
Hari ini mas reihan absen menjemputku pulang sekolah,akhirnya aku harus naik angkot. Setibanya di rumah aku di kagetkan dengan kehadiran ayah,ia sedang tidur di sofa teras karena rumah dalam keadaan kosong. Aku bangunkan beliau dengan pelan.
"Ayah bangun,ayo masuk!"
"Hmmm,kamu udah pulang nak?"
"Ya. Kenapa tidak bilang kalau mau datang?"
"Surprise,hahaha."
"Ayah baik-baik saja?"
"Tentu, kenapa?"
"Ayah pasti bohong kan?"
"Hahahaha,di mana kakakmu?"
"Entahlah,jalan-jalan mungkin."
"Emmm,baiklah,kita tunggu sampai kakakmu pulang, sekarang ayah ingin istirahat dulu."
"siap komandan."
Aku tau,pasti banyak hal yang akan ayah bicarakan, raut wajahnya menyimpan berjuta kecewa dan kesedihan. Kedatangannya yang tiba-tiba saja sudah membuatku yakin kalau ada hal besar yang tengah ayah alami. Mungkin saja semua yang aku khawatirkan selama ini sudah terjadi atau mungkin ada hal lain yang membuat ayah kecewa dan marah.
2 jam kemudian.
"Assalammualaikum,cista tolong kakak!"Teriak kak clara ketika baru pulang.
"Ya. Wa'alaikumsalam."Jawabku sambil berlari menuju ruang tengah."Kakak ayah datang tapi,,,"
"Kenapa kok malah ditekuk mukanya,biasanya kalau ayah datang kan bahagia,hehe."
"Ya sih, tapi sepertinya ada masalah besar, muka ayah aja jadi serem."
"Masa sih, serius, ada apa gitu?"
"Belum tau kata ayah nanti setelah makan malam mau ngobrol sama kita."
"Ya semoga saja hehehe."
"Ayo bantu kakak masak biar cepat sebentar lagi maghrib jadi setelah shalat maghrib kita sudah bisa makan."
"Siap bos."
Aku dan kak clarapun memasak dan menyiapkan makan malam di ruang tengah,selesai shalat maghrib kamipun makan malam bersama. Situasi yang selalu aku rindukan karena sejak mama meninggal makan malam bersama menjadi sesuatu yang sangat mahal untuk aku dapatkan,kami sibuk dengan urusan masing-masing serta terpisah akan jarak dan waktu.
"Anak-anak setelah ini ayah ingin bicara,banyak hal yang telah terjadi dan menurut ayah ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan semuanya. Ayah tunggu di ruang tamu."
"Baik ayah."Jawab kak clara mewakili aku dan kak citra yang suda datang sebelum adzan maghrib berkumandang."Mega selesai makan ajak via gosok gigi dan lekas tidur."
"Baik ma."Jawab mega.
*****************
"Pertama ayah ingin bertanya apakah kalian menyimpan surat-surat tanah milik kita?"
"Oh itu, ya ayah cista membawanya dan menyuruh kak clara untuk menyimpanya."
"Syukurlah kalau memang ada di tangan kalian."
"Memangnya ada apa ayah?"
"Begini ,satu bulan yang lalu ayah mengetahui kalau tante mira menikah dengan ayah hanya karena menginginkan surat-surat tanah itu menjadi miliknya, tapi saat dia sedang mencari surat-surat itu di lemari surat-surat itu tidak ada, makanya ayah langsung mengira kalau kalian yang menyimpannya. kalian juga harus tau kalau pada hari itu ayah akhirnya menceraikan tante mira. Ayah juga ingin langsung menemui kalian untuk meminta maaf atas semua yang telah ayah lakukan,tapi ayahpun harus sabar menunggu sampai cista selesai ujian, jadi baru sekarang ayah samapi di sini. Ayah minta maaf karena dulu tidak bertanya dan meminta izin dari kalian sebelum menikahi tante mira,ayah tau kalian kecewa dan sakit hati ,makanya ayah benar-benar minta maaf. Tolong maafkan ayah."
"Sudahlah ayah kami sudah memaafkan semuanya yang penting sekarang semuanya sudah baik-baik saja."
"Ayah cista juga minta maaf karena membawa surat-surat itu tanpa sepengetahuan ayah. karena cista sudah lama mencurigai tante mira."
"Ya sayang ayah justru berterima kasih karena dengan itu hak kalian terselamatkan,kelak setelah cista menikah maka itu semua akan di alih namakan atas nama kalian." Ya sudah sekarang kita istirahat karena besok kita akan kedatangan tamu penting."
"Siapa ayah?"Tanyaku penasaran.
"Tunggu saja besok,sekarang kita tidur."
Mereka tersenyum penuh arti,sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu dariku dan ingin membuatku mati penasaran.