Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
5


Pagi-pagi sekali aku sudah berangkat ke SMAN 1 Bandung untuk mendaftar. Semoga aku di terima amin. Selain bisa menjauh dari istri ayah di sini aku juga bisa mencari pengalaman baru. Belajar bahasa baru yang benar-benar aku tidak tau. Kak Clara bilang aksiku ini terlalu nekat, walaupun pada akhirnya ia terpaksa mendukung , hahaha. Tapi aku yakin aku bisa dengan cepat menyesuaikan diri di lingkungan yang baru ini, " ayo semangat cista, go go go semangat."


bbuugghh


Aku hampir saja terjatuh karena seseorang tak sengaja menabrakku dari belakang,untung saja ada tubuh yang menahanku dari jatuh. Tapi tetap saja karenanya aku harus berpelukan dengan orang super jutek ini. Bagaimana tidak jutek,aku dengan rendah hati mengucapkan terima kasih karena sudah menahanku supaya tidak terjatuh eh dia dengan songongnya mengatakan kalau aku sengaja ingin memeluknya karena ketampanannya itu. "What, ngga salah denger nih, sabar cista ini ujian". Aku hanya bisa menggelengkan kepala dan berlalu dari kerumunan itu, aku hanya ingin fokus belajar tidak seperti yang mereka bicarakan. Mereka fikir aku akan menjadi saingan bagi para siswi-siswi yang lain dalam merebut hati si Dzaki. Siswa tampan yang menjadi rebutan para gadis.


Eh loe yang namanya cista ya, teriakan itu membuatku tersedak saat sedang makan sian di kantin.


cista:" Ya benar saya Cista, ada apa ya kak?" aku memanggilnya kakak karena dia memakai almamater jadi otomatis dia pasti kakak kelas.


Diva:" Aku Diva pacarnya Dzaki, aku cuma mau ngingetin kamu jangan mencoba mendekati Dzaki kalau kamu mau damai sekolah di sini,mengerti."


Cista:" Baik kak, tadi pagi itu ada yang tidak sengaja menabrak saya dari belakang makanya saya terdorong ke depan dan bertabrakan dengan Kak Dzaki, jangan salah paham."


Diva:" Ya ya ya terserah kamu lah mau ngomong apa, yang penting ingat perkataan saya berusan ,oke."


Baru saja aku mau menjawab dia sudah bergegas pergi menjauh dari kantin tempat aku makan. " Baru juga mendaftar sudah ada saja yang bikin kesel, sabar cista sabar."


Esoknya di sekolah.


Rupanya belum banyak yang datang jadi aku bisa dengan mudah melihat papan pengumuman, ku perhatikan lembar demi lembar kertas yang terpajang di sana ku mulai dari nomor paling akhir sampai akhirnya aku menemukan namaku berada di nomor 3," sungguh Engkau maha mulia Engkau selalu memberikan yang terbaik untukku, thanks for everything I LOVE YOU ALLAH."


Sambil berzikir dan mengucap syukur aku berjalan menuju taman menunggu pengumumun berikutnya. Cista:" Hallo, assalamualaikum ayah."


Ayah:"Waalaikumsalam nak, bagaimana sudah ada kabar kamu diterima tidak di SMA 1?"


Cista:" Alhamdulillah yah Cista peringkat 3 jadi di terima, doain ya yah biar lancar semua sampai Cista lulus nanti,amin."


Ayah:" Amien,nak. Semangat belajarnya dan sukses selalu. Ayah akan sering berkunjung ke sana. I love you nak."


Cista:" Terima kasih yah, i love you too. Ayah jaga kesehatan."


Belum puas aku ngobrol sama ayah tiba-tiba ada pengumuman jika kami para murid baru harus menuju aula jadi dengan terpaksa aku matikan teleponnya.