
Keesokan harinya mereka melakukan aktifitas masing-masing seperti biasa, Albi pergi kekantor, sedangkan Elin pergi ke sekolah, hari ini Elin diantar oleh supir keluarga Hendrayana, (Joko)
"Pak joko Terimakasih, bapak boleh pulang saja dulu nanti kalau Elin mau pulang Elin telpon pak joko untuk menjemput."
"Siap neng Elin."
Elin pun berjalan untuk segera memasuki ruang kelas nya.
Saat sedang berjalan di koridor sekolah Elin berpapasan dengan kristina dan dua orang temannya, mereka adalah teman sekelas Elin lebih tepatnya adalah musuh bebuyutannya, sejak awal masuk sekolah mereka tidak pernah akur dan selalu saja bertengkar.
Entah mengapa seperti di sengaja atau mungkin sudah di takdir kan sejak kelas 10 sampai kelas 12 saat ini mereka selalu duduk di kelas yang sama.
"Wah-wah... OkB di kelas kita sudah datang, mobilnya baru lagi entah milik siapa, mungkin saja sewa, atau punya...." Ucap Kristina menunjuk kearah Elin, kemudian tertawa bersama kedua temannya.
Elin hanya tersenyum miring, karena sudah biasa dengan celotehan mereka yang selalu menyindirnya.
"Orang iri itu menunjukan jika dia itu tidak mampu dan sifat iri dengki itu selalu hadir di hati orang yang miskin hati."
Ucap Elin sambil berjalan pergi meninggalkan mereka bertiga.
Kristina dan kedua temannya melotot mendengar celotehan Elin, dan mereka menatap kesal Kepada Elin.
Jam pelajaran pun sudah di mulai mereka semua masuk kedalam kelas masing-masing dan belajar sesuai jadwal pelajaran nya.
Beberapa jam kemudian jam istirahat pun tiba, seluruh murid bergegas keluar kelas untuk pergi ke kantin sekolah berburu jajanan yang mereka inginkan.
Elin pun berjalan bersama dengan Susan menuju kantin mereka memesan dua mangkuk mie ayam dan dua gelas es jeruk.
Saat mereka sedang makan datang lah Kristina dan kedua temannya, menghampiri meja Elin dan Susan yang sedang asik makan.
"Hahah.... katanya orang kaya tetapi makan sudah seperti kuli bangunan saja porsi jumbo" Ucap Kristina mengejek.
"Apa salahnya jika makan seperti kuli bangunan, mereka kan kuat dan berjasa membangun untuk kita," Jawab Elin.
"Hahah.... semakin terbukti saja jati diri mu Elin, kau itu orang miskin yang masuk ke sekolah ini, aku dengar data diri mu saja tidak jelas, entah lah bagaimana caranya kau bisa masuk sekolah ini.
" Byur...." Elin menyiram wajah Kristina dengan Air es jeruk di hadapannya.
"kau, beraninya kepadaku" teriak.Kristina
kemudian mengambil gelas yang satunya dan berusaha melemparnya ke arah Elin, tetapi Elun menghindar, gelas pun jatuh kelantai dan pecah berhamburan.
Elin menjambak rambut Kristina, Kristina pun berteriak kesakitan kemudian membalas menjambak rambut Elin juga, mereka berdua saling menjambak sambil berguling-guling di lantai.
Teman teman yang menyaksikan bukannya melerai tetapi mereka bertepuk tangan dan memanggil nama Elin dan Kristina bersautan.
"Elin..elin...elin..." kubu Elin berteriak
"Kris...kris...kris..." kubu Kristina pun tidak kalah serunya.
Kemudian seorang ketua osis dan beberapa temannya datang melerai Elin dan Kristina , merekapun membubarkan orang-orang yang sedang berkerumun.
"Yah... lagi seru datang keamanan bubar deh, padahal kan itu tontonan langka di sekolah ini." ucap beberapa orang merasa kecewa.
Dion sang ketua osis pun membawa Elin dan Kristina ke ruang BK dan menyerahkan mereka berdua ke guru BK dan menjelaskan kejadian di kantin sekolah tersebut.
"Ibu sudah sering mendengar jika kalian itu setingkat beradu mulut, tetapi sekarang kalian malah saling beradu pisik, mau jadi apa kalian ini, kalian adalah wanita kenapa sampai berbuat kasar seperti ini?"
"Dia yang mulai duluan bu" Elin menunjuk ke arah Kristina
"Dia yang lebih dulu menyiram saya bu" ucap kristina tidak mau kalah.
Dan merekapun kembali beradu mulut sama sekali tidak ada yang mau mengalah dan tidak ada yang mau mengaku kalah.
"Kalian Diam , dan sekarang juga hubungi wali kalian masing-masing untuk datang ke sekolah ini sekarang juga."
"Hah..." Elin dan Kristina bengong, mereka tidak mau sampai masalah mereka di ketahui oleh keluarga mereka di rumah.
"Jangan lah bu saya mohon, jangan panggil wali saya soalnya mommy saya sedang tidak ada di sini bu"
"Iya bu jangan panggil orang tua saya bu, dedy saya sedang bekerja kalau jam segini."
"Baik lah Elin, Kristina kalau kalian tidak mau menghubungi mereka biar ibu saja yang akan menghubungi mereka."
Ibu guru BK pun segera mengambil hp nya dan menghubungi wali mereka masing-masing.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁