
Tiga hari setelah kematian Bunda, Albi masih terlihat berduka, Dia duduk termenung di atas balkon kamarnya.
Terlihat sebuah mobil mewah berwarna hitam memasuki halaman rumah itu, Albi pun melihat sekilas.
Setelah mobil itu sampai di tempat parkiran terlihat Agung Hendrayana Ayah kandung Albi turun dari mobil tersebut, kemudian dia memutari mobilnya dan membuka pintu mobil yang satunya.
Terlihat seorang wanita cantik , berpostur badan sedikit berisi(bohay) , rambut panjang yang di biarkan tergerai, berkulit putih turun dari mobil tersebut.
Agung pun mengulurkan tangannya dan di sambut oleh wanita tersebut, kemudian mereka saling bergandengan tangan dan berjalan memasuki rumah besar kediaman Hendrayana.
"Dasar pria bajingan, beraninya dia membawa wanita ****** itu kerumah ini" Albi bergumam sendiri sambil mengepalkan tangan nya, Albi pun emosi.
Albi berdiri kemudian berjalan keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga setengah berlari, Albi menghadang Ayah nya yang hendak masuk kerumah nya bersama ****** nya.
"Berhenti kalian," Albi berteriak.
Ayah dan wanita nya pun berjalan menghampiri Albi.
"Dasar tidak tahu malu, tanah kuburan Bunda saja masih basah, anda sudah berani membawa ****** itu masuk kerumah ini." ucap Albi penuh emosi.
"Albi jaga sikap mu, Ayah dan Sonia sudah menikah , Jadi bersikap sopan lah kepadanya karena mulai hari ini Sonia menjadi Mamah mu dan Sonia akan tinggal di sini bersama kita." ucap tegas Ayah.
"Cuih... aku tidak sudi manggil ****** ini dengan sebutan Mamah, dan kau wanita ****** tidak tahu malu tinggal di rumah ini"
Sonia pun melepaskan gandengan tangan pada suaminya, kemudian Sonia berjalan dengan sangat anggun, menghampiri Albi, dia mendekat dan berkata setengah berbisik ke samping telinga Albi
"Tentu saja aku tidak malu tinggal di sini, karena yang membawaku kesini adalah suamiku, dan jika kau keberatan maka kau saja yang meninggalkan Rumah ini." ucap angkuh Sonia.
"Dasar ****** ,jangan harap kau bisa seenaknya tinggal disini, dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkan rumah ini, seperti yang kau inginkan" ucap Albi tidak kalah sinisnya.
Dan tatapan mereka sangat tajam seperti tatapan api permusuhan yang berkobar sangat besar.
Albi pun tersenyum sinis mengejek Sonia dan berbalik kembali ke kamarnya.
"Sayang apa yang kau katakan, kepada Albi kenapa tiba-tiba Albi diam , tidak marah lagi dan langsung pergi?" tanya Ayah, karena Ayah pikir mungkin saja Albi akan mengamuk dan menyeret Sonia keluar rumah.
"Tidak ada, tenang saja aku ini seorang wanita dan juga seorang ibu jadi untuk meredakan kemarahan anak-anak itu tidak terlalu sulit bagi ku" Ucap Sonia sambil menggandeng manja Suaminya.
"Iya Sayang, ayo tunjukan di mana kamar kita, aku lelah ingin istirahat" lanjutnya manja.
Ayah pun mengajak Sonia berjalan menaiki anak tangga menuju kamar utama yang sudah lama tidak dia tinggali selama Bunda sakit ,Ayah dan Bunda memutuskan untuk tidur di kamar yang berada di lantai bawah supaya mempermudah Bunda yang kemana-mana menggunakan kursi roda.
Sementara itu Albi melampiaskan kemarahannya dengan membanting barang-barang di kamarnya.
Mbok siti kepala pelayan sekaligus orang yang merawat Albi sejak kecil menghampiri nya,
"Tuan muda Albi yang sabar tuan, jangan seperti ini, jangan biasakan meluapkan kemarahan dengan merusak barang itu tidak baik aden, Bunda pasti sedih kalau melihat Aden seperti ini"ucap Mbok Siti menenangkan Albi sambil mengelus pundak Albi.
" Al kesal Mbok melihat kelakuan Ayah, kematian Bunda baru tiga hari Ayah sudah membawa wanita lain kerumah ini.." ucap Albi
" Tuan muda dengarkan si mbok, setahu mbok bagi lelaki yang di tinggalkan istrinya tidak ada batas waktu masa idah , mereka bisa menikah bahkan sehari setelah istrinya meninggal" ucap mbok Siti menjelaskan.
"Dan menurut si mbok, lebih baik menikah dari pada berbuat zinah setiap saat, karena seorang lelaki akan sulit menahan hasratnya terhadap wanita, nanti jika tuan muda Albi sudah menikah tuan muda pasti akan mengerti maksud Si mbok" lanjutnya.
Albi pun terdiam menunduk di hadapan mbok Siti, merenungi ucapan mbok siti.
"Saran si Mbok sebaiknya bersikap lah seperti biasa, kalau tuan muda bersikap keras maka tuan besar juga akan semakin keras dan istri baru tuan akan memanfaatkan situasi untuk memisah kan Tuan besar dan tuan muda."
...🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁...
...🍁SALAM SAYANG KANIA🍁...
...🍁🍁🍁...