
Pagi hari pukul 07'15 WIB
Sonia keluar dari kamar mandi memakai kimono dan sebuah handuk kecil yang melilit di kepalanya.
"Sayang Ayo bangun sudah siang" Dengan suara manja Sonia membangunkan sang suami.
Agung yang merasa tidurnya terusik pun menggeliat kan tubuhnya dan mengerjapkan matanya yang masih terasa lengket.
"Sebentar lagi Sayang masih ngantuk, lima menit lagi."
"em... seharusnya aku yang kelelahan semalaman aku yang di kerjain!"
"Tapi kamu suka kan? heheh, atau mau kita ulang sekarang!"
"Is... tidak mau, sudah siang ayo sana mandi, aku sudah siap kan air untuk mandi nya."
Agung pun bangun dan berjalan gontai menuju kamar mandi.
Sonia pun segera memakai pakaian lengkap dan bersolek di depan cermin, Sonia selalu tampil cantik dan menawan.
Setelah selesai dengan dirinya sendiri Sonia pun mengambil dan menyiapkan perlengkapan untuk suaminya, setelah itu Sonia berjalan keluar dari kamar, menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan.
"Mbok hari ini kita sarapan apa" tanya Sonia.
"Saya sudah menyiapkan, roti bakar dan susu buat sarapan nyonya" jawab Mbok siti .
"Ya terimakasih Mbok, saya akan membuat nasi goreng" Sonia berjalan membuka pintu lemari es dan mengambil beberapa bahan bahan untuk membuat nasi goreng.
" Nyonya biar saya yang buatkan"
"Tidak perlu Mbok, hanya memasak nasi goreng biar saya buat sendiri, Mbok bisa kerja kan yang lain."
Mbok Siti pun membicarakan nyonya baru memasak sendiri seperti yang dia ingin kan.
Albi terlihat sudah rapi , ia keluar dari kamarnya dia berpapasan dengan ayah nya saat akan menuruni tangga.
"Pagi nak?"
"Pagi juga yah"
" Kamu mau kemana , pagi pagi"
" Mau menjemput karin, hari ini karin pulang"
" Oh, Ayo kita sarapan dulu ,supaya tidak masuk Angin."
"Kalau aku tidak ikut sarapan, pasti wanita gila itu akan berbuat yang tidak Tidak lagi" Albi bergumam di dalam hati.
Dengan wajah malas Albi pun berjalan mengikuti Ayahnya menuju ruang makan.
"Pagi Albi" Sapa Sonia ramah.
Albi tidak menjawab sapaan dari ibu tirinya, Dia segera duduk dan mengambil satu lembar roti kemudian mengolesinya dengan selai kacang kemudian memakan nya.
"Albi, sudah hampir dua bulan kau menyelesaikan kuliahmu, kapan akan datang Ke perusahaan dan.memimpin di sana menggantikan ayah?" tanya Agung pada sang putra.
" Ayah Harap secepatnya karena jika perusahaan di sini ada yang pegang kemungkinan ayah akan mengambil alih perusahaan kita yang ada di inggris."ucap Agung.
"Sayang kalau butuh bantuan di perusahaan aku bisa bantu ko, bagai mana sayang kapan aku bisa mulai bekerja?"ucap Sonia.
"Dasar wanita luar setelah menguasai rumah ini sekarang ingin menguasai perusahaan, enak saja tidak akan aku biarkan cih..." Albi bergumam dalam hati sambil menatap sinis Sonia.
"Besok aku akan mulai bekerja jadi tidak perlu mempekerjakan orang asing di perusahaan kita" ucap Albi tegas.
"Bagus kalau begitu ,Ayah tunggu"
Mereka pun segera sarapan dan akan pergi ketempat tujuan masing masing.
"Sayang hari ini aku boleh pergi menjemput putriku, boleh kan aku.membawa nya untuk tinggal di sini?"
"Iya tentu saja boleh, nanti minta antar supir saja ya, aku tidak bisa antar ada dapat penting hari ini."
"Iya tidak apa-apa sayang nanti paling agak siang nunggu Elin pulang sekolah dulu."
"Tambah lagi satu perusuh di rumah ini!" Ucap Albi tersenyum mengejek.
"Albi jaga sikap mu" ucap Agung
"Terserah kalian saja bukan urusan ku juga , itu bukan urusan ku aku pergi duluan"
Albi segera beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju parkiran segera masuk kedalam mobil dan melajukan nya menuju bandara untuk menjemput sang kekasih yang baru pulang berlibur.
Sementara itu Agung masih berbincang dengan istrinya .
"Sayang bagai mana kalau Albi nanti nya akan memusuhi Elin, sementara kan kita sebentar lagi akan pergi ke luar negri." Sonia merasa ragu karena melihat sifat Albi seperti itu takut jika Albi berbuat jahat kepada putrinya .
"Tenang saja, walau.pun Albi itu keras dia tidak akan menyakiti orang lain apa lagi menyakiti wanita." Agung berusaha menenangkan sang istri.
"Baiklah aku berangkat dulu ya, sudah siang"
Sonia pun mengantar kan sang suami sampai depan teras rumah nya, setelah memastikan jika mobil sang suami telah menghilang dari pandangannya, Sonia pun kembali masuk kedalam rumah mencari keberadaan Mbok Siti.
"Mbok, bisa saya minta tolong!"
"Iya nyonya, bisa mau tolong apa nyonya?"
"Tolong siap kan kamar untuk putri saya , nanti siang saya akan jemput "
"Baik nyonya, akan saya siap kan saya permisi nyonya"
"Iya Mbok silahkan, terimakasih Mbok,"
Mbok Siti pun segera menyiapkan kamar yang di minta Sonia.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁