My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Muntah



Albi menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh, hatinya bergemuruh penuh dengan rasa kesal terhadap Sonia sang ibu tiri yang saat ini duduk santai di sampingnya.


"Astaga Albi kamu sudah gila! pelankan mobilnya aku masih mau hidup!" teriak Sonia memegang erat pegangan yang ada di atas dekat pintu mobil.


"Hahah... kenapa ******, aku pikir wanita sepertimu tidak punya rasa takut sedikit pun" Albi tertawa mengejek Sonia.


"Dasar gila... aku tidak mau mati konyol...hentikan mobilnya, aku mau turun"


"Hahah....bukannya kau yang minta ikut dengan ku hm... kenapa minta turun hahah..." Albi semakin mempercepat laju mobilnya.


"Bocah edan...berhenti" Sonia kembali berteriak kecepatan mobil di luar batas membuat tubuhnya terasa terombang ambing, dan kepalanya pusing.


"Hahah... aku mau tahu sampai mana keberanian sang wanita penggoda di sampingku ini" Albi semakin tertawa


"Albi hentikan mobilnya aku tidak kuat" Sonia menutup mulut dengan kedua tangannya" isi perutnya terasa ingin keluar.


"Hahah....Hahah... kau mau main-main dengan ku kan ,ok mulai hari ini aku terima tantangan mu" Albi semakin gila menjalankan mobilnya dibuat belok belok tidak beraturan.


"huek...huek...huek..." Akhirnya Sonia sudah tidak bisa menahan lagi dia mengeluarkan semua isi perut nya.


"Ha... dasar ****** jorok sekali Kenapa muntah di mobil ku" Albi geram melihat muntahan bercecer di mobil nya.


Albi segera menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.


Albi segera turun dari mobilnya dia merasa jijik melihat muntahan Sonia.


Sonia pun secepatnya keluar dari dalam mobil sambil memegangi perutnya yang masih terasa mual, dan dia kembali memuntahkan isi perutnya di pinggir jalan.


"Astaga kau wanita jadi jadian dari mana masa naik mobil saja muntah haha...hahah." Albi belum puas mengejek Sonia.


"Dasar gila sialan, belikan aku air minum" Sonia menendang kaki Albi.


"Aw...sakit ,dasar wanita kasar" Albi mengusap kaki nya yang terasa sakit karena tendangan Sonia.


Melihat wajah Sonia yang pucat Albi pun tidak tega, akhirnya dengan terpaksa Albi menyebarang jalan untuk membeli air mineral untuk Sonia dari penjual di pinggir jalan.


"Ini ambil" Albi menyodorkan satu botol air mineral kepada Sonia, dan membuka satu botol lagi untuk dia teguk sendiri.


Sonia menerimanya dengan hati kesal, kemudian segera membuka penutupnya dan meminum nya.


"Aku mau plang naik taxi " Sonia berjalan untuk mencegat taxi yang lewat


"Kenapa kau ikut naik juga?"


"Aku juga mau pulang, aku tidak sudi naik mobil yang ada muntahan mu" ucap Albi


Sonia terdiam bersandar di sandaran kursi dan memejamkan matanya kerena kepalanya masih terasa pusing.


Supir taxi pun segera melajukan mobilnya setelah Albi mengatakan tujuan mereka.


"Kau masih pusing? awas jangan sampai muntah lagi di sini"


"cerewet diam aku mau istirahat sebentar."


"Tidak aku sangka iblis betina sepertimu bisa mabuk kendaraan"🤣🤣🤣


" Tutup mulutmu, aku belum pernah seperti ini."


"Mungkin istrinya sedang hamil pa jadi muntah-muntah" ucap supir taksi.


Albi terdiam dan Sonia tidak memperdulikan ucapan sopir taxi tersebut.


Setelah beberapa menit akhirnya taxi yang mereka tumpangi pun sampai Albi membayar taxi dan segera turun di ikuti oleh Sonia di belakangnya.


Mereka masuk kedalam rumah, Sonia duduk di kursi sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.


"Heh... apa benar kau sedang hamil?" Albi menelisik tubuh Sonia


" Nika baru beberapa hari sudah hamil saja sungguh luar biasa" Lanjutnya.


" Ayah mu menikahi ku baru beberapa hari kebelakang , tapi meniduri ku sudah beberapa bulan kebelakang!"


"Dasar tidak tahu malu"


"Ayo sini mau aku ajari membuat anak, mungpung ayah mu tidak ada" Sonia mengedipkan sebelah matanya kemudian berlari menghindari amukan Albi.


" Wanita sialan " Albi melemparkan bantal kursi kearah Sonia tetapi tidak mengenai Sonia karena Sonia sudah berlari menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁