My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Berebut jenis kelamin calon Adik



Di sepanjang perjalanan pulang Sonia tidak berhenti menceritakan tentang kehidupannya selama di luar negri , dan menceritakan kondisi jabang bayi yang ada didalam perutnya kepada Elin ,Agung hanya sesekali menimpalinya, Elin sangat senang dan tidak hentinya membelai perut sang mommy.


Setelah sampai di kediaman Hendrayana, Agung dan Sonia memutuskan untuk beristirahat sejenak, Elin pun pergi kekamarnya untuk mandi dan beristirahat sebentar.


🍁🍁🍁


Malam hari di kediaman Hendrayana.


Setelah selesai makan malam bersama, Agung, Sonia, Elin dan Albi berkumpul di ruang keluarga sambil menonton televisi.


Sonia menunjukan hasil USG bayi yang dia kandung, kepada Elin, Elin sangat senang melihatnya dan tidak sabar menunggu sang adik keluar dari rahim ibu nya.


"Abang ini coba lihat calon adik kita lucu sekali kan?"


Mau tidak mau Albi pun mengambil poto USG yang Elin tunjukan, tetapi Albi tidak berkomentar Apapun, dan kembali menyerahkan poto tersebut Ke tangan Elin.


"Hmm... mommy apa jenis kelamin dede bayi ini" Elin mengelus perut sang mommy.


"Tidak tahu sayang mommy dan papi tidak menanyakannya kepada dokter,karena papi bilang biar saja itu nanti jadi kejutan saja." tutur Sonia di angguki oleg sang suami.


"Emm... biar Elin tebak pasti adik bayinya perempuan ,cantik dan lucu kaya Elin, kan senang nanti Elin ada teman bermain." Ucap Elin Riang.


"Tidak boleh, bayinya harus laki-laki, harus tampan seperti aku.!"albi menimpali.


" Is.... abang tidak mau dede bayinya harus perempuan ,kan lucu nanti bajunya bagus-bagus."


"Tidak mau, aku tidak mau adik perempuan, aku mau adik laki-laki, sudah ada dua perempuan di sini yang membuat aku pusing di rumah ini, tidak boleh tambah lagi, berisik."


"Ih... abang biarin kan rumah ini jadi rame tidak sepi seperti di kuburan."


"Tidak mau kalau dia mau jadi adiku maka dia harus laki-laki." Albi keukeuh dengan keinginannya mempunyai adik laki-laki.


Sementara itu Sonia dan Agung hanya bengong melihat Dia kakak adik yang sedang berebut jenis kelamin Adik mereka yang belum lahir.


"Abang kalau mau anak laki-laki, abang buat saja sendiri."


"Anak kecil jangan bicara sembarangan." Albi menjewer telinga Elin.


"Aw... sakit Abang" Elin meringis kesakitan sambil menghempas tangan Albi dan Elin mengelus-elus telinganya yang terasa sakit.


"Sudah-sudah kenapa kalian bertengkar, mau anak laki-laki atau perempuan dia tetap adik Kalian." Ucap Agung.


"Tidak mau..." Ucap Elin dan Albi kompak kekeuh dengan keinginannya masing-masing.


Sonia hanya tersenyum melihat tingkah laku Elin dan Albi dan Sonia sangat bersyukur, karena dengan begitu Albi sudah bisa menerima kehadiran Sonia dan putrinya serta calon anak yang ada dalam kandungannya.


"Mommy ayo besok kita tanya kan kepada dokter, apa jenis kelamin adik bayinya." Ajak Elin kepada Sonia.


"Tidak boleh, biarkan saja sayang biar menjadi kejutan." Ucap Agung.


"Abang ayo kalau berani kita taruhan, jika adik ini perempuan maka abang hiatus janji melakukan satu hal apapun yang Elin mau. dan jika adik ini laki-laki maka Elin akan melakukan satu hal apapun yang Abang mau." tantang Elin.


"Ok dil aku setuju, " Ucap Albi menerima tantangan dari Elin.


"Heh..... kakak macam apa kalian ini, kenapa anak dalam kandungan ku kalian jadikan bahan taruhan hah..." Sonia berdiri sambil berkecak pinggang.


" Singa betina ngamuk, kabur...." Ucap Albi sambil berlari naik keatas tangga menuju kamarnya.


"Abang tunggu..." Elin pun berlari mengejar Albi, sambil tertawa.


"Anak-anak kurang Ajar" Sonia melempar bantal kursi kearah Elin dan Albi.


"Hahah...., sudah sayang, mereka ada-ada saja, ayo kita istirahat juga sudah malam."


Agung menggandeng tangan sang Istri menuju kamar mereka untuk beristirahat.


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁