
Jarum jam menunjukkan angka 19.07,aku sedang mengambil wudhu ketika aku mendengar deru motor memasuki halaman rumahku. Selesai wudhu aku melihat ke arah luar jendela,tapi tidak ada orang hanya seonggok motor yang sangat ku kenal, motor mas reihan. "Mungkin dia ke masjid",gumamku dalam hati. Aku shalat isya dengan khusu, selesai shalat aku langkahkan kakiku menuju ruang makan untuk mengisi perutku yang keroncongan .
Ayah memasuki rumah setelah shalat berjamaah di masjid. "Ayah maaf cista makan lebih dulu."
"Ya nak,tidak apa. Cista ada reihan di ruang tamu, selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin."
"Ya yah cista mengerti."
Ku selesaikan makanku lebih cepat. Sejujurnya aku rindu pada mas reihan tapi rasa takut,cemburu dan marahku menutupi kerinduanku. Mas reihan langsung memelukku begitu melihatku di depan matanya.
"Mas."
"Sayang maafin mas ya ."
"Mas ngga salah kok,jd ngga perlu minta maaf."
"Tapi tetap saja saat ini kamu terluka karena mas,mas minta maaf membuat kamu sedih dan terluka."
"Mas bagaimana kalau rita hamil karena kejadian tadi siang?"
"Jangan bicara seperti itu yank,kita harus berdoa sebaliknya ."
"Mas nothing is imposible, mas ngga sadar tadi siang tapi ****** mas tetap keluar bahkan bercecer di atas perutmu,aku sendiri yang membersihkan ceceran itu, aku takut dia hamil mas,lalu mas pergi ninggalin aku."
"Ngga sayank,berhenti bicara seperti itu."
"Mas aku ingin kita break dulu selama dua bulan ke depan?"
"Mas hanya dua bulan sampai kita tau dengan pasti kalau rita tidak hamil."
"Ngga ,mas ngga mau ."
"Mas tolong mengerti,ini sangat membingungkan untukku. Jika dia hamil maka aku ingin kamu menikahinya mas,kasihan anak yang tidak berdosa. tapi jika dia tidak hamil maka kamu boleh segera menemuiku,aku tidak akan ke mana-mana. Aku akan menunggu kepastian itu."
"Tapi yànk mas ngga bisa."
"Mas ingat,mas menungguku bertahun-tahun sebelum kita bertunangan bukan, sekarang hanya dua bulan pasti mas bisa."
Mas reihan diam seribu bahasa.
"Mas besok aku akan naik kereta dan kembali ke bandung, tenangkan diri mas dulu di sini."
"Baiklah hati-hati di jalan,assalamualaikum."
Mas reihan bergegas pulang tanpa menunggu jawaban salam dariku. Aku berharap ini adalah keputusan terbaik,bagaimanapun seandainya rita hamil aku tidak bisa terus bertunangan dengan ayah dari anak tak berdosa ,jadi break adalah cara terbaik saat ini untukku. "Maafkan aku mas."
Sepertiga malam. Aku bangun untuk shalat sunah tahajud. Aku ingin segera mendapatkan ketenangan yang hakiki,membuang bayang-bayang kejadian menakutkan yang ku saksikan kemarin siang.
"Ya Allah jika mas reihan adalah jodoh yang Engkau tetapkan untukku maka bantulah kami melewati ujian ini,tapi jika bukan maka lapangkanlah hati ini untuk segera melupakan mas reihan. Ya Allah hari ini aku akan kembali ke Bandung lindungi aku dalam perjalanan, lancarkan kuliahku nanti,mudahkanlah aku untuk segera meraih impian-impianku,amin."
Hallo pembacaku yang setia, maaf ya jika tulisanku membosankan dan banyak kekurangannya karena ini merupakan karya pertamaku yang aku publikasikan. Kalian tau aku sedikit tidak PD,hehehe. Semoga kalian menikmati karya ini, jangan lupa untuk kasih saran untukku agar esok karyaku lebih bagus lagi. Terima kasih untuk para pembacaku. Aku akan usahain up beberapa hari sekali karena aku harus membagi waktu mengurus rumah dan anak juga ,hehehe.