
Seorang wanita cantik berjalan dengan sangat anggun dan penuh percaya diri, usia tiga puluhan tetapi masih terlihat sangat muda dan cantik dengan tubuh tinggi semampai, memakai rok di atas lutut dan baju dengan belahan dada yang terbuka, menenteng sebuah tas mahal, memakai sepatu hak tinggi.
Sonia berjalan menaiki lift , ia pun menyapa semua karyawan yang berpapasan dengan nya.
Sonia mengetuk pintu ruangan Albi , dan masuk setelah ada sautan dari dalam yang mempersilahkan nya untuk masuk.
"Selamat siang Albi"
Sonia berjalan menghampiri Albi dan duduk di atas meja dekat Albi.
"Siang" Albi menjawab dengan malas.
"Senyum dong jangan cemberut, masa menyambut ibu mu dengan wajah seperti itu Heheh..."
"cih...ibu macam apa wanita seperti mu."
"Heheh..."
Sonia duduk, di hadapan Albi ia menumpangkan kakinya, dan pahanya dan dadanya terlihat jelas di hadapan Albi.
Albi sempat menatap ke arah Sonia, dan menelan ludah nya sendiri sebagai lelaki normal Albi pun sempat terpesona dengan pesona kecantikan dan kemolekan tubuh sang ibu tiri.
Tetapi Albi pun tersadar dan memalingkan wajah nya ke arah yang lain.
"Ini cek kosong yang sudah di tandatangani oleh Albi, bisa kau isi semau mu dan setelah itu tinggalkan ayah ku" ucap Albi
"Heheh....kau pikir aku tertarik dengan secarik kertas ini!"
"Kau bisa mengisinya berapa pun, semua mu"
"Albi kau pikir aku sebodoh itu, jika aku hanya mengambil cek ini, maka aku akan kehilangan pasilitas yang ayah mu berikan dan yang terpenting aku tidak akan mendapatkan kasih sayang, kepuasan dan belaian dari ayah mu.'
" kecuali kalau kau yang menggantikannya."ucap genit Sonia sambil mengedipkan sebelah matanya."
"Aku tidak tertarik"
"Hahah.... "Sonia Tertawa.
Albi bangkit dari tempat duduk nya, dan berjalan menuju sebuah lemari yang berada di ruangannya dan membuka lemari itu dan mengambil sesuatu.
"Ini Ambil dan segera lah pergi susul suamimu "
Albi memberikan surat-surat yang di titipkan Bram kepadanya.
Sonia segera mengambilnya dan memasukan nya kedalam tas,Sonia pum mengambil cek dari Albi yang berada di atas meja
"Terimakasih Ceknya, mubajir kalau tidak di ambil sudah ada tandatangannya."
"Dasar kau wanita licik,wanita serakah."
Sonia pun segera berlari meninggalkan Albi, tetapi beberapa menit kemudian Sonia pun masuk kembali dan berkata.
"Astaga ... aku kira setelah kau pergi hidup ku bisa tenang , tetapi ada lagi setan kecil yang akan menggangguku."
"Titip Albi, awas saja kalau terjadi sesuatu kau yang bertanggung jawab."
Sonia kembali menutup pintu ruangan Albi dan segera pergi meninggalkan perusahaan hendrayana untuk menjemput sang putri tercinta.
Sonia menunggu Elin di gerbang sekolah, terlihat pelajar di sekolah tersebut mulai berhamburan keluar dari kelas, Sonia pun mengirimkan pesan kepada Elin kalau ia sedang menunggu sang putri di depan gerbang sekolah.
Terlihat Elin berjalan menghampiri nya, Sonia pun melambaikan tangan nya kepada sang putri.
"Mom kangen" Elin memeluk mommy nya.
"Iya sama Mom juga kangen " Sonia membalas pelukan sang putri.
"Ayo sayang kita pergi, mulai sekarang kamu tinggal sama mommy."
"Ok Mom, tapi kita kerumah dulu ya mom ambil barang barang ku."
"Iya bawa barang seperlunya saja, kalau baju tidak perlu bawa Mom sudah siapkan banyak baju baru untuk mu di sana."
"Ok siap Mom, aku cuma bawa buku pelajaran saja."
"Sif...anak pintar."
Sonia pun mengajak sang putri menaiki mobil dan segera melaju kerumah lama untuk mengambil barang dan langsung pergi ke rumah Hendrayana.
Sesampai nya di sana Sonia dan Elin pun turun dan berjalan menuju pintu utama rumah tersebut.
Elin mengamati sekeliling ia sangat kagum melihat rumah besar dan mewah yang ada dihadapannya.
"Mom kita akan tinggal di sini"
"Iya tentu saja"
"Yeeee....." Elin berlari bahagia memasuki rumah besar Hendrayana.
"Siapa saja yang tinggal di rumah sebesar ini?"
"Hanya papah, mommy, kamu dan ada kakak lelaki mu, di tambah empat pelayan."
Elin mengangguk pertanda mengerti, kemudian Sonia memperkenalkan Elin kepada Mbok Siti dan kepada pelayan lainnya.
Kemudian Sonia mengantar Elin menuju kamar yang akan Elin tempati di rumah itu.
Setelah itu Sonia pun kembali ke kamarnya bersiap untuk menyusul suaminya ke luar negri.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR 🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁