My Sister Is My Love

My Sister Is My Love
Di tangkap Polisi.



Sementara itu Albi yang sedang rapat dengan beberapa tan bisnisnya sedang sibuk melakukan kesepakatan kerja sama, dan Proyek yang di tangannya pun selalu mendapatkan hasil yang memuaskan.


Saat jam istirahat tiba Karina sudah berada di ruangan kerja Albi, ia mengajak sang kekasih untuk makan siang bersama.


Di Sisi lain Elin yang baru saja keluar dari kelas nya, hari ini Elin pulang sekolah lebih awal karena seluruh guru dan stap pengajar di sana akan mengatakan rapat sekolah.


"Elin kau mau langsung pulang ,atau mau kemana dulu?'


" Aku langsung pulang saja, kemarin Abang ku marah-marah saat aku pulang terlambat."


"Ya sudah kalau begitu aku.Mau ikut dengan mu, antar kan aku pulang ya, aku belum memberi tahu supirku untuk menjemput soalnya."


"Ok ayo, Eh tapi tunggu dulu aku kan hanya membawa satu helm, jadi kita tidak bisa berboncengan."


"Alah Elin rumah kun kan dekat ,tidak perlu memakai helm juga tidak masalah, lagi pula ini kan jam makan siang jadi mana ada polisi yang akan ber jaga di jalan."


Elin berpikir sejenak.


"Ok kalau begitu ayo naik, mudah-mudahan Saja para polisi sedang asik makan siang "


"Yuhu gasken...bestie..."


Elin pun naik Ke atas motor dan memakai helm, sedang kan susuan duduk di belakang Elin tanpa memakai helm.


Motor yang Elin kendarai pun melaju keluar dari terbang sekolah, karena jam istirahat jalanan pun sedikit sepi , Elin menancap gas motor nya dengan kecepatan tinggi , merekapun sambil berbincang, bercanda, tertawa di atas motor.


Sehingga saat di pertigaan tanpa Elin sadari ada sebuah mobil angkot yang berhenti di depan mereka dan otomatis Elin pun mengerem motornya tiba-tiba , tetapi tetap saja motor yang Elin kendarai sulit di kendalikan karena dalam kondisi kecepatan tinggi.


"Cekit...brug....dug..."


Akhirnya motor yang Elin kendarai menabrak bagian belakang angkot tersebut dan mobil angkot pun penyok karena hantaman keras.


Sang supir pun keluar dari dalam angkot.


"Astaga angkot ku sampai penyok begini?"


Elin dan susan pun turun dari motornya.


"Maaf pak saya tidak sengaja."


"Mana ada kecelakaan yang di sengaja, tapi mau di sengaja atau tidak Kau harus tetap ganti rugi."


Di sana oun banyak orang yang menghampiri mereka dan kerumunan merekapun mengundang seorang petugas polisi datang menghampiri tempat tersebut.


Polisi pun bertanya dan mendengarkan laporan dari supir angkot dan beberapa saksi, dan akhirnya polisi tersebut pun menanyakan kelengkapan surat kendaraan yang Elin kendarai, dan Elin tidak bisa menunjukan surat-surat apapun.


Akhirnya polisi tersebut mengambil motor Elin membawanya kekantor, dan meminta Elin untuk menghubungi keluarganya dan membawa surat kendaraan bermotor yang dia kendarai.


Sementara itu Albi yang sedang makan siang bersama sang kekasih sambil bercanda ria, Mengangkat panggilan telpon saat terdengar dering di hp nya.


📲 " Hallo Elin ada apa kenapa menghubungi ku?" (Albi)


Karina yang mendengar Albi memanggil nama Elin pun memutar bola matanya kesal, karena Elin selalu saja menggangu saat Albi dan Karin sedang bersama.


📲 "Siang Abang? ini ada seseorang yang ingin berbicara dengan Abang."(Elin)


📲 " Selamat sing pak, apakan benar motor dengan plat bomber D****ALB adalah milik anda?"(polisi)


📲 "Iya benar pak." (Albi)


📲 " Apa bapak bisa ke kantor polisi saat ini juga ,membawa STNK motor tersebut sebagai bukti."(Polisi)


📲" kenapa motor saya berada di kantor polisi Pak?" (Albi)


📲 "Adik bapak yang bersama nona Evelin mengendarai motor tersebut dengan kecepatan tinggi, sehingga menabrak mobil angkot yang ada di depan nya."(polisi)


📲 " Apa??.... Baik pak saya segera kesana sekarang juga." (Albi)


Albi pun menutup panggilan telpon nya, segera pergi dan meninggalkan Karin tanpa pamit.


Albi terlebih dahulu mengambil STNK yang berada di rumah , kemudian melaju cepat ke kantor polisi.


Saat sampai di sana Albi segera menghampiri petugas dan menanyakan tentang kendaraan nya.


Albi melihat motornya terparkir di sana , Albi pun menelisik keadaan motornya, lampu depan motor tersebut pecah dan ada beberapa goresan di jodi motor tersebut.


"Pa Albi bisa ikut saya ke kantor"


Albi pun mengikuti polisi tersebut,terlihat Elin dan beberapa orang berada di ruangan tersebut, Albi pun duduk di kursi yang telah di sediakan untuk nya.


"Pak Albi, adik anda ini melanggar beberapa pasalnya lalulintas ,pertama mengendarai kendaraan dengan kecepatan di atas rata-rata sehingga terjadi kecelakaan dan merugikan orang lain, kedua tidak memiliki SIM dan tidak membawa surat kendaraan (STNK), ketiga berboncengan tanpa memakai helm."


"Dengan ini adik anda mendapatkan sangsi hukuman kurungan selama sempat bulan atau membayar denda sesuai dengan jumlah yang sudah di tentukan sebesar ******** rupiah."


"Iya pak saya mengerti, penjarakan saja dia pak, supaya kapok."


"Abang... tidak mau, masa Elin di penjara , abang bayar saja dendanya!"


"Tidak mau, kalau punya uang bayar saja sendiri."


"Mommy abang kejam, masa lebih memilih adik nya di penjara dari pada membayar denda yang tidak seberapa, ok kalau begitu Elin akan telpon mommy dan papi Elin mau ngadu kepada mereka"


Elin pun mengambil hp nya yang dia simpan di dalam tas sekolah nya.


"Is dasar tukang ngadu" Albi merampas Hp yang Elin pegang.


Baik pak saya akan membayar denda nya saja, Albi pun menyelesaikan permasalahannya dengan polisi tersebut. dan saat Albi dan Elin akan pulang merekapun di jarang oleh sang supir angkot.


"Sebentar sebentar pak, bagai mana ini urusannya dengan mobil saya pak."


"Nanti akan saya urus bapak tenang saja nanti ada pihak bengkel yang akan memperbaiki mobil bapak."


"Ok baiklah kalau begitu."


🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁


🍁SALAM SAYANG KANIA🍁


🍁🍁🍁