
Kak Bayu di makamkan di pemakaman keluarganya yang terletak di halaman belakang rumahnya. Aku turut hadir di sana bersama Kak Dzaky dan beberapa teman lainnya.
"Cis,ayo pulang ." Ajak Kak dzaky.
"Ah,ya kak ayo."
Baru mau masuk ke mobil tiba-tiba ada seorang wanita hamil menghampiriku.
"Cista."
"Ya,kakak siapa ya?"
"Saya Anisa istrinya yusuf,bisa kita bicara sebentar?"
"Setau saya kak yusuf belum menikah ."
"Ceritanya panjang,ayo ikut saya sebentar."
"Kak dzaky tunggu sebentar ya."
"Oke sayang."
"Mari kak kita bicara di taman saja,kebetulan 50 meter dari sini ada sebuah taman."
"Baiklah."
Di taman musik Anisa menceritakan semua kisahnya bersama yusuf.
Mereka di jodohkan saat baru lulus dari SMA 15 tahun yang lalu,tidak ada cinta di antara mereka. Bahkan mereka hanya pernah melakukan hubungan suami istri sekali saat malam pertama itupun tidak selesai karena ternyata Anisa sudah tidak suci,dan hal itu membuat Yusuf kecewa. Sejak itu Yusuf tidak pernah menyentuh Anisa lagi,pernikahan mereka jauh dari kata bahagia,mereka tinggal terpisah dan bertemu saat ada acara keluarga saja. Mereka juga menyembunyikan pernikahannya dari orang luar,yang tau hanya keluarga kedua belah pihak saja,itu merupakan syarat yang Yusuf ajukan saat menerima perjodohan itu.
Tapi beberapa bulan yang lalu Yusuf mulai mau menyentuh Anisa lagi hingga kini ia tengah berbadan dua. Namun hal itu justru semakin membuat Anisa sakit hati karena Yusuf selalu menyebut nama Cista saat sedang bercinta dengannya. Hal itu terjadi berulang kali hingga Anisa memberanikan diri untuk bertanya pada Yusuf,siapa cista?
Yusufpun menceritakan jika selama beberapa tahun ini dia mencintà i seorang gadis yang bernama Cista. Tunangan sahabatnya yang bernama Reihan, sebelum Reihan meninggal ia meminta tolong pada Yusuf untuk menjaga cista,bahkan Reihan meminta Yusuf untuk menjadi kekasih Cista tapi Cista selalu menolak pria yang menyatakan cinta padanya. Yusuf akhirnya meminta maaf pada Anisa karena tidak bisa mencintainya.
"Begitulah Cista, aku berharap anak ini bisa merubah Yusuf,aku berharap dia bisa belajar mencintai aku dan anak ini. Tapi dia bilang akan menceraikanku setelah anak ini lahir,aku datang ke sini untuk meminta tolong dan menanyakan satu hal padamu. Apakah kamu juga mencintai Yusuf?"
"Kak Anisa aku hanya menganggap Kak yusuf sebagai sahabat dan kakak tidak lebih dari itu. Maaf kalau tanpa sengaja aku menyakiti kalian."
"Aku mengerti,bahkan Yusufpun tau jika kamu akan menolaknya tapi dia sudah berjanji pada Reihan untuk selalu menjagamu. Makanya aku minta tolong padamu untuk berbicara pada Yusuf, aku benar-benar tidak ingin berpisah dengannya,aku tidak ingin anak ini kehilangan ayahnya. Bicara padanya kalau kamu tidak mencintainya,bicara padanya kalau dia masih bisa menjagamu tanpa harus memilikimu.Aku tidak akan keberatan dia menjagamu,menjadi sosok kakak bagimu tapi aku tidak ingin kami bercerai. Cista aku mohon bantu aku."
"Kak Anisa aku berjanji akan membantumu, bangunlah jangan berlutut seperti itu. Aku yang harusnya minta maaf."
"Cista kamu tidak salah karena cinta itu tidak pernah tau akan jatuh di mana."
"Tetap saja aku merasa bersalah."
"Sekarang aku tau kenapa begitu banyak pria yang rela mencintai kamu dalam diam,itu karena kamu gadis yang baik."
"Kalau aku gadis baik aku tidak mungkin melukai perasaan banyak orang. Kalau begitu aku permisi dulu ya kak." "Astagfirulloh,Kak Dzaky sejak kapan di situ?" Kagetku ketika hendak beranjak tapi justru menabrak dada bidang milik kak dzaky.
"Sejak awal sampai akhir,kalian terlalu serius sampai tidak menyadari kalau aku berdiri di sini."
"Ya sudah,ayo pulang,aku lelah."
"Kak Dzaky jangan memanggilku sayang,di kira orang
aku pacar kamu."
"Tidak masalah,aku menyukainya."
"Tapi aku tidak mau di kira pacarmu."
"Kenapa?"
"Karena kamu laki-laki nakal."
"Aku sudah tobat cis,percayalah."
"Benarkah,tapi aku ragu."
Hahahahaha.Kami tertawa serentak. Dalam hati aku bicara dengan diri sendiri. "Cista kamu harus menerima seseorang,agar tidak ada lagi yang salah paham padamu."
Esoknya seperti biasa aku janji bertemu dengan Kak Yusuf di kampus untuk bimbingan, aku ingin skripsiku cepat selesai. Hari ini juga aku berbicara pada Yusuf.
"Kak yusuf, belajarlah mencintai istrimu,apalagi dia sedang mengandung anakmu." Kataku saat sedang memasukkan laptop ke dalam tas.
"Dari mana kamu tau aku sudah menikah? Apa Anisa menemuimu?"
"Jangan menyalahkannya, kak tidak ada seorang ibu yang menginginkan anaknya hidup tanpa seorang ayah. Jadi aku mohon belajarlah mencintainya demi anak kalian."
"Tapi aku sudah terlanjur mencintai kamu telalu dalam cista."
"Kak belum terlambat,kakak masih punya banyak waktu sebelum anak itu lahir. Kakak juga masih bisa memenuhi janji kakak pada mas reihan untuk menjagaku tanpa harus memilikiku. Aku mohon lakukan apa yang aku minta kalau kakak benar-benar mencintaiku."
"Baiklah aku akan berusaha."
"Aku tau kakak orang baik. Jadilah suami dan ayah yang baik. Buatlah aku bangga karena dicintai oleh kakak."
"Ya aku janji akan berusaha keras untuk itu."
"Kalian sudah selesai bicara?" Kak Dzaky tiba-tiba muncul.
"Dzaky?" Kak Yusuf agak kaget.
"Ya kak, aku sudah tau. Aku sempat kecewa padamu karena merahasiakan semuanya padaku dan kak reihan. Tapi aku juga tidak bisa menyalahkanmu, karena aku tau betul bagaimana kita harus hidup dengan orang yang tidak kita cintai. Tapi keadaan kakak sekarang berbeda karena istrimu hamil anakmu jadi belajarlah untuk mencintainya. Anak itu tidak berdosa,tidak tau apa-apa. Tidak seharusnya kakak meninggalkan anak itu. Jadilah laki-laki yang bertanggung jawab."
"Kalian benar,anak itu tidak berdosa. Dosa besar jika sampai aku menyia-nyiakannya."
"Baiklah kak yusuf kami pulang dulu."
"Ya hati-hati."
Begitulah cinta, sesuatu tanpa wujud yang bisa hadir kapan dan dimana saja, dia hinggap dan jatuh sesuka hati tak pandang usia dan tak pandang kaya ataupun miskin. Aku juga tak menyangka akan mendapat banyak cinta dari mereka, tapi aku hanya akan memilih satu. Mungkin ini cara Allah menyeleksi dan menunjukkan mana yang telah menjadi ketentuanNya untukku. Dia mengambil mas reihan,kemudian kak bayu dan sekarang dia menunjukkan jati diri kak yusuf yang sebenarnya. Allah memang punya cara terbaik untuk menuntun setiap hambanya. Mungkinkah Kak Dzaky memang jodoh yang Dia pilihkan untukku? Biarkan waktu yang akan menjawab segalanya.