My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Uang jajan.



🍁Pagi hari di kediaman Hendrayana🍁


Elin sedang bersiap untuk pergi sekolah, dia sedang menyisir rambutnya kemudian Elin mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya, Elin pun segera membukanya ternyata Mbok Siti yang berada di balik pintu tersebut.


"Neng sudah siap ,ayo turun neng untuk sarapan, Tuan muda sudah menunggu."


"Iya Mbok, Elin juga sebentar lagi turun ko kenapa Mbok repot-repot naik kesini?"


"Mbok hanya mengikuti pesan dari Nyonya, harus membangunkan Neng Elin soalnya kata nyonya neng Elin itu susah bangun pagi."


"Heheh.....si Mbok tahu saja Mbok!"


"Nyonya yang bilang lo neng bukan si Mbok heheh..."


"Ya Mbok Elin tahu ko, yo Mbok kita turun untuk sarapan."


Elin pum menyambar tas sekolah nya yang berada di atas meja dan segera keluar dari kamar tidak lupa menutup kembali pintu kamar tersebut , menuruni anak tangga menuju ruang makan di ikuti oleh Mbok Siti.


Sesampainya diruang makan Elin pun duduk dan Mbok Siti menghidangkan makanan untuk Elin dan Albi.


Sementara itu Albi Baru selesai mandi ,ia.masih mengenalkan handuk di tubuhnya dan memegang sebuah handuk kecil yang dia gunakan untuk mengeringkan rambut nya.


Albi berjalan menuju lemari baju dan mengambil baju, celana, kaus dalam, ****** *****, dasi ,kaos kaki, dan tidak.lupa jam tangan untuk dia kenakan hari ini.


Setelah selesai bersiap Albi pun segera keluar dari kamarnya berjalan menuruni satu persatu anak tangga dan terus berjalan menuju dapur.


Saat sudah sampai di ruang makan Albi melihat ada seseorang yang duduk sedang sarapan, Albi pun menghampiri nya dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Elin.


"Selamat pagi Abang" Elin menyapa dan Terus senyum manis.


Albi melirik ke kanan dan ke kiri dan tidak ada siapapun di sana kecuali Dirinya dan Elin.


"Siapa yang kau panggil Abang?"


"Tentu saja Abang , kan bang Albi abang nya Elin."


"Jangan panggil aku abang, aku bukan abang mu!"


"Oh ok, kalau begitu aku panggil Om saja ya Om Albi."


"Heh... kenapa memanggil ku om memang naya aku sudah terlihat tua seperti om-om?"


"sedikit sih..."


"Apa katamu enak saja, aku ni masih muda, masih tampan kaya gini."


"Ih.... serba salah memang ya kalau berbicara dengan orang setengah tua dan setengah muda membingungkan"


Elin kesal ia mengerucutkan mulutnya, dan terlihat sangat ikut di mata Albi.


"Hahah.... siapa namamu, kau anak wanita gila itu kan?" Tanya Albi.


"Namaku Evelin chandra, panggil saja aku Elin, dan dengar ya abang ibuku itu wanita cantik, sehat lahir dan batin bukan wanita gila walau pun dia sering bertindak gila dan sesuka hatinya sih..!"


"Iya semoga saja kau tidak memiliki sikap seperti ibu mu!"


"Tentu saja Abang, aku ini kan baik ,ramah jadi abang jangan khawatir abang tidak akan malu dan tidak akan rugi memiliki seorang adik yang cantik seperti aku ini."


"Sudah jangan banyak bicara ,cepat habis kan sarapan mu supaya tidak kesiangan."


Elin pun mengangguk dan segera menghabiskan sarapan nya, Albi pun melakukan hal yang sama.


"Abang aku sudah selesai, Elin berangkat sekolah dulu ya"


Elin mengulurkan tangannya kehadapan Albi, Albi sempat terdiam sejenak tidak mengerti apa yang adik tiri nya itu lakukan.


"Abang sun tangan kan Elin mau.pamit pergi sekolah"


Beberapa detik kemudian Elin pun kembali mengulurkan tangannya dan Albi pun kembali menerima uluran tangan dari Elin.


"Bukan tadi sudah kenapa harus di ulang lagi memang harus berapa kali" Ucap Albi bingung.


"Abang...is... bukan sun tangan lagi tapi sekarang Eln minta uang jajan Abang??"


"kenapa meninta uang kepadaku


"Astaga memang nya ibumu tidak memberikan uang kepada mu sebelum dia pergi?"


Elin menggeleng pertanda tidak. Albi pun merogoh saku celana dan mengambil tiga lembar uang seratus ribuan kemudian menyerahkan nya keada Elin.


Elin terdiam saat menerima uang dari kakak tiriya tersebut ,Albi pun melirik sejenak ke arah Elin.


"Kenapa apa uang nya kurang? dasar matre anak sama emak sama saja" Albi menambahkan kembali dua lembar uang seratus ribuan.


"Abang beneran ini semua buat jajan Elin??"


"Iya memang kenapa , apa masih kurang?"


" Tidak abang....abang ku sayang terimakasih banyak...ini kali pertama aku dapat uang jajan sebanyak ini yes... abang memang terbaik" Elin memeluk Albi dari samping, ia sangat senang.


"Heh... lepaskan jangan peluk-peluk sembarangan!"


"Eh...heheh.... maaf abang Elin hilap saking senangnya."


Elin berlari gembira segera pergi ke parkiran mencari Joko sang supir.


"Dasar aneh cuma di kasih uang lima ratus ribu saja senangnya bukan main dasar bocah. memang dia mendapatkan uang jajan berapa dari mommy nya ?"


"Maaf tuan muda setahu saya uang jajan neng Elin yang biasa di berikan nyonya Sonia Dua puluh ribu sehari."


"Hah... pantas saja Elis sangat senang saat menerima uang jajan dari ku tadi, tapi uang dua puluh ribu mana cukup mbok?"


Albi pun segera bangkit dari tempat duduknya dan ia segera berjalan menuju parkiran, di sana Albi masih melihat Elin berdiri di samping mobil yang akan di kendarai joko.


"Heh...anak nakal"


Albi menjewer telinga Elin, Sontak yang punya telinga pun berteriak kesakitan.


"Abang sakit...lepasin kenapa telinga Elin di jewer?"


"Kau membohongi ku, mbok siti bilang uang jajan mu sehari cuma dua puluh ribu."


"Elin tidak bohong abang, kan Abang yang langsung kasih uang ke Elin, lagian abang kan ga tanya berapa uang jajan Elin"


"Iya juga ya" Albi menggaruk kepala yang tidak gatal


"Abang sesuatu yang sudah di berikan tidak boleh di ambil lagi, pamali..."


"Iya sudah ambil saja , itu bekal untuk satu minggu,"


"Ok dil...ya abang. udah ah Elin mau berangkat pak joko sudah siap tuh."


"Iya sana pergi belajar yang rajin."


"Ok abang, jangan kangen yah bay...."


Elin pun berangkat Ke sekolah dan Albi segera berangkat ke kantor untuk bekerja.


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁