
Clara:" Kamu kenapa bahagia sekali de?" Tanya kak clara ketika melihatku yang begitu sumringah dan bersemangat untuk persami. "Jangan-jangan kamu sudah punya gebetan ya?"
Cista:" ih kaka apaan sih,aku hanya senang saja dengan teman-teman baruku, aku juga senang bisa menjauh dari istrinya ayah."
Clara:" Oh begitu, ya sudah hati-hati di sekolah nanti dan selamat bersenang-senang adiknya kakak yang cantik."
Cista:"Iiihhh apaan sih,wwweeee."
Sudah ku duga kak Clara tidak akan mengizinkan aku berangkat sendiri alhasil kak Yahya harus mengantarkanku ke sekolah selepas ia kerja. Sesampainya di sekolah,ternyata sudah banyak murid yang datang, akupun langsung menuju kelasku X.A(sepuluh A).
Sesampainya di kelas ternyata belum ada siapapun kecuali aku dan pak Reihan ,akhirnya kami ngobrol panjang lebar lagi sambil menunggu yang lain datang.
Reihan:" Eh Cista sudah sampai,sini kita ngobrol lagi mas sampun kangen niki loh."
Cista:" Ih apaan sih, ngga lucu deh."
Reihan:" Pokoknya kamu pasti akan jadi istriku."
Cista:" Ngaco kamu mas."
Reihan:"Ngga percaya? Kita tunggu saja!"
Aku tertunduk malu mendengar semua ucapannya. Jantungku serasa ingin berlari dari tempatnya, belum pernah aku merasakan seperti ini padahal aku punya banyak teman cowok tapi baru kali ini aku deg degan deket sama cowok. "Ada apa denganku. Ayo tetap fokus Cista,kamu pasti bisa ."
Cista:" Kenapa?"
Reihan:" Karena kamu adalah Cista. Kamu tau kita pernah bertemu di reuni akbar SMPN 1 SOMAGEDE ,satu tahun yang lalu,saat ada teman sekolahmu yang kurang ajar hendak menciummu di ruangan terkunci."
Cista:"Apakah kamu orang itu, orang yang menggendongku dan menyelamatkanku?"
Reihan:" Ya benar sekali, kamu masih ingat?"
Cista:" Mas Reihan tampak sangat berbeda jadi aku tidak bisa mengenalinya, maafkan aku. Tapi aku tidak pernah lupa dengan orangnya karena kamu orang yang sama yang mampu membuat jantungku berlari-lari. Tapi aku harus fokus sekolah mas, aku..." Mulutku di bungkam oleh bibir manisnya,aku hanya bisa menutup mata menikmatinya dan merasakan jantungku yang hampir saja berhenti berdetak.
Reihan:"Maaf, aku mecintaimu. Aku akan menunggumu. Cukup itu yang kamu harus tau dan yakini. Baiklah sepertinya sebentar lagi murid yang lain akan datang,aku akan kembali ke tempat dudukku. " Dia melangkahkan kakinya setelah mengulang perbuatannya menciumku.
Jantungku belum bisa tenang, ini adalah ciuman pertamaku,gila aku masih sanģat kecil,aku baru 14 tahun, tapi apa yang aku lakukan. Harusnya aku melawan, kenapa aku diam saja. Apa yang membuatku begitu pasrah saat di hadapannya, seperti ada sebuah magnet yang menarikku mendekat dan menempel dengannya.
Ingat cista kamu harus fokus sekolah. Kata itu selalu aku ucapkan dalam hati untuk memperkokoh landasanku.
Reihan:" Gila apa yang ku lakukan pada gadis kecil ini, kenapa aku tidak bisa menahan diri. Ini pasti untuk pertama kalinya ia di cium sama cowok, mukanya begitu merah dan lucu,astaga bisa gila aku kalau terus menatap gadis ini. Gadis yang selama ini aku inginkan,ia yang membuatku gila karena tak bisa melupakannya sejak setahun lalu. Pertama aku sangat menyukai suaranya saat menyanyi ,ke dua aku sangat marah ketika dia hampir di lecehkan dan ke tiga ia yang mampu membuat jantungku berdetak sangat kencang. Cista aku akan menunggumu cukup umur,akan ku pastikan kamu hanya akan menjadi milikku,milikku." Kata reihan dalam hatinya.
Sementara aku masih berupaya untuk mendinginkan muka dan badanku yang terasa panas karena ia mengecup bibirku berulang kali. "Oh tuhan, tolong aku, pasti mukaku sangat merah, ahhh memalukan sekali."