My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Obrolan Santai



๐ŸSiang Hari๐Ÿ


Albi sedang berkutat di meja kerjanya, hari ini pekerjaan Albi sangat banyak.


"Bos sudah istirahat dulu sebentar lagi waktunya makan siang."


"Iya Pak Bram ini tanggung sebentar lagi."


"Bos yang namanya pekerjaan akan Terus ber tambah tidak akan ada beresnya, jangan terlalu memaksakan, beri waktu istirahat dulu untuk tubuh mu!"


Bram sang asisten pribadi Agung Hendrayana menyerahkan satu botol kecil air mineral kepada Albi.


"Terimakasih pak Bram.


Albi pun mengambil botol tersebut kemudian membuka tutup nya dan meneguk air yang berada di dalam botol tersebut hingga tandas.


" Pak Bram sudah berapa lama nandan bekerja di perusahaan ini?"


"Sudah lebih dari dua puluh tahun, Ayah mu membangun perusahaan ini dengan penuh perjuangan, aku sangat tahu bagai Mana naik turun nya perusahaan ini"


Albi mengangguk mendengar kan cerita dari Bram.


"Perusahaan ini pernah hancur dan berada di titik nol, kau tahu Albi saat itu uang perusahaan di bawa kabur oleh papan mu, adik dari ibu mu."


"Paman syam?"


"Iya dia itu bajingan, kau jangan sampai terbujuk olehnya"


"Iya pak Bram Albi mengerti."


"Kau tahu Albi saat kau berusia tiga tahun Syam juga pernah berusaha untuk menjual mu kepada orang asing, untung saja saat itu ibu mu mengetahuinya dan menggagalkan rencana jahat paman mu itu."


"Apa...? aku tidak mengerti kenapa ada orang sejahat Syam,"


"Iya Albi, kadang kita sering tertipu dengan gaya dan penampilan orang, jadi pandai-pandai lah memilih teman."


"Iya pak Bram , ayo pak sudah waktunya makan siang mari kita makan siang bersama"


Albi dan Bram pun keluar dari ruangannya untuk makan siang bersama, saat mereka sedang makan tiba-tiba hp Albi berdering, Albi pun segera mengambilnya dan Mengangkat panggilan telpon tersebut.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


๐Ÿ“ฒ "Hallo...selamat siang dengan siapa ini? (Albi)


๐Ÿ“ฒ "Siang Abang...(Elin)


๐Ÿ“ฒ "Kau ...Mau Apa?"


๐Ÿ“ฒ "Abang tadi pak joko bilang tidak bisa jemput Elin pulang sekolah, jadi Abang yang jemput ya?" (Elin)


๐Ÿ“ฒ "Tidak bisa aku sibuk , Kau bisa pulang naik taksi Bukan kanh aku sudah memberi mu uang tadi pagi!" (Albi)


๐Ÿ“ฒ "Pakai saja dulu uangnya nanti aku ganti." (Albi)


๐Ÿ“ฒ "Ok Abang ku sayang janji ya nanti Uang nya Abang ganti!" (Elin)


Sambungan telpon pun terputus.


Albi kembali.menyimpan hp nya dan kembali melanjutkan makan siang sambil berbincang ringan bersama Bram.


"Siapa yang telpon ,pasti kekasih mu itu?"


"Bukan tadi yang telpon Elin anak istri baru Ayah!"


"Oh...kasihan anak itu, ditinggalkan Ayah nya sejah dalam kandungan."


"Pak Bram mengenalnya?"


"Sonia itu teman SMA adik perempuan saya, cuma saat masih sekolah Sonia hamil dan lelaki yang menghamilinya pergi entah kamana."


"Oh... begitu ya ,pantas saja Sonia itu menjadi pelakor"


"Sebenarnya Sonia itu baik cuma mungkin keadaan yang membuat nya menjadi wanita seperti itu!"


Albi mengangguk mendengar penuturan Bram, setelah selesai makan siang merekapun kembali dengan kesibukan masing masing.


Setelah tiba jam pulang kerja, Albi tidak langsung.pulang ke rumah ia berniat untuk mengunjungi sang kekasih.


Sementara itu sepulang sekolah Elin bersama seorang temannya berjalan jalan dulu di sebuah pusat perbelanjaan tetapi tujuan mereka bukan untuk berbelanja , hanya untuk bermain di tempat permainan yang berada di lantai atas gedung pusat perbelanjaan tersebut.


Saling asiknya mereka berpetualang di bermain semua wahana sampai tidak mereka safari jika hari sudah mulai malam.


"Hah... aku lelah ayo kita pulang " ucap susan teman sekelas Elin.


"Iya aku juga lelah ,lapar ."


"Ya Sudah ayo kita makan dulu sebelum pulang, aku yang traktir."


"Weh tumben ni kamu yang traktir biasanya selalu aku yang traktir."


"Dunia ini berputar kawan kadang di atas kadang di bawah"


Hahah.... kedua sahabat tersebut berjalan sambil tertawa menuju cafe yang berada di sana.


Merekapun memesan makanan yang mereka ingin kan dan segera memakan nya.


๐ŸTERIMAKASIH SUDAH MAMPIR๐Ÿ


๐ŸSALAM SAYANG KANIA๐Ÿ


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ