
🍁LIMA BULAN KEMUDIAN🍁
Selama lima bulan telah berlalu, hubungan persodaraan Elin dan Albi semakin akrab, hubungan Albi dan Karin pun sudah kembali membaik.
Saat ini Sonia dan Agung sedang bersiap untuk pulang kembali ke Indonesia, kepergian mereka yang di rencanakan hanya untuk beberapa minggu ternyata tidak sesuai rencana karena ada beberapa kendala sehingga mereka mengundur waktu kepulangan dan tidak terasa sudah lima bulan mereka lewati.
Sonia dan Agung segera pergi ke bandara , sebelumnya sudah memberi kabar kepada Keluarga di rumah bahwa hari ini mereka akan pulang.
Pak joko sang supir keluarga Hendrayana pun sudah siap untuk menjemput kedatangan mereka di bandara .
"Elin kenapa belum siap, apa hari ini sekolah mu libur?"
tanya Abi kepada Elin soalnya Elin sarapan tidak memakai baju seragam sekolah.
"Sekolah tidak libur ko Abang, tapi Elin hari ini meliburkan sendiri, soalnya Elin mau ikut menjemput mommy dan papi ke bandara dengan pak Joko."
"Astaga mereka baru mau berangkat Elin, sampai kesini paling siang dan kau cepat pakai baju seragam mu dan hari ini tidak boleh libur."
"T-Tapi...-" ucapan Elin terpotong
"Tidak ada tapi-tapi, cepat habiskan sarapan mu dan segera pakai seragam sekolah , hari ini aku yang antar, kau ini alasan saja, mau bolos sekolah."
"Hari ini saja boleh ya Abang....
abang kan baik." Elin mengedip-ngedipkan matanya genit.
" Tidak boleh." Albi melipat tangan nya di dada
"Yah.... Abang pelit!" Elin segera beranjak dari tempat duduk nya dan segera pergi ke kamar untuk mengganti baju dengan seragam sekolah.
Setelah selesai bersiap Elin pun segera turun dan menghampiri Albi, merekapun segera berangkat Albi mengantarkan Elin terlebih dahulu ke sekolah setelah itu ia melajukan mobilnya untuk pergi kekantor dimana ia bekerja.
Hari berlqlu begitu cepat , kini saatnya waktu pulang sekolah dan Elin pun segera berlari menuju parkiran segera naik kedalam mobil Pak joko oun segera melajukan mobilnya keluar dari pelataran sekolah.
"Non Elin mau pulang dulu atau langsung menjemput Tuan dan Nyonya ke bandara." Tanya pak joko kepada anak majikannya.
"Kita langsung saja pak, kalau pulang. dulu Elin takut tidak keburu jemput mommy dan papi." jawab Elin yang di angguki oleh pak Joko.
Elin melihat jam tangan yang ia kenakan dan masih ada sepuluh menit lagi waktu untuk menunggu, Elin oun duduk sambil memainkan hp nya.
Tampa dia sadari sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan nya dan orang tersebutpun menghampiri dan duduk samping kursi Elin.
"Hai...Elin, kamu sedang menunggu siapa?" Pria tersebut menyapanya Elin pun melirik ke arah suara tersebut.
"Eh...Dion, kamu di sini juga, aku sedang menunggu mommy dan papi ku !" Jawab Elin sambil tersenyum.
Sejenak Dion terpaku menatap Elin yang tersenyum di hadapannya, pasalnya Dion menyukai Elin sudah sejak lama, tetapi saat inggin mendekati Elin dia selalu merasa ragu dan grogi.
"Dion... hello" Elin melambaikan tangannya di depan wajah Dion.
"Eh...sory...soty" Dion pun tersadar dari lamunannya. dia pun merasa sangat malu.
"Dion kamu sakit, kenapa melamun dan wajahmu jadi merah, jangan-jangan kamu demam Dion?" Elin menempelkan punggung tangannya di kening Dion memastikan jika temannya itu demam atau tidak.
"Eh... engga ko aku tidak Demam!" ucap Dion.
"Iya tidak panas ko" ucap Elin.
Kemudian Orang yang Elin tunggu pun terlihat berjalan keluar dari pintu, Elin segera berlari meninggalkan Dion sendiri tanpa pamit.
"Mommy Elin kangen" elin berhambur Ke pelukan Sonia, Sonia membalas pelukan putrinya ia pun sama kangen juga kepada sang putri .
"Hmm...jadi ga ada yang kangen sama papi" Agung berdehem.
"Kangen juga"
Elin perlahan melepas pelukannya dari sang mommy dan memeluk papi Agung, Agung pun membalas pelukan sang putri dan membelai rambutnya.
Kemudian merekapun memutuskan untuk segera pulang dan ingin segera beristirahat.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR 🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁