Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
4


Setiap siswa yang datang wajib mengambil amplop berwarna coklat sesuai nama dan kelas masing-masing. Setelah semua memegang amplop, kepala sekolahpun memberi aba-aba untuk membuka amplop itu secara bersamaan.


"Baiklah para siswa dan siswi kebanggaan bapak, setelah hitungan ke 3 nanti kalian boleh langsung membuka amplop yang kalian pegang. Di dalam amplop nanti akan tertera hasil dari ujian-ujian yang telah kalian lalui beberapa waktu yang lalu, di dalamnya juga tertera pernyataan LULUS atau TIDAK LULUSnya kalian. Kalian harus siap apapun hasilnya nanti, bapak hanya berharap kalian mendapat hasil yang terbaik,amin. Mari kita mulai, 1......2......3.....silahkan buka amplop kalian. Selamat bagi yang LULUS dan jangan menyerah bagi yang belum mendapat hasil yang memuaskan,semoga kegagalan kalian adalah awal dari kesuksesan."


Mc :" Acara selanjutnya adalah pemberian beasiswa bagi para lulusan terbaik. Sebelumnya kami persilahkan para wali murid untuk masuk ke dalam aula,menemui dan mendampingi putra putri masing-masing."


Ayahpun menghampiriku dengan senyum khas miliknya. Senyum yang dulu sangat disukai ibu,senyum yang berhasil membuat ibuku jatuh cinta. Bahkan diusianya yang kini menginjak 42 tahun,ia masih sangat tampan apalagi jika tersenyum seperti tadi.


Cista Putri Handoyo,aku terkejut ketika namaku di panggil karena menjadi lulusan terbaik ke dua di provinsi jawa tengah dan terbaik pertama di kabupaten serta sekolah. Aku tidak pernah berharap menjadi yang terbaik namun Allah selalu memberikan yang terbaik padaku. Hal itulah yang membuatku tak henti mengucap syukur alhamdulillah,"terima kasih ya Allah atas segala kenikmatanMu."


Karena nilaiku memuaskan jadi aku bisa memilih SMA mana saja yang ku inginkan. " Aku ingin sekolah yang lumayan jauh dari rumah agar aku tidak harus tinggal dengan wanita itu, baiklah mari kita memilihnya sebelum besok kita berangkat mengambil segala persyaratannya di SMP sekolah yang akan segera aku tinggalkan itu." Ucapku sembari duduk di atas kursi belajar kursi keagunganku hahaha.


******


Setelah kemarin mengambil berkas persyaratan untuk mendaftar ke SMA hari ini aku langsung menuju ke Bandung. Aku memutuskan untuk tinggal bersama kak Clara di Bandung dan mendaftar di SMAN 1 BANDUNG. "Jaman itu memilih sekolah masih gampang karena belum ada sistem ZONASI."


Entah kenapa aku merasa sangat percaya diri akan diterima di sana ato memang akunya yang kePDan. Hahahaha.


Ayahpun dengan berat hati harus merelakan aku berjauhan lagi dengannya. Selama perjalanan mengantarkanku ia tak banyak bicara, bahkan ia juga tak tau kalau aku membawa semua surat-surat berharga yang kami miliki. Entah kenapa aku ingin membawanya,rasanya aku ingin menjaganya dari pencuri. Ya semoga saja itu hanya kecemasan tak berarti.


Akupun heran , mengapa aku belum bisa menerima tante Mira sebagai ibu sambung,aku bahkan selalu berfikir buruk tentangnya.