My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Positif



Sonia baru saja sampai di bandara, Agung sudah menunggunya, Melihat sang pujaan hati Agung pun mempercepat langkahnya menghampiri sang istri yang sangat dia Rindukan.


Merekapun saling berpelukan melepas rasa rindu karena beberapa hari tidak bertemu.


"Sayang aku kangen"


"Iya sama aku juga kangen."


Agung melepaskan pelukannya, kemudian mencium kening sang istri.


"Sayang kenapa wajah mu terlihat sangat pucat?"


"Tidak tahu, mungkin karena ini pertama kalinya aku naik pesawat, tadi aku sempat muntah beberapa kali di atas pesawat."


"Kasin sayang ku, ayo kita Ke apartemen dulu untuk beristirahat."


"Iya"


Mereka berdua pun pergi menuju parkiran dan segera melaju ke Apartemen dimana Agung Hendrayana tinggal untuk beristirahat.


Sesampainya di Apartemen Sonia langsung masuk kekamar mandi dan kembali memuntahkan isi perutnya.


"Sayang apa sebaiknya kita pergi ke dokter?"


"Tidak perlu, aku hanya butuh istirahat."


"Ya sudah ayo aku temani istirahat."


"Sebentar aku mau ganti baju sekalian mandi dulu supaya lebih segar."


"Iya Ayo, "


Agung pun menggandeng Sonia untuk Masuk kedalam kamarnya,


Setelah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi Sonia pun segera naik ke atas ranjang untuk beristirahat sejenak.


"Apa masih pusing"


Sonia oun mengangguk, Agung memijat-mijat perlahan kepala sang istri.


"Kalau masih mual dan pusing kita kedokter ya "


"Iya"


Sonia pin memejamkan matanya, tetapi tidak lama kemudian Sonia merasakan perutnya tidak enak kembali dan ingin muntah kembali, dengan cepat Sonia bangkit dan berlari menuju kamar mandi dan muntah kembali.


Agung mengikutinya dari belakang dan memijit pundak sang istri.


"Aku panggilkan dokter kesini ya untuk memeriksa mu, Aku khawatir melihat mu muntah terus!"


"Iya" Akhirnya Sonia pun setuju untuk di periksa oleh dokter.


hanya beberapa menit dokter pun tiba ,Seorang dokter perempuan paru baya tetapi terlihat masih segar, berjalan menghampiri Sonia dan memeriksanya.


"Maaf Nyonya saya periksa dulu ya?"


"Iya silahkan dok"


Dokter pun memeriksa tekanan darah ,nadi dan nafas Sonia,


"Selain mual dan pusing apa lagi yang anda rasakan ?"


"ini dok bagian bawah perut saya akhir-akhir ini sering terasa keram."


"Kapan terakhir anda Haid?"


"mm... seingat saya awal bulan bulan kemarin tepatnya tanggal berapa saya tidak ingat dok, soalnya cuma sedikit dan cuma beberapa hari saja tidak seperti biasa. bulan ini saya belum datang bulan"


Dokter pun tersenyum kemudian menipiskan sesuatu di atas kertas.


"Istri bapak tidak mengalami sakit yang berbahaya,saya hanya memberikan resep untuk mual dan vitamin saja, menurut prediksi saya kemungkinan besar istri bapak saat ini sedang mengandung, saya sarankan untuk memeriksa lebih lanjut ke dokter kandungan atau untuk memastikan bapak dan ibu bisa cek terlebih dahulu memakai alat tes kehamilan."


"iya dok , tolong sekalian saja di tulis dibresep nanti sekalian saya tebus dok."


"Iya pa ini sudah saya tulis, kalau begitu saya permisi pak, bu selamat ya semoga ibu sehat."


"ya terimakasih banyak dokter."


Agung pun berjalan mengantar dokter menuju pintu apartemen, kemudian Agung masuk kembali ke kamarnya untuk menemui sang istri.


Saat Agung masuk kedalam kamar di dapatinnya Sonia yang sedang menangis menutup wajah dengan kedua tangannya, Agung pun segera menghampirinya dan duduk di samping nya.


"Ee... sayang kenapa menangis?" Agung membelai rambut Sonia.


Sonia pun menghambur memeluk erat sang suami dan tangisannya pun pecah.


Agung mengelus-elus punggung sang istri.


"Kenapa sayang, kenapa menangis?" Agung merasa bingung mendapati istrinya menangis seperti ini, sebab yang agung tahu kalau Sonia adalah wanita yang kuat, cetia dan tegar.


"Mas...bagai mana kalau aku hamil..." Sonia berycap sambil sesegukan.


"Memang nya kenapa kalau hamil, apa kau tidak mau mengandung anak ku heh...."


"Bukan begitu, kalau aku benarkan hamil mas jangan tinggalkan aku, mas harus tanggung jawab, aku tidak mau hamil tanpa aya seperti dulu " tangis Sonia semakin kencang.


Sontak mendengar penuturan dari Sonia membuat Agung Hendrayana tertawa keras.


"hahahaha... jadi kau menangis karena ini, dasar....kau ini untuk apa meminta pertanggung jawaban ku lagi, bukan kah kita ini suami istri, jadi sudah tentu aku yang akan bertanggung bawah atas dirimu dan anak yang kau kandung ini."


Sonia perlahan melepas pelukannya dan menatap sang suami.


"Mas tidak marah kan kalau aku hamil, aku selalu minum obat penunda kehamilan mas tapi kenapa aku bisa hamil?"


"Dasar bodoh, mana ada suami yang marah jika istrinya hamil, justru aku sangat bahagia mendengar kalau ada anak ku di sini." Agung tersenyum dan memegang perut Sonia.


"Heheh... iya mas aku juga senang kalau mas senang.'


" Kenapa manggil mas tidak panggil sayang lagi?"


"Iya sayang maaf tadi kan lagi tegang jadi lupa aku heheh..."


"Ya sudah istirahat saja dulu, aku kebawah dulu ya tebus dulu obatnya, mau beli alat tes kehamilan atau mau langsung ke dokter kandungan?'


" Beli itu saja dulu kalau memang positif nanti kita ke dokter kandungan."


"Iya Sayang aku pergi dulu ya"


Agung pamit sambil mencium kening sang istri dan berjalan keluar menuju apotek.


Setelah mendapatkan yang di ingin kan Agung pun segera kembali dan menyerahkan barang bawaan nya kepada sang istri.


Sonia pun segera pergi ke kamar mrnampung air seni nya kedalam wadah yang sudah di sediaan kan dan mencelupkan tespek kedalam nya, menunggu beberapa saat untuk melihat hasilnya.


Sonia pun keluar dari kamar mandi dan menunjukan hasil tesnya kepada sang suami.



"Sayang lihat ini"


"Sayang positif ,Alhamdulilah terimakasih sayang ku, cinta ku"


Agung memeluk dan mencium seluruh wajah Sonia, mereka pun tertawa bahagia menyambut jabang bayi yang sudah hadir di rahim Sonia saat ini.


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁