
Jam 11'45
Sonia sedang berkutat di dapur membuat bubur Ayam keinginannya, dari tadi bubur yang dia buat belum selesai juga.
Agung Hendrayana memutuskan untuk pulang dan makan siang bersama sang istri, ia pun masuk kedalam Apartemen dan segera mencari keberadaan sang Istri.
Agung memeluk sang Istri yang sedang membelakanginya, Sonia pun terjingkat kaget, karena ia tidak menyadari kedatangan sang suami.
"Astaga ,Sayang aku kaget sekali, untung saja centong yang aku pegang tidak aku pukul kan ke kepala mu!"
"Maaf sayang ,habisnya kamu serius sekali sampai tidak menyadari kedatangan ku."
"Iya sayang, bubur nya sudah matang, ini Mau aku siapkan kita makan bersama ya."
"Iya sayang ku"
Sonia pun menyiapkan dua mangkuk bubur ayam di atas meja makan, kemudian mereka berdua pun segera melahapnya.
Setelah selesai makan ,merekapun membereskan alat bekas makan dan dan mencucinya, setelah semua nya selesai mereka pun memutuskan untuk duduk santai sambil menonton televisi.
'Sayang maaf ya belum bisa membahagiakan mu, kalau Mau apapun katakan saja Nanti aku usahakan, dan maafkan untuk kali ini aku tidak bisa mengabulkan keinginan sederhana mu."
Agung memeluk dan mencium kepala Sonia dari samping.
"Tidak apa-apa sayang aku bahagia ko, ini keinginannya pertamaku sudah terlaksanakan"
"Iya sayang, biasanya kalau orang hamil itu suka banyak kemauan yang aneh-aneh, Jangan sungkan untuk meminta nya kepadaku."
"Heheh...iya sayang tentu saja, tapi aku usahakan tidak akan meminta hal yang macam-macam, aku tidak.mau merepotkan dan menyusahkan mu."
"Tidak apa-apa sayang aku senang jika kau meminta nya kepadaku."
"Oh ya dulu saat kau mengandung Elin, kau ngidam apa sayang."
"Heheh... waktu itu aku."
Sonia menghela nafas kasar mengingatkan kembali masa lalunya.
🍁Cerita saat mengandung Elin🍁
"Saat itu keadaan ku berbeda dengan sekarang, Waktu itu aku tinggal di sebuah kontrakan hanya satu ruang, di ruangan itu tempat aku memasak, makan ,tidur pun di tempat yang sama.
Aku hanya bekerja di sebuah cafe dan gajih ku hanya cukup untuk membayar kontrakan dan makan beberapa hari, aku mendapat kan nasi tanpa apa-apa pun sudah sangat bersyukur.
Waktu itu kehidupan ku sangat sulit bisa makan sehari satu kali saja sudah sangat beruntung.
Aku sangat ingat sekali waktu itu aku pulang kerja, hari sangat terik tenggorokan ku juga sangat haus, di tengah jalan aku berpapasan dengan seorang penjual es krim cincaw rasanya aku sangat ingin sekali tetapi aku ingat kalau uang di dalam dompetku hanya tersisa sepuluh ribu itu pun untuk makan dua hari sebelum aku mendapatka upah lagi , aku hanya bisa memandang nya dan menelan ludah saja.
Satu lagi saat itu perut ku sangat lapar aku tidak mempunyai uang sepeserpun di luar kamar kontrakan ku ada seorang penjual bakso, banyak tetangga ku yang sedang membeli bakso tersebut, wanginya benar benar sangat wangi menusuk hidungku, tapi apalah daya aku hanya bisa mengelus perutku dan hanya meminum air mineral yang tersisa di kamar kontrakan ku, rasanya saat itu aku ingin skali menghabisi hidup ku.
Aku pun memutuskan untuk keluar dari kamar kontrakan ku, aku berjalan dengan gontai berlinang air mata sambil memegangi perut ku yang memang beberapa hari terasa sangat sakit.
Usia kandunganku saat itu sudah menginjak sembilan bulan, aku sangat bingung tidak memegang uang sepeser pun dan tidak memiliki perlengkapan untuk bayi ku.
Aku berdiri di pinggir jalan saat ada mobil yang melintas aku pun berlari kehadapan mobil tersebut, berniat untuk mengakhiri hidup ku.
Saat itu mobil yang aku hadang ternyata mengerem degan sangat cepat dan mobil tersebut pun berhenti tepat di hadapan ku.
Seorang wanita cantik keluar dari dalan mobil dan dia menamparku dengan sangat keras, aku hanya terdiam sambil menangis.
"Apa yang kau lakukan wanita bodoh.."
Dia memaki ku sepertinya dia sangat marah, aku pun bersimpuh di hadapannya sambil mengatupkan kedua tangan ku.
"Nyonya tolong lah aku, perutku sangat sakit sepertinya aku akan melahirkan, tetapi aku sama sekali tidak memiliki uang, tolong aku nyonya tolong."
Saat itu aku pun tidak ingat apa-apa lagi, Saat aku terbangun aku sudah berbaring di sebuah ranjang rumah sakit, beberapa dokter memeriksaku, dan disana perutku terasa semakin sakit, Aku berjuang sendirian melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik.
Setelah aku di pindahkan keruangan bersalin, wanita yang aku temui di jalan dia menghampiriku.
"Selamat ya putrimu sangat cantik,"
"Terimakasih nyonya, anda yang sudah menolong ku"
"Iya ,dimana keluarga mu, dan kenapa kau sendirian di jalan?"
Aku pun menceritakan semua yang aku alami kepada wanita tersebut, wanita itu pun merasa kasihan kepadaku, dia membayar seluruh biaya persalinan ku, dia pun memberikan sebuah rumah kecil dan modal untukku membuka sebuah warung kecil.
Di sana lah aku mulai mengenal seorang wanita yang aku anggap sebagai dewi penolong bagi ku dan putriku dia sangat berjasa atas kehidupan kami, dan aku berjanji aku akan melakukan apapun untuk nya sebagai balas budi ku.
🍁TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR🍁
🍁SALAM SAYANG KANIA🍁
🍁🍁🍁