Elegiku"Cista"

Elegiku"Cista"
12


Ku pakai setelan olahraga yang ku punya lalu menghampiri reihan dan mega di ruang tv.


"Ayo berangkat sebelum matahari menyengat kulit kita,"kataku sambil melangkah mendekati mereka. "mega di mana kunci rumah?"


"Di dalam sakuku aunty."


"Baiklah," aku menunduk malu karena reihan melihatku dengan tak berkedip." mas reihan jangan melihatku begitu malu."


Dia hanya tersenyum menanggapi ucapanku.


Kamipun lari pagi menuju ke monumen perjuangan tempat diadakannya pasar kaget setiap hari minggu,mereka lebih mengenal tempat ini dengan nama gasibu. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk berlari santai dari rumah sampai ke sana.


"Aunty bolehkah aku menemui teman-temanku di dekat telkom,"kata mega ketika kami baru saja sampai di sana.


"Boleh,ayo kita jalan ke sana."


"Asik,terimakasih ,mega sayang aunty."


"Ya ya ya baiklah. hahahahaha."


Kamipun berjalan menuju telkom.


"Mana teman-temanmu?"


"Itu di tempat mie yamin".


"Ok. aunty tunggu di taman ke dua jam 09.00, jangan terlalu lama nongkrong."


"Baik aunty, aku mengerti."


"Anak pintar,ini uang jajan untukmu." Ku sodorkan uang 50.000 padanya."Gunakan dengan bijak ,oke."


"Siap komandan."


"Baiklah sampai jumpa." "Mas reihan ayo kita ke sana!"


"Ke mana?"


"Tempat favorit kita."


"Oke,dengan senang hati tuan putri."Jawab reihàn sambil menggenggam tanganku erat.


Sampailah kami di kedai mie ayam langganan,sesama penggemar mie rupanya hehehe.


"Maaf sayang,mas lapar, hehehe".


"Mas kalau makan seperti anak kecil. hehehe". Ucapku seraya membersihkan mulutnya yang blepotan.


"Ah jadi malu."


hahahahaha ,kamipun tertawa bersama. Setelah membayar mes reihan mengajakku duduk di bangku taman sambil menunggu mega datang.


"Cista kamu mau kuliah di mana?"


"Belum tau mas,liat nilainya dulu."


"Mas yakin nilai kamu memuaskan."


"Amin."


"Cista, apakah kamu mau menikah denganku selesai kuliah nanti?"


"Apa aku pantas menjadi istri kamu mas?"


"Sangat pantas karena mas sangat mencintai kamu, apalagi mama dan papa juga sangat menyayangimu."


"Mas reihan masih mau menungguku?"


"Pasti sayang,mas akan menunggu."


"Baiklah, aku mau jadi istri kamu."


"Serius?"


"Ya mas aku mau."


"yeess.Besok mas akan ajak mama dan papa ke rumahmu,kita tunangan dulu, mas bahagia sekali akhirnya kamu mau menikah dengan mas. emmm apakah mas boleh memelukmu?"


Ku anggukkan kepalaku sebagai jawaban. Diapun memelukku dengan erat.Aku melihat dengan jelas betapa dia sangat bahagia atas persetujuanku untuk menikah. Ku harap kebahagian ini tidak akan pernah terhenti hingga maut memisahkan kami kelak. Aku sangat tau dan yakin akan ketulusannya, dengan sabar ia berusaha meraih dan meyakinkan hatiku. Menjadi guru dan kakak yang baik untukku, kasih sayang dan perhatiannyapun tak luput dari pengamatanku, itu semua yang akhirnya mampu meluluhkan hatiku secara perlahan hingga hari ini aku menyetujui ajakannya untuk menikah setelah aku selesai kuliah nanti.


Perlahan dia melepas pelukan itu dan menggantinya dengan ciuman yang lembut dan memabukkan, akupun membalasnya tak kalah lembut.


Begitulah hubungan kami walaupun tidak pernah ada kata jadian tapi keromantisan kami selalu membuat berjuta mata yang melihat merasa iri. Bahkan tak jarang ada kakak kelas cewe yang menamparku, mengataiku merebut mas reihan darinya, padahal merekalah yang terobsesi pada mas reihan. Karena kejadian itu berulang kali akhirnya mas reihanpun mengundurkan diri dari sekolah. Menurutnya berhenti mengajar adalah langkah yang baik untuk menghadapi cewe-cewe yang sering menggodanya.


Hahaha.