
Karin pulang dengan hati yang sangat kesal, acara belanjanya hari ini batal, ia menggerutu sepanjang jalan.
"Dasar bocah sialan, awas saja aku pasti akan membalas mu."
"Berhenti menggerutu dan menyalahkan orang lain,itu salah mu sendiri mau di bodoh hi seorang bocah."
"Lihat saja aku akan mengadukan perbuatan nya kepada Albi."
"Justru jika kau mengatakan semuanya kepada Albi, itu artinya kau mempermalukan dirimu sendiri."
"Aku kan harus meminta ganti rugi kepada Albi."
"jangan bodoh Karin, jangan mempermalukan diri sendiri, kau justru seharusnya mengambil hati bocah itu, agar dia tidak mengerjai mu dan tidak akan menjadi penghalang langkahmu untuk menjadi menantu keluarga hendrayana."
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Nanti aku akan memberi tahu mu, bagaimana caranya."
🍁🍁🍁
Sementara itu Elin dan susah sedang tertawa bahagia, atas kekonyolannya dan mendapatkan barang mahal gratis.
"Elin kau hebat sekali membodohi seorang karina hahah..."
"Salah sendiri dia itu bodoh hahah..."
"Ini ambil aku yang putih kamu yang merah,"
"Asih makasih Elin, kau memang sahabat terbaik."
"halah... itu kan biasa Heheh..."
"Eh....Elin apa benar dia itu kekasih kakak mu yang dulu ke sekolah itu."
"Yoi.. tapi aku ga suka sama dia."
"Ya aku patah hati dong Elin."
"Is...sudah-sudah jangan suka sama abang ku, mau kalau aku kerjain seperti orang tadi Hahah..."
"Elin bagaimana kalau dia ngadu kepada kak Albi."
"Bodoh amat, itu urusan nanti."
"Ayo sekarang kita membeli kado setelah itu kita cari makan sebelum pulang."
"Ok"
Merekapun segera mencari kado kemudian mencari makanan, setelah itu segera pulang.
🍁🍁🍁
Malam harinya, Elin sudah siap untuk pergi ke pesta ulang tahun teman sekolah nya.
Elin berjalan keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga.
Albi sudang berada di ruang keluarga melirik sekilas kearah Elin.
"Ayo biar abang antar"
"Tidak perlu bang, biar Elin di antar pak joko saja."
"Ayo Abang yang antar atau tidak perlu pergi sekalian!"
"Is abang...ya sudah ayo pergi."
Albi dan Elin pun seger pergi menuju tempat dimana pesta tersebut dilaksanakan.
Suasana di sana sangat lah ramai, Elin berjalan bergandengan tangan dengan Albi, banyak.mqta yang melirik ke arah mereka.
Ada yang merasa kagum ada juga yang merasa iri dan ada satu orang yang merasa tidak suka dan hatinya terasa panas., tetapi bagi sebagian orang yang tahu jika Elin dan Albi adalah adik kakak mereka bersikap biasa saja.
Sebagian sangat antusias dan ingin sekali berkenalan dengan Albi, Susan sahabat Elin menghampiri Elin dan Albi merekapun mengobrol bertiga.
Elin dan susan bergabung dengan teman-teman mereka sedang kan Albi memilih untuk mencari tempat duduk dan melihat Elin dari kejauhan.
Albi menatap kerumunan Elin dan teman-teman nya, Albi melihat jika di antara teman-teman Nya Elin terlihat sangat berbeda dan terlihat paling cantik.
"Hmm... Kalau di lihat cantik juga gadis kecil itu!"
Albi bergumam dalam hatinya dan ia pun tersenyum sensiri.
Saat Albi sedang duduk terlihat beberapa orang pria yang duduk juga agak dekat dengan kursi yang ia duduki.
"Wow...lihat Elin terlihat semakin cantik saja"
ucap salah seorang pria teman sekolah Elin.
"Iya, lihatlah diantara yang lain Elin terlihat berbeda"
ucap satu orang lainnya.
"Hmm..., jangan macam-macam dia itu targetku!"
kata salah satu teman mereka, yang Baru saja datang
"Yah lo dari dulu naksir Elin tapi diam saja nanti keduluan orang nangis deh lo."
"Tenang saja belum waktunya, nunggu momen yang tepat lah."
"Nunggu di ambil orang tau rasa lo!"
"Hahahaha...." mereka tertawa menertawakan salah satu temannya itu.
Albi yang mendengar obrolan mereka hanya tersenyum miring. sambil bergumam dalam hati.
"Anak setan yang barbar itu ternyata ada yang naksir juga hmm.'
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁