My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Olah Raga Pagi



Keesokan Harinya pagi hari di rumah Hendrayana sudah kedatangan seorang tamu yang tidak di undang.


"Tok...tok...tok..."


Mbok Siti mengetuk pintu kamar Albi, setelah beberapa menit pintu pun terbuka.


"Ada apa mbok?"


"Maaf Tuan muda Nona karina sedang menunggu di bawah."


"Iya Mbok, sebentar lagi saya turun."


Mbok siti kembali kebawah memberitahu Karina jika Albi sebentar lagi akan turun.


Albi keluar dari kamar ia berjalan menghampiri pintu kamar Elin


"Tok...tok...tok...."


Albi mengetuk.pintu kamar Elin beberapa kali tetapi hening tidak ada sautan sama sekali dari dalam kamar, Albi pun membuka sedikit pintu dan mengintip kedalam, di sana masih terlihat gelap dan Elin masih terlihat tertidur pulas.


Albi pun membuka lebar pintu kamar Elin dan berjalan menghampiri Elin, Albi membuka selimut yang menutupi tubuh Elin.


"Elin bangun sudah siang , ayo kita lari pagi mungpung hari ini libur."


Albi menarik tangan Elin supaya gadis itu bangun.


"Abang pergi saja sana ,jangan ganggu Elin masih ngantuk"


Elin menarik kembali selimut dan kembali menutupi tubuhnya.


"Ayo bangun pemalas.... , kau kan selalu mengganggu ku jadi hari ini aku tidak akan membiarkan mu tidur nyenyak."


Albi kembali menarik selimut yang Elin kenakan ,kemudian menggendong tubuh gadis kecil tersebut, dan membawanya kekamar mandi.


"Abang....lepasin Elin mau di.bawa kemana?"


"Mau mandi sendiri atau aku yang mandikan." ucap Albi.


"Is... Elin mandi sendiri saja kan Elin sudah besar abang..


,sana abang keluar dulu."


Elin mendorong Albi supaya keluar dari kamar mandi ,kemudian segera menutup pintu kamar mandi.


"Aku beri waktu lima belas menit, kalau dalam waktu lima belas menit tidak keluar aku dobrak pintunya."


Ucap Albi berteriak di balik pintu kamar mandi.


"Iya Abang....bawel....cerewet."


Saut Elin tidak kalah berteriak juga.


Albi pun duduk di tepi tempat tidur Elin, ia menunggu Elin sambil bermain game di Hp.


Beberapa menit kemudian terdengar pintu kamar mandi terbuka, otomatis pandangan Albi yang semula pokos dengan hp nya pun melirik ke arah pintu kamar mandi, terlihat Elin masih mengenakan handuk melilit tubuhnya, Elin pun kaget dan kembali masuk kedalam kamar mandi.


"Abang... kenapa masih di sana ,cepat pergi Elin mau ambil baju." teriak Elin.


Albi pun yang sama kagetnya hanya terdiam pandangannya tidak lepas dari pintu kamar mandi yang sudah ter tutup kembali, mendengar teriakan sang adik, Albi pun tersadar ia mengusap wajahnya dengan tangan, kemudian berdiri pergi meninggalkan kamar Elin.


"Wow... bocah itu mulus sekali hahah..." Albi bergumam dalam hatinya, ia pun turun menemui sang kekasih yang sedang menunggunya dari tadi.


"Sayang maaf ya menunggu lama."


"Iya tidak apa-apa ko, aku nya saja yang kecepatan datang kesini nya."


"Ayo sayang kita pergi."


"Tunggu sebentar kita tunggu Elin."


"Hm... anak sialan itu mau ikut, lihat saja akan aku buat dia susah."gumam karin dalam hati.


" Aku siap....." Elin berteriak dan berjalan menghampiri Albi dan Karina.


"Ayo kita pergi "


Mereka bertiga pun pergi berjalan santai dan berlari lari kecil di sebuah taman yang memang di khususkan untuk berolah raga.


Disana juga ada sekelompok orang yang sedang senam, kebanyakan ibu-ibu yang berada di sana, Elin ikut dalam barisan ibu-ibu tersebut dan mengikuti gerakan mereka walau pun terlihat kaku tapi Elin senang.


sedangkan Albi dan Karin hanya berlari kecil di sekitaran saja.


"Sayang aku sangat lelah, kita istirahat dulu yu."


Merekapun duduk di sebuah kursi taman, setelah merasa sedikit lelah Elin pun berhenti dan keluar dari barisan ibu-ibu senam tersebut.


Elin berjalan menghampiri Albi dan karin yang sedang duduk.


"Elin kebetulan kau datang, boleh aku minta tolong, belikan air minum, aku lelah dan sangat haus." ucap Karin.


Elin diam dan menatap Karin, Albi yang sangat mengerti situasi akhirnya mengalah dan berdiri ia tidak mau jika sang kekasih dan sang adik bertengkar di tempat umum.


"Biar aku saja yang beli." Albi segera pergi membeli tiga botol air kemasan,dan menyerahkan kepada Karin dan Elin.


"Terimakasih Abang."


"iya Sama-sama."


Setelah beristirahat merekapun memutuskan untuk kembali kerumah, di sepanjang jalan tangan karin tidak lepas memegang tangan Albi, membuat Elin risih.


Hari pun sudah agak siang matahari mulai terik, mereka berjalan dan di tengah perjalanan tiba-tiba elin terduduk di tengah jalan.


"Aw....sakit" Elin berteriak sambil memegang kaki kirinya.


"Elin kenapa?" Albi berjongkok di hadapan Elin.


"Kaki ku tiba-tiba sakit." Elin meringis kesakitan.


"Coba aku lihat" Albi memegang kaki Elin dan mengurutnya perlahan.


"Mungkin karena jarang olah raga jadi kaki mu sakit." Sinis Karin.


"Ayo coba berdiri." Albi membantu Elin untuk berdiri.


"Sakit Abang, kaki Elin sepertinya keseleo. " hik...hik..." Elin menangis.


"Sutt, sudah jangan menangis ayo sini abang gendong." Albi berjongkok dan siap menggendong Elin dari belakang.


Elun pun segera naik Ke punggung Albi, dan Albi segera berdiri dan berjalan, dan semua itu membuat seorang karin semakin membenci Elin.


Karin melirik ke arah Elin, dan Elin menjulurkan lidahnya kehadapan Karin, hati karin semakin dongkol.


Sedang kan Albi terus berjalan menuju Rumahnya.


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR 🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁