
Jam 09'00
Setelah selesai dengan rapat bersama perusahaan lain di sebuah hotel binatang lima Albi pun berniat untuk segera kembali ke kantor nya.
Saat Albi sedang berjalan tanpa sengaja dengan ujung matanya sekilas Albi seperti melihat Karin sang kekasih, yang baru saja keluar dari dalam lift, tetapi saat Albi berbalik sudah tidak ada siapa pun di sana.
"Kenapa aku. seperti melihat karin ya? ah Mana mungkin karin ada di hotel sepatu ini, apa aku sedang merindukannya, jadi seolah-olah melihat bayangan karin di sini."
"Sudah lah nanti aku telpon saja ,sedang dimana karin saat ini!"
Albi bergumam dalam hati sambil terus berjalan menuju parkiran hotel tersebut.
Semen tara itu Karin yang baru saja turun dari kamar hotel tempat dia menginap semalam sangat kaget karena hampir saja dia ketahuan oleh Albi.
Saat Karina melihat Albi karin pun segera berlari ber sembunyi menghindari Albi.
Sesampainya di dalam mobil Albi pun duduk di belakang kemudi , ia tidak langsung menghidupkan mesin mobilnya tetapi Albi mengambil hp nya dan segera menghubungi sang kekasih.
📲 " Hallo sayang, kenapa pagi-pagi menelpon, apa kau tidak bekerja?" (Karina)
📲 "Aku kerja ko yank, cuma kangen saja jadi pengen nelpon." (Albi)
📲 "Hmm begitu ya sayang!" (Karina)
📲 " kamu lagi Apa yank?" (Albi)
📲 "Baru bangun tidur aku ,sebentar lagi mau mandi yank" (Karin)
📲 "Ya sudah cepat sana mandi, biar wangi."(Albi)
📲 "Iya sayang ku 😘😘" (Karina)
Panggilan telpon pun terputus , Albi segera melajukan mobilnya kembali ke kantor Hendrayana.
Semen tara itu , dibelahan bumi yang sama di tempat yang berbeda, Sonia masih asik ber sembunyi di dalam selimut nya ,
"Sayang ayo bangun"
Agung berusaha membangunkan sang istri yang masih terlelap, ia menciumi seluruh wajah sang istri dan tangannya jahil menggerayangi tubuh sang istri terutama bagian gunung kembar favorit nya.
Sonia yang merasa tidurnya terusik pun menggeliat merentangkan tangannya dan perlahan membuka matanya yang masih terasa sangat berat.
"Sayang ku, cintaku ayo bangun sudah siang "
"Iya sebentar lagi yank, lima menit lagi aku masih ngantuk"
Sonia kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.
Sonia yang sangat tahu dengan maksud sang suami langsung bangun dan duduk, pasalnya dia sudah sangat lelah dengan kegiatan mereka semalam.
"Iya aku bangun ko ini,"
Sonia beranjak dari tempat tidurnya dan langsung berjalan malas ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan ber pakaian lengkap serta memoles sedikit wajah nya Sonia pun menghampiri sang suami.
"Sayang aku sudah siap"
"Wah... istriku yang tercantik, mau sarapan apa hari ini?"
"hm....aku ingin makan bubur ayam"
Sonia mengatakan keinginannya dengan sedikit ragu, karena dia Dasar sedang berada di mana dia dan suaminya saat ini.
Agung pun mengerutkan keningnya , sambil menatap sang istri, Sonia pun mengerti arti tatapan dari sang suami kemudian menggandeng tangan Agung sambil tersenyum.
"Ayo kita turun cari makanan untuk sarapan, kalau masalah bubur ayam nanti saja kita belanjaan bahan-bahannya nanti aku yang akan membuatnya sendiri."
"Sayang bagai mana kalau kita suruh orang saja untuk membuat nya."
"Tidak perlu nanti aku sendiri yang akan membuat nya"
Sonia tersenyum manis kepada Agung Hendrayana.
"Terimakasih sayang, mau mengerti dan maaf kan aku tidak bisa memenuhi kedinginan pertama mu."
Agung membelai rambut dan mencium kening Sonia, kemudian mengusap perut Sonia yang masih terlihat rata dan membisikan sesuatu.
"Sayang jangan nakal ya, kerjasamalah dengan mommy, jangan membuat mommy repot."
"Iya papi " Ucap Sonia menirukan suara anak kecil.
Merekapun berjalan keluar untuk mencari makanan sarapan pagi mereka.
Agung sangat bersyukur karena ternyata seorang Sonia yang kasar dan keras kepala ternyata memiliki Sisil baik Pengertian dan mandiri.
Setelah sarapan merekapun pergi ke pusat perbelanjaan dan membeli bahan-bahan untuk membuat bubur ayam yang Sonia inginkan.
Setelah selesai berbelanja Agung mengantar kan Sonia kembali ke apartemen tempat mereka tinggal , sedang kan Agung pergi untuk bekerja.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁