
"Hallo kak dzaky, ada apa?"
"Cista dengerin kakak sebentar ."
"Ya baiklah."
"Tadi setelah mas reihan mengantarmu pulang dia ingin langsung pulang namun ada truk yang mengikuti mobilnya. Truk itu menabrak mobil kak reihan hingga jatuh ke jurang di pinggir jalan , dan sekarang kak reihan di rumah sakit, kamu bisa datang?"
"Ya kak aku akan datang."
"Tapi berjanjilah satu hal."
"Apa?"
"Kamu harus kuat."
"Bagaimana keadaan kakak saya dok?" Tanya kak dzaky pada dokter,aku mendengar sebagian percakapan itu karena telpnya belum di matikan oleh kak dzaky. Tapi suaranya begitu lirih mungkin kak dzaky menjauhkan hpnya.
"Maaf nak, kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi tuhan berkata lain. Kami turut berduka cita."
"Maksud dokter?"
"Kakak anda meninggal dunia."
"Inalillahiwainalillahiroji'un. Terimakasih dok."
"Kak dzaky,apa yang terjadi?"
"Cista, kak reihan ."
"Kenapa mas reihan kak?"
"Kak reihan meninggal cis."
"Ngga, ngga mungkin. Mmmaaass rreeeiihaaan." Aku berteriak memanggil mas reihan. keluar dari rumah dengan berlari menuju rumah sakit,air mataku semakin deras membasahi pipi. Aku kalut hingga tanpa sadar aku telah berlari cukup jauh dan sampailah di depan rumah sakit. Kak dzaky menghampiriku yang sedang berjalan di lobi. Aku menjatuhkan diriku di pelukannya, mencari sedikit kekuatan untuk menerima takdir ini.
"Cista aku yakin kamu wanita yang kuat, sabar, ikhlaskan kak reihan pergi."
Aku hanya terus menangis di pelukannya. Bagaimana sekarang mas reihan sudah pergi bahkan tidak akan pernah kembali lagi,dia meninggalkanku selamanya, Takdir ini begitu sulit untukku,saat aku sudah benar-benar sangat mencintainya,Allah mengambilnya dariku.
Aku duduk termenung dengan banjir air mata menunggu kak dzaky mengurus kepulangan zenajah mas reihan.
Aku baru pertama kali naik ambulance ini, aku terus memeluk tubuh mas reihan yang dingin seperti es, tubuhnya sudah sangat kaku dan pucat.
"Mungkin dengan seperti ini akan membuatku ikhlas untuk melepaskannya karena jika dia hidup tapi bukan denganku itu akan membuatku semakin terluka dan tidak ikhlas."Batinku.
"Kak dzaky benarkah mas reihan sudah menikah dengan rita?"
"Ya benar cista,Rita hamil,dia datang ke rumah dan meminta kak reihan menikahinya. Awalnya kak reihan menolak karena kak reihan yakin itu bukanlah anaknya tapi rita mengancan dengan menodongkan pisau di leher mama jadi terpaksa kak reihan menikahi rita keesokkan harinya.."
"Kenapa tidak memberitahuku."
"Kak reihan sedang menyusun rencana untuk membongkar kejahatan rita,rizal dan rian. Baru beberapa hari yang lalu kami menghubungi kak laras untuk menanyakan prosedur tes DNA setelah kandungan rita 5 atau 6 bulan ,namun kak laras melarangnya karena terlalu beresiko jadi kami harus menunggu anak itu lahir. Tapi Allah berkehendak lain, mereka memang licik dan akhirnya inilah yang terjadi sekarang."
"Kenapa mereka begitu jahat."
"Sudahlah kamu harus kuat,buktikan pada mereka kalau semua ini tidak akan menghancurkanmu. Kamu harus tegar,tetaplah menjadi cista yang selama ini aku kenal."
"Insyaallah kak,walau akan butuh banyak waktu untuk mengikhlaskan ini semua. Lalu di mana rita sekarang?"
"Dia di purwokerto,di rumah mas reihan yang telah berhasil di rampok oleh mereka?"
"Kenapa bisa?"
"Seperti biasa,mereka dengan kelicikannya berhasil mencuri sertifikat rumahnya lalu mengalihkan namanya ke rita."
"Keterlaluan."
"Berjanjilah besok kamu harus berhenti menangis, cukup hari ini saja menangisnya."
"Aku tidak bisa berjanji kak."
Pemakaman akan di langsungkan esok hari karena kami sampai di purwokerto saat hari sudah terlalu larut.
Saat aku baru turun dari ambulance ayahku sudah menunggu di dekat pintu ambulance ,aku langsung memeluknya sambil terus terisak. Namun tiba-tiba rita datang dan menarik tubuhku lalu mendorongku hingga tersungkur di lantai. Dia mengataiku tidak tau diri karena menangisi suami orang dalam hatiku berkata kalau ritalah yang tidak tau diri bercinta dengan tunangan orang di hadapan rizal kekasihnya sendiri.
"Rita apa kamu tidak bersedih,suamimu meninggal."
Tanyaku .
"Hahahaha ,bersedih,untuk apa? Bahkan aku tidak lagi mencintainya,aku hanya ingin tidak ada yang bisa memiliki reihan karena aku juga tidak bisa memilikinya dulu. Jadi aku terpaksa membunuhnya."
"Jadi kamu yang menyuruh sopir truk itu?"
"Ya,kamu memang pintar cista. Kamu tau cista aku puas karena dia meninggal. Satu lagi yang harus kamu tau,anak ini bukan anak reihan tapi anak kekasihku rizal. Selamat menderita cantik,oh ya,terimakasih untuk rumahnya.
"Tunggulah hingga Allah memberi kalian hadiah. Ingatlah apa yang kalian tanam itu yang akan kalian petik. Dan saat itu tiba aku sudah menjadi orang yang besar ,orang yang tidak pernah kalian sangka sebelumnya." Kataku dalam hati menguringi langkah meteka menjauh dari rumah duka.
Keesokkan harinya setelah pemakaman selesai aku meminta ayahku untuk mengantar aku kembali ke bandung. Aku tidak ingin ketinggalan pelajaran,aku harus bangkit dan membuktikan kalau mereka tidak akan bisa menghancurkanku.