Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
19


Untuk beberapa hari ke depan aku menginap di rumah mas reihan karena mama yang memintanya,mama pula yang meminta izin pada ayahku dengan menelponnya.


kami sedang bersantai di ruang keluarga sambil ngobrol.


"Reihan besok lusa adikmu akan menikah dengan sarah."


"Hahahahaha apa ayah bercanda,bagaimana mungkin dzaky menikah?"


"Maafkan aku kak,ayah tidak bercanda, aku harus menikahi sarah."


"Kenapa, bagaimana dengan kuliahmu?"


"Maaf kak,kaka tenang saja setelah menikah aku akn tetap melanjutkan kuliahku,aku sudah menyepakati itu dengan sarah,dia juga tidak keberatan dengan itu. Aku akan mengatur waktu untuk bisa sering pulang ke sini. Kakah restui aku,aku mohon."


"Kakak ingin kamu menyelesaikan kuliahmu dulu, tinggal dua semestar lagi reihan,menikahlah setelah itu."


"Tapi kakak aku dan sarah sudah berbuat dosa, aku harus segera menikahinya."


Tamparan mendarat di pipi dzaky, "bagaimana kamu bisa lepas kendali dzaky,kakak kecewa padamu."


"Maafin aku kak,aku mohon."


"Semuanya sudah terlanjur yang penting kamu mempertanggungjawabkannya!"


"Tapi kakak memaafkan aku kan?"


"Ya tapi dengan satu syarat,suatu hari nanti kakak akan memintanya darimu."


"Syarat apa kak?"


"Kakak bilang tunggu kakak memintanya."


"Oke,oke."


Hening.


"Ngomong-ngomong apa kakak tidak pernah melakukan itu dengan cista?"


"Bodoh kau bocah tengil,aku sangat mencintai cista,aku akan melakukannya sampai bosan setelah menikahinya nanti."


"Kalian belum pernah melakukan apapun?"


"Aku hanya mencium dan memeluknya." Jawab mas reihan setelah menjitak kepala dzaky.


"Benar begitu cista?" Tanya mama penasaran.


"Ya ma,mas reihan selalu menjagaku, dia laki-laki yang sangat baik,makanya aku mencintainya."


"Syukurlah anak mama ada yang benar ngga gila semua."


"Mama dzaky ngga gila."


"Terus apa namanya kalau bukan gila?"


"Bukan gila ma tapi khilaf."Ayah mencoba menghentikan perdebatan.


"Cista ini sudah malam,lebih baik kamu tidur,besok temani mama mencari baju untuk acara nikahannya dzaky."


"Maaf ma,tapi baju yang sekoper tadi siang belum cista pakai semua jadi ngga perlu beli lagi,cista pakai yang ada saja."


"Tapi cista mama ingin...."


"Oke oke mama mengalah ,hehehe. Mama senang akan mendapatkan menantu seperti cista."


"Terima kasih mama,cista sayang mama."Aku berhambur memeluk tubuh mama.


"Mama juga menyangimu."Mama mengelus kepalaku lembut.


Aku merasakan ketulusan mama menyangiku dia menjadikan aku putrinya dan akupun menganggap dia layaknya ibu kandungku sendiri. Kalau aku rindu ibuku aku pasti akan selalu telp atau datang ke rumah mas reihan untuk bertemu mama.


"Sayang ayo mas antar ke kamar."


"Aku bisa sendiri mas reihan, jangan modus, bilang saja kalau mau cium y kan?"


"Hahahahaha,kok tau sih."


"Mama tolong jewer mas reihan, selamat malam semuanya." Aku berlari menuju kamar mas reihan untuk tidur. Sementara aku menginap di sini mas reihan akan tidur bersama dzaky di kamarnya.


Di kamar dzaky.


"Geser bocah,masih lebar tuh."


"Ini kamarku,jangan mengaturku di kamarku."


"ok baiklah, adikku aku numpang sementara waktu di kamarmu,berilah aku sedikit ruang untuk tidur."


"Kenapa tidak tidur bersama cista kak?"


"Dasar bocah gila."


"Kok kakak bisa tahan si?"


"Karena kakak mencintai cista,jadi kakak tidak akan melakukannya sebelum halal."


"Kakakku memang hebat."


"Apa kamu mencintai sarah?"


"Kakak memang luar biasa, kakak selalu tau tentang aku. Aku memang belum bisa mencintai sarah kak tapi aku akan belajar untuk mencintai dia."


"Kalau begitu jangan menikahinya."


"Kakak sarah telat datang bulan jadi aku harus tetap menikahinya."


"Apa karena kamu ingin melupakan perasaanmu pada cista?"


"waaaahh kakak memang terbaik, aku dan sarah memang sama-sama belum saling mencintai kak tapi kakak jangan khawatir aku akan baik-baik saja."


"Jangan bodoh, kamu tidak akan bisa membahagiakan sarah ataupun diri sendiri."


"Sudahlah kak jangan khawatirkan aku, aku bisa mengatasinya."


"Tapi kakak yakin pernikahanmu ini tidak akan lama, kamu tau kan feeling kakak sering tepat ."


"Baiklah kakak sekarang tidur,oke jangan bicara lagi. jangan jadikan aku orang jahat dan lari dari tanggung jawab."


"ok kakak tidak akan bicara lg,kakak hanya mengkhawatirkanmu."


Merekapun tidur.Entah apa yang membuat mas reihan tidak menginginkan pernikahan antara dzaky dan sarah terjadi, hanya mas reihan yang tau alasannya.