bagaimana keadaanmu han?" Tanya papa har pada ayah.


"Alhamdulillah mas,sudah membaik,tinggal proses pemulihan saja."


"Alhamdulillah, oh ya kapan herman biasa berkunjung?"


"Dia baru saja kembali ke kantor mas, mau aku telp supaya kembali?"


"Tidak usah,biar aku saja yang mampir ke kantornya nanti."


"Ok. "


"Ma,kak dzaky tidak ikut?"


"Dzaky sedang menghadiri sidang perceraian."


"Siapa yang bercerai ma?"


"Dzaky dan sarah, papa sudah mengutus pengacara untuk mengurus semuanya dan hari ini adalah sidang putusannya."


"Kenapa kak dzaky tidak menceritakan soal itu?"


"Karena dia juga belum tau soal pendaftaran perceraiannya,semua di atur oleh kami. Kami sudah kehabisan kata sabar menghadapi menantu seperti sarah."


"Yang sabar ya ma pa."


"Cista, apa kamu mau menjadi istri dzaky?"


"Mama ngaco deh."


"Mama serius cista, mama ingin sekali kamu menjadi menantu mama,walau reihan sudah tiada tapi masih ada dzaky nak, dia juga sangat mencintai kamu."


"Aku belum mau menerima siapapun ma, maafkan aku. Aku tidak ingin menyakiti kak dzaky jika aku memaksakan diri."


"Sudahlah ma, jangan paksa cista seperti itu, biarkan dia mengobati lukanya dan menata hatinya dulu. Jika memang dia di takdirkan menjadi menantu kita pasti akan ada jalannya."Kata papa har .


"Ok baiklah mama mengerti kamu masih butuh banyak waktu."


"Terima kasih ma,sudah mengerti cista."


"Mama menyayangimu nak."


"Cista juga sayang mama."


"Cista, ini tiket kereta apinya, besok jam 10.30 dari stasiun sumpiuh."


" Kenapa besok kak ,aku kan masih ingin di sini." Tanyaku pada kak clara.


"Sayang, mega harus tes minggu depan. Tolong kerjasamanya ya."


"Ok baiklah kakak, aku akan kembali besok, aku akan menjadi aunty yang baik menemani mega belajar dan mengurus segala keperluannya."


"Adikku memang terbaik."


"Kakak memujiku kalau ada maunya saja."


Hahaha kamipun tertawa bersama, dan hal itu membuat ayah nampak bahagia.


"Ayah aku pulang dulu, sudah larut, besok aku kembali ke bandung,doain aku ya supaya skripsiku cepat selesai."


"Doa ayah selalu menyertaimu nak, hati-hati di jalan untuk malam ini dan besok. Hati-hati juga selama di bandung,apalagi cuma berdua dengan mega."


"Tenang saja ayah,dadah. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Keesokan harinya,aku dan mega berangkat ke stasiun di antar paman herman. Mega tampak sangat antusias dan bahagia karena ini adalah pengalaman pertamanya naik kereta api. Terlukis jelas aura bahagia itu di wajahnya, hanya karena hal sepele seperti ini dia sudah sangat bahagia. Aku iri dengannya,dia melewati masa kecil dan remajanya dengan kebahagian sedangkan aku , aku selalu bertemu dengan ujian hidup yang silih berganti menyapa. Tapi aku harus tetap bersyukur karena memiliki mereka yang selalu menyayangi dan mencintaiku.


Sebelum masuk stasiun kami mampir untuk beli snack dan minuman ke sebuat supermarket. Karena aku tidak suka membeli makanan di dalam kereta, harganya mahal,hehehe


"Aunty hpnya bunyi."


"Haaaah ya ya."Jawabku kaget karena aku sudah mulai mengantuk. "Ya hallo."


"Hay cis, kamu di mana?"


"Hay kak bayu aku sedang di dalam kereta."


"Mau kemana?"


"Mau balik ke bandung kak habis mudik hehehe. Ngomong-ngimong ada apa kak,pakai videocall segala."


"Aku merindukan wajahmu yang cantik."


"Halah gombal ."


"Hehehe, aku serius. Aku rindu. Ngomong-ngomong turun di stasiun mana cis?"


"Kiaracondong kak."


"Aku jemput ya."


"Takut ngrepotin kak,lagian aku berdua dengan keponakanku."


"Tak masalah, aku jemput. Jam berapa tiba?"


"Kurang lebih 3 jam lagi kak."


"Ok,aku tunggu di kiaracondong."


"Makasih ya kak,maaf merepotkan."


"Kan aku yang menawarkan diri untuk menjemput,jadi ngga akan merepotkan cis santai saja."


"Baiklah,terimakasih."


"Kereta apa yang kamu naiki cis?"


"XX bisnis kak."


"Ok.Dah."


Aku merasa ada yang berbeda dengan diriku saat dekat dengan kak bayu,padahal aku belum lama dekat denganya. Tapi hati ini masih saja ragu untuk menerima pria lain. Terlebih aku harus memilih satu di antara tiga yang menurutku mereka sama-sama baik dan tampan, mereka juga sangat tulus padaku. Entahlah, semoga saat nanti waktunya tiba aku bisa mendapat yang terbaik yang sanggup berbagi ruang hati dengan masa laluku yang tidak mungkin aku hapus dari relung hati ini.


"Cista." Aku mendengar namaku di panggil oleh seseorang, ku edarkan penglihatanku mencari di mana asal suara itu. Aku tersenyum saat melihat sosok yang tadi berkata akan menjemputku , kak bayu sudah berdiri tak jauh dari keretaku berhenti, dia sangat tampan , aku seperti sedang di jemput oleh kekasih yang sangat merindukanku karena dia berlari menghampiriku dengan terus tersenyum manis. Hehehe. Aku jadi berfikir yang tidak-tidak, bagaimana jika kak bayu memelukku begitu sampai di hadapanku. Mataku melotot kaget kala apa yang aku baru saja bayangkan benar-benar terjadi. Astaga,dia memelukku di depan umum.


"Sorry cista, aku terlalu senang bisa bertemu denganmu."


"Terimakasih ya kak sudah menjemput kami."


"Santai saja, sini aku saja yang bawa kopernya."Ucapnya sambil merebut koper yang sedang ku seret. "Cis,kita makan dulu ya."


"Boleh." Jawabku singkat.


"Kebetulan Mega sudah lapar."Sela mega tak tahu malu padahal baru pertama bertemu dengan kak bayu.


"Baiklah Mega mau makan apa?"


"Apa saja kak yang penting enak."


"Bagimana kalau kita ke kedai mie saja,di dekat sini ada kedai mie yang enak."


"Mega suka mie,ayo cepat, mega sudah sangat lapar."


"Ok, ke sini ,mobil kakak ada di sebelah sana."


Aku dan mega mengikuti kak bayu.


"Terimakasih untuk hari ini kak." Ucapku saat hendak turun dari mobil begitu sampai di depan rumah.


"Sama-sama, kalau begitu aku langsung pamit ya."


"Ngga mampir?"


"Lain kali saja jika di rumah ada kakakmu."


"Ok. Sampai jumpa kak."


"Dah."