
Sesampainya di Rumah Albi menduduki kan Elin di kursi, dan ia segera memanggil mbok siti, Mbok siti pun tergopoh-gopoh menghampiri.
"Neng Elin Kenapa?'
" Kaki Elin sakit Mbok."
"Mungkin Elin keseleo mbok" Ucap Albi.
"Ya sudah Tuan muda sebaiknya Neng Elin di bawa kekamar saja nanti kakinya mbok urut, "
"Iya Mbok."
Albi pun kembali menggendong Elin dan membawanya masuk kedalam kamar, dan membaringkan Elin di tempat tidur. Setelah itu Albi pun hendak pergi dari kamar tersebut, tetapi Elin mencegahnya.
"Abang mau kemana, jangan tinggalin Elin Elin takut sendirian."
Elin berkaca-kaca membuat Albi tidak tega dan kembali menghampiri Elin dan duduk di sampung Elin, kemudian Albi mengelus kepala Elin lembut.
"Jangan takut, ada Abang di sini, abang keluar sebentar mau mengantar Karin dulu tidak lama ko."
Elin pun mengangguk dan Albi segera turun menghampiri Karin. kemudian mbok siti datang membawa minyak gosok untuk mengurut kaki Elin.
"Ayo neng kaki yang mana yang sakit, biar mbok urut."
"Tidak perlu mbok, kaki nya sudah tidak sakit lagi,"
Elin berdiri dan berjalan kekamar mandi.
"Astaga, jadi Neng Elin cuma bohongan.' Mbok siti tidak habis pikir dengan kelakuan majikannya yang satu ini.
" Iya, Habis Elin sebel Mbok sama si Karin nempel Terus tidak mau lepas dari Abang, jadi Elin mau pisahin mereka secara perlahan."
"Kalau itu Mbok setuju, si mbok juga tidak suka dengan non karin, sombong dan seenaknya kalau di rumah ini."
"Kalau begitu kita satu tujuan mbok tos dulu dong mbok"
Elin dan mbok siti pun bertos ria sambil tertawa.
Sementara itu karin pulang ke apartemennya di Antar oleh Albi, Albi pun hanya mampir sebentar dan itu.membuat karin semakin marah.
"Ini hari libur Al, masa kamu mau ninggalin aku, sebenarnya kamu sayang aku atau lebih sayang sama adik tirimu itu hah...."
Karin berteriak karena emosi.
"Kari dengarkan , aku sayang sama kamu tapi ini masalah tanggung jawab, aku sebagai kakak yang baik harus tanggung jawab kepada adik ku yang orang tua ku titip kan kepadaku, kamu mengerti kan sayang?"
"Aku tidak habis pikir sama kamu ya Albi, Elin itu cuma adik tirimu, anak dari wanita yang sudah merebut ayah mu dari ibumu, dan kau membelanya dan melindunginya sampai seperti itu."
"Bukan begitu Karin , mengerti lah sejak kedatangan Elin aku merasa jika diri ku ini sangat berarti dan di butuhkan untuk orang lain, dan aku merasa ada seseorang yang.memang sangat membutuhkan perlindunganku dan aku merasa jika aku menjadi seseorang yang lebih berharga di mata orang lain."
"Hm... dia bukan siapa-siapa mu Albi, tapi kau sangat ingin melindungi nya, atau jangan-jangan kau menyukainya iya kan? katakan padaku yang sejujurnya Albi."
" Karin hentikan omong kosong mu itu, kau tahu aku setia kepadamu aku tidak pernah berniat untuk mengkhianati mu ,kau tau kan aku sangat menyayangi mu!"
"Tapi perhatian mu kepada gadis itu tidak wajar dan itu membuatku cemburu."
"Sudah lah Karin, cemburu mu itu tidak beralasan."
"Aku ini wanita Albi, perasaan ku lebih peka, coba kau tanya kan sendiri pada hati kecil mu apa dan bagaimana perasaan mu terhadap adik tirimu itu.?"
"Ayo lah Karin aku tidak mau kita bertengkar karena Elin, dan kau itu hanya salah paham, aku mengerti jika kau cemburu tapi percayalah karin aku hanya mencintai mu."
"Omong kosong, dia itu wanita muda, cantik tidak mungkin jika kau tidak tertarik kepada nya."
"Ayo.lah sayang Elin itu adik tiriku
"Dia adik tirimu Albi bukan adik kandung mu."
"Sudah lah karin , lebih baik aku pulang tenangkan dulu dirimu, tidak akan baik jika kita bicara dalam keadaan Emosi."
Albi pun pergi keluar dari apartemen kari dan memutuskan untuk pulang kerumah nya.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁