
Sonia masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian nya kemudian setelah itu ia duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur sambil memainkan gawai nya, Sonia menunggu telpon dari Agung suaminya, karena sejak tadi siang belum ada kabar.
Tidak beberapa lama pun gawai yang sedang dia pegang berdering, Sonia sangat senang dan langsung Mengangkat nya.
๐ฒ" hallo sayang....kangen...kenapa baru menghubungi ku?" (sonia)
๐ฒ "Iya sayang aku pun juga kangen Heheh..".(Agung)
๐ฒ"Kapan pulang aku kesepian" (Sonia)
๐ฒ"Sabar sayang sepertinya aku akan lama di sini ,jadi kalau paspor mu sudah siap segera lah menyusul ku kesini!" (Agung)
๐ฒ "Iya aku Harap secepatnya yank supaya aku bisa cepat ke sana." (Sonia)
๐ฒ "Tadi aku sudah tanya kepada Bram katanya besok sudah siap, besok ambil saja Ke kantor tanyakan pada Albi" (Agung)
๐ฒ "Iya baik lah besok aku akan datang ke kantor untuk mengambil nya.' (Sonia)
๐ฒ " Bagai mana apa Albi masih bersikap tidak sopan kepada mu?" (Agung)
๐ฒ "Tenang saja aku bisa mengatasinya, hanya saja Aku tidak suka pada kekasih nya, tadi Albi mengajak kekasih nya makan malam di sini.'(Sonia)
๐ฒ " Iya sebenarnya aku pun tidak suka dengan Karin, tapi mau bagai mana lagi itu kan pilihan Albi aku tidak bisa memaksanya." (Agung)
๐ฒ "Hmm... tadi aku sudah suruh Albi untuk memutuskan kekasih nya" (Sonia)
๐ฒ "Oh ya, lalu bagai mana tanggapan Albi?" (Agung)
๐ฒ "Tidak ada, dia hanya diam kemudian membawa pergi kekasih nya.' (Sonia)
๐ฒ " Sudah jangan terlalu ikut campur urusan mereka nanti Albi bisa makin membencimu." (Agung)
๐ฒ " Iya sayang, aku sudah ngantuk" ( Sonia)
๐ฒ "Ya sudah tidur sayang, selamat malam love you muaaach" (Agung)
๐ฒ "love U too sayang selamat beristirahat jaga kesehatan , muaach" (Sonia)
Sambungan telpon pun berakhir dan mereka segera mengistirahatkan tubuhnya dan memasuki alam mimpi.
๐Keesokan harinya๐
Albi keluar kamar dan menuruni satu per satu anak tangga, Ia berjalan menuju ruang makan untuk sarapan sebelum berangkat ke kantor.
"Mbok, tumben nenek sihir belum turun untuk sarapan.,"
"Iya tuan muda , mungkin Nyonya masih bersiap-siap."
"Aku mau sarapan duluan saja Mbok, hari ini Albi mau mulai untuk kerja."
"Iya Tuan muda, Mbok siap kan dulu sarapannya"
"Terimakasih Mbok"
Albi pun segera sarapan dia tidak mau jika hari pertama bekerja dia terlambat datang.
Setelah sarapan Albi pun bersiap untuk berangkat, Albi merasa heran kenapa Sonia belum keluar juga dari kamarnya, biasanya pagi-pagi Sonia sudah berada di dapur.
"Mbok Nanti tolong lihat Sonia ke kamarnya, siapa tahu dia sakit atau apa, Kalau ada apa-apa hubungi saja no Albi"
"Iya Tuan muda, cie...cie... Tuan muda sudah mulai perhatian sama ibu tirinya!"
"Ih... amit-amit Mbok, Albi cuma takut ada apa-apa nanti Kalau terjadi apa-apa sama perempuan itu bisa-bisa Agung Hendrayana ngamuk atau mati gantung diri."
"Hus... Tuan muda jangan bicara sembarangan, Kalau malaikat dengar nanti bahaya Kalau ucapan nya jadi kenyataan."
"Heheh.... iya maaf bercanda Mbok, Mbok Albi berangkat dulu ya!"
"Iya Tuan muda si Mbok diakan semoga pekerjaan nya lancar dan makin sukses"
"Aamiin makasih ya mbok"
Albi pun segera berangkat ke kantor pusat Hendrayana, untuk bekerja, karena mulai hari ini ia yang akan mengambil alih perusahaan.
Biasanya Albi malas kalau di suruh Ayahnya untuk pergi ke kantor untuk menggantikan Ayahnya, tetapi sekarang Albi semangat karena takut jika perusahaan akan di ambil alih oleh Sonia istri baru ayah nya yang sedikit barbar.
๐TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR๐
๐SALAM SAYANG KANIA๐
๐๐๐