Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
30


Aku berfikir jika selama ini aku itu abstain,aku tidak bisa menentukan sikap perihal asmara. Aku terlalu takut untuk kehilangan lagi,padahal luka yang kemarin saja masih jelas berbekas. Tapi itu semua justru mungkin melukai beberapa orang yang notabennya dekat denganku,mereka dengan tulus mencintaiku,memperhatikanku, dan menyayangiku tapi aku belum juga bisa menentukan dengan siapa aku akan berlabuh. Wanita pemberi harapan palsu, bahkan ada orang yang iri dan memberiku julukan tersebut. Benarkah? Apa aku hanya memberi harapan palsu pada mereka? Ku rasa tidak karena jelas-jelas aku belum pernah mengatakan cinta pada mereka,satupun belum pernah.


Aku dekat dengan kak dzaki,kak yusuf dan kak ka bayu, sementara ini mereka adalah teman,sahabat sekaligus kakak untukku. Sejujurnya salah satu dari mereka sudah berhasil membuat jantungku berdebar-debar tapi aku belum yakin dan aku ingin lebih memastikannya serta memantapkan hati ini untuk memilih.


Mereka mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing,ya karena kita tau kesempurnaan hanya milik Allah tentunya.


Kak bayu yang romantis tapi kadang suka kasar dan memaksa,dalam hal yang positif ya.


Kak yusuf yang perangainya mirip sekali dengan mas reihan. Dia sangat menghargai wanita, dia penuh dengan kasih sayang dan dewasa. Tapi dia sangat introver, bahkan sampai detik ini aku belum juga mengenal keluarganya,misterius banget deh.


Kak dzaky yang tidak perlu di ragukan lagi cintanya. Dia tetap mencintaiku sejak SMA hingga sekarang walau aku pernah menolaknya dan justru memilih mas reihan ,kakak kandungnya. Tapi aku takut dengan gaya pacarannya yang terlalu frontal, bisa gawat kalau sampai pacaran sama kak dzaky, jika nanti aku memilihnya maka aku ingin langsung menikah saja supaya tidak banyak melakukan dosa, hehehe.


Siang ini aku meminta bimbingan kepada dosen pembinmbingku,kebetulan dia adalah kak yusuf. Kebetulan yang menyenangkan bukan atau lebih tepatnya takdir yang menggembirakan ,hahaha. Namun karena hari ini adalah hari libur nasional maka kami berjanji bertemu di salah satu cafe mas reihan tepatnya yang di depan SMAku dulu,tempat itu tak jauh dari rumah jadi ngga khawatir jika sewaktu-waktu hujan lebat melanda.


Kami baru saja memesan makanan ketika kak dzaki dan kak bayu datang ke cafe .


"Cista kamu di sini." Tanya kak dzaky.


"Ya kak mau bimbingan sama dosen pribadi,hahaha."


"Kak yusuf dosen pembimbing kamu?"


"Ya,hehehe."


"Wah, semoga cepat selesai ya skripsinya."


"Amin."


"Kalian sudah pesan makan?"


"Sudah baru saja."


"Kalau begitu aku pesan juga dong dzak." Kata kak bayu.


"Oke,tunggu ya,aku ke belakang dulu." Jawab kak dzaky .


Pesanan milikku dan kak yusuf datang terlebih dahulu, seperti biasa aku menuang sambal banyak ke dalam mangkok mieku,aku juga mengambil air lemon di dalam botol bekal minumanku. Saat melihat aku tengah minum air lemon kak yusuf memarahiku.


"Cista kamu makan sepedas itu tapi minum air lemon, nanti sakit perut."


"Tenang kak ,sudah biasa."


"Tidak boleh,simpan air lemonmu,minum air susu ini supaya menetralisir pedasnya. Kalau kamu tetap keras kepala tidak usah makan mie lagi mulai sekarang."


"Kak yusuf jahat."


"Makanya jangan keras kepala."


"Baiklah aku akan jadi anak penurut yang manis,hihihi." Ku simpan lagi botol milikku ke dalam tas,mengganti minumanku dengan susu hangat yang telah kak yusuf pesankan.


"Kalian pacaran?"Tanya kak bayu tiba-tiba membuatku tersedak.


"Ambil ini,minumlah." Perintah kak yusuf khawatir.


"Aku dan kak yusuf punya amanah dari mas reihan untuk selalu menjaga cista, lagian cista belum ingin mempunyai hubungan spesial dengan siapapun. Kata kak dzaky dari arah dapur sambil membawa makanan miliknya dan kak bayu.


"Oh, ya maaf, wong mereka seperti orang pacaran, hehehe."


"Sudah-sudah ayo kita makan." Selaku sebelum ada yang bicara lagi.


Di tengah makan sendok kak bayu terjatuh ke lantai, aku melihat ke arahnya, wajahnya tampak sangat pucat.


"Kak bayu sakit?"


"Tapi wajahmu sangat pucat kak."


"Benar yu wajahmu pucatmu sekali." Sambung kak dzaky.


"Tidak apa, kalau begitu aku pulang dulu ,istirahat." Dia langsung beranjak,baru 5 langkah ia berjalan tiba-tiba tubuhnya jatuh ke lantai,dia pingsan. Aku,kak dzaky dan kak yusufpun mengantarkan dia ke rumah sakit terdekat dengan berlari karena jaraknya hanya seratus meter, jika kami memakai mobil akan memakan waktu yang lebih lama selain putar balik juga terhambat macet. Kak dzaky langsung menghubungi orang tua kak bayu begitu kak bayu sedang ditangani oleh dokter.


Setelah orang tua kak bayu tiba,mereka langsung menemui dokter guna menanyakan keadaan kak bayu.


"Dzaky,terimakasih ya sudah mengantar bayu ke rumah sakit."


"Sama-sama tante."


"Ini siapa?"


"Kenalin tante saya cista."


"Saya yusuf tante."


"Ini cista adik kelas kalian kan dzak?"


"Ya benar tante."


"Wah kamu tambah cantik ,gimana kabarnya nak?"


"Alhamdulillah baik tante. Karena tante sudah datang kami pamit dulu ya tante sudah sore tadi belum izin sama kakak."


"Ah ya aku sampai lupa, aku harus mengembalikan anak orang tepat waktu tante."


"Hahaha baiklah hati -hati ya, kembalikan anak orang yang cantik ini dengan selamat dzak!"


"Beres tante."


"Kalau begitu kami permisi dulu tante."Sambung kak yusuf dengan sopan.


Sampai di cafe kak yusuf meminta izin untuk pulang terlebih dulu karena ada kepentingan mendadak.


"Dzaky."


"Ya kak."


"Tolong antar cista ke rumahnya ya,aku harus pulang nih ada hal yang mendesak."


"Ok,hati-hati kak."


"Sip."


"Cis,mau langsung pulang atau mau nongkrong dulu di cafe."


"Males ah di cafe."


"Ya sudah ayuk jalan."


"Kak ayuk jalan,kok diem sih?"


"Gimana mau jalan kalau kamu melupakan sesuatu."


"Apa?"


"Diam ya!"


Dia mendekatiku,seperti mau menciumku,aku sudah berdebar tak tak karuan,mungkin pipiku juga sudah merah bak tomat matang. Tapi ternyata itu cuma dugaanku saja,rupanya dia hanya ingin memakaikan seatbelt,hahaha. Pikiranku sudah mulai eror rupanya, bisanya aku memikirkan hal mesum seperti itu. Atau aku mulai ketularan virus mesumnya kak dzaky, karena setiap dekat dengannya aku selalu was-was jika kak dzaky melakukan hal mesum padaku, wkwkwkw. Tidaaaaakkk,buang jauh-jauh pikiran itu cista. Aku mencoba bicara pada diriku sendiri. Tapi kak dzaky memang begitu menggoda, ahhhh tidak tidak.