My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Anak pembawa sial.



Di dalam mobil suasana sunyi tidak ada satu pun yang berbicara kemudian Elin membuka percakapan.


"Abang marah ya ,Elin minta maaf bang, dan terimakasih abang sudah bantu Elin."


"Siapa yang menyuruh mu memakai motor ku?"


"Tidak ada ,itu inisiatif Elin sendiri, Elin suka motor abang itu."


"Kau tahu berapa harga motor itu, dan kau membuatnya rusak."


Elin menggeleng dan menundukan kepalanya, Elin tahu saat ini Albi benar-benar sedang dalam keadaan sangat marah.


"Motor Itu baru aku beli satu minggu yang lalu , dan kau tau harganya 5m, dan aku baru satu kali mengunakannya."


"Maaf kan Elin abang, tapi kan abang bilang kalau Elin bisa memakai kendaraan Mana pun yang Elin mau."


"Sudah tahu salam masih sanya ngeyel."


"Tapi Kan Elin tidak tahu Abang, salah sendiri abang tidak memberi tahu Elin."


"Kau benar-benar anak sialan selalu saja menyusahkan ku, mulai sekarang jangan pernah meminta bantuan ku dalam kondisi apapun ,Kau Mengerti."


Albi memukul stir karena kesal kepada gadis kecil yang duduk di sampingnya.


Elin tertunduk ,matanya berkaca-kaca dan perlahan air mata pun jatuh membasahi pipinya.


"Dasar cengeng, anak sialan biasanya hanya mengadu, di Bentar sedikit nangis."


Albi menghentikan mobilnya di tepi jalan.


"Keluar dari.mobilku, aku tidak mau melihat mu Lagi , pergi sejauh mungkin dan jangan pernah muncul lagi di hadapan ku."


"Abang Elin tidak.mau turun , Elin takut, Elin mau pulang."


"Aku bilang turun dari mobil ku dan jangan pernah muncul di hadapanku."


"Abang semarah apapun Abang kepada Elin silahkan tapi tolong jangan usir Elin, Elin takut, Elin tidak punya siapa siapa lagi di sini,"


"Abang Elin minta maaf, Elin janji tidak nakal lagi."


"Heh.. aku tidak perduli cepat sekarang turun dari mobil ku."


"Abang Elin tidak mau"


Kemarahan Albi sudah di luar batas, Albi pun turun dari dalam mobil kemudian berjalan ,membuka pintu mobil di samping Elin dan menarik paksa Elin supaya keluar dari mobilnya.


Akhirnya Elin pun keluar dari dalam mobil.


"Dengar kan aku anak sialan, jangan pernah menginjakan kakimu lagi di rumah ku, karena tidak ada yang menginginkan mu lagi di dunia ini."


Elin menangis mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Albi.


"Abang benar Elin adalah anak sialan, tidak ada. yang menginginkan Elin di dunia ini, hidup Elin hanya membuat masalah, saat Elin di dalam kandungan Elin membuat mommy menderita di usir oleh keluarganya, Ayah kandung Elin pun pergi meninggalkan Elin , mommy pun pergi meninggalkan Elin dan sekarang Abang pun sangat membenci Elin, Elin memang anak sialan, anak haram , anak membawa masalah ,anak membawa sial."


Elin berucap sambil sesegukan, ia tidak bisa menahan tangisannya.


"Deg" Hati kecil Albi sedikit tercubit saat mendengar penuturan adi tiri nya tersebut, tetapi Albi yang sedang diliputi amarah tidak memperdulikan Elin, Albi pun meninggalkan Elin sendirian di pinggir jalan.


Elin pun terduduk di atas trotoar, kakinya seolah-olah sulit untuk di langkah kan, kata-kata pedas yang Albi lontarkan terus berputar dalam ingatannya.


Elin pun menangis pilu di pinggir jalan sambil duduk memeluk lututnya, Air matanya terus keluar tidak bisa berhenti.


Sementara itu Albi yang masih kesal , memarkirkan mobilnya sembarangan ,keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan sangat kencang.


Para pelayan yang melihat kejadian itu pun tidak berani menyapa nya karena mereka sangat tahu bagai mana Kemarahan dari tuan muda Hendrayana tersebut.


Mbok Siti yang sangat tahu penyebab Kemarahan tuan muda nya itu hanya bisa mengelus dada,karena Mbok siti pun merasa kalau dia juga ikut ber salah karena dia lah yang memberikan kunci motor tersebut kepada Elin.


Suasana di rumah tersebut pun terasa panas,.


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR 🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁